youngster.id - Memasuki pertengahan tahun 2026, momentum menyambut semester ganjil mulai dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk berburu kost idaman. Menanggapi fenomena tahunan ini, Cove selaku penyedia hunian co-living modern merilis riset terbaru mengenai kebiasaan dan preferensi mahasiswa dalam memilih tempat tinggal.
Hasil riset menemukan bahwa mayoritas mahasiswa masa kini menginginkan proses pencarian yang kilat, sangat mengutamakan privasi, namun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya serta lokasi strategis. Sebanyak 63% mahasiswa yang menghuni Cove menyatakan bahwa mereka hanya membutuhkan waktu di bawah satu bulan untuk menentukan kost pilihan mereka.
Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, menjelaskan bahwa segmen mahasiswa yang mencakup 12,5% dari total penghuni Cove memiliki karakter finansial dan ruang tinggal yang sangat spesifik.
“Mereka menuntut keseimbangan dalam ruang tinggal selayaknya segmen penghuni yang lain: kebutuhan akan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial. Tapi di saat yang sama, mereka beroperasi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan demografi lain, umumnya pada kisaran bujet Rp2 juta per bulannya,” ungkap Dian, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Sebagai generasi yang digital-first, mahasiswa kini tidak lagi menggunakan metode konvensional seperti berkeliling mencari kost secara langsung. Tingkat kepercayaan mereka terhadap visualisasi internet sangat tinggi sebelum mengambil keputusan.
Riset Cove mencatat tiga saluran utama yang paling diandalkan mahasiswa untuk menemukan hunian: Konten TikTok Cove: Menjadi sumber informasi terbesar dengan porsi 22%, Pencarian Google dan Google Maps: Berada di posisi kedua dengan kontribusi 18%, Rekomendasi Keluarga dan Teman: Menempati posisi ketiga sebesar 17%.
Mayoritas penghuni mahasiswa ini berada di rentang usia 18-24 tahun (73%) yang didominasi oleh perantau asal Pulau Jawa, disusul Sumatera, dan Kalimantan. Untuk wilayah favorit, Jakarta masih memimpin dengan tiga area teratas, yakni Jakarta Selatan (26%), Jakarta Barat (18%), dan Jakarta Pusat (16%).
Meskipun baru memulai hidup merantau, para mahasiswa rupanya memiliki preferensi kuat terhadap privasi dan enggan berbagi ruang kamar. Data internal menunjukkan bahwa 9 dari 10 mahasiswa memilih untuk tinggal di dalam kamar sendirian.
Selain faktor privasi, tiga alasan utama yang membuat mereka kepincut memilih hunian co-living di Cove adalah kelengkapan fasilitas kamar (14%), jarak yang dekat menuju area kampus (12%), serta keuntungan pelayanan tambahan seperti Wi-Fi, room cleaning, dan jasa laundry (11%).
Di balik cepatnya waktu pencarian, mahasiswa tetap menghadapi sejumlah kendala klasik. Dua tantangan terbesar yang menduduki peringkat pertama secara bersamaan adalah sulitnya menemukan properti di lingkungan yang terjamin keamanan serta kenyamanannya, ditambah lokasi yang kurang strategis.
Hambatan berikutnya adalah kecocokan harga dengan ketersediaan bujet. Sebanyak 40% mahasiswa mengaku mengalokasikan dana bulanan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta untuk dibagi antara kebutuhan sewa tempat tinggal, biaya makan sehari-hari, dan pemenuhan gaya hidup.
Oleh karena itu, lini Cove Basics yang menawarkan rata-rata harga sewa bulanan di kisaran Rp2 juta kini bertransformasi menjadi produk paling favorit yang paling banyak diburu oleh segmen mahasiswa.
STEVY WIDIA
