youngster.id - Industri perfilman Indonesia mulai membangun fondasi baru yang melampaui ranah produksi dan distribusi konvensional. Amar Bank bersama JAFF Market menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) beserta enam asosiasi perfilman nasional untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka pengembangan kapasitas industri film lokal.
Memasuki tahun kedua kemitraannya, Amar Bank berfokus membuka ruang eksplorasi untuk mendorong inklusi keuangan yang selaras dengan karakteristik industri kreatif yang berbasis proyek (project-based).
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa pertumbuhan sektor kreatif membutuhkan reformasi infrastruktur dalam akses pembiayaan.
“Kami mengajak para pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam merancang layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Dengan solusi yang selaras dengan model bisnis unik industri ini, kita dapat memastikan potensi kreatif bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Vishal, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Industri Film RI Tunjukkan Daya Tahan Tinggi di Tahun 2026
Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, industri layar lebar Indonesia justru menunjukkan performa impresif. Berdasarkan data Cinepoint dalam laporan Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia sukses menembus angka di atas satu juta penonton sebelum semester pertama 2026 berakhir—mencatatkan rekor pencapaian tercepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai data ini sebagai sinyal kematangan industri. Tantangan utama saat ini bergeser pada cara memastikan setiap proyek film mendapatkan akses terhadap pembiayaan, pasar, serta peluang kolaborasi yang lebih luas sebagai market hub.
“Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Linda.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni. Ia menilai komitmen Amar Bank dalam merancang solusi keuangan yang relevan menjadi langkah krusial untuk memajukan ekosistem.
“Kami di BPI diberikan mandat untuk memajukan ekosistem perfilman, dan secara keekonomian serta pertemuan bisnis, JAFF Market telah menjadi agenda yang paling penting,” ungkap Fauzan.
Guna mendukung rantai nilai industri secara utuh, JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank akan kembali menghadirkan rangkaian program utama yang komprehensif, meliputi: Film Industry Exhibitions dan Company Showcase, JAFF Future Project dan Talent Day, Film Lab serta Film & Market Conference, Market Screening dan Networking Events, dan JAFF IP Connection (sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market).
Sinergi multipemangku kepentingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi para pelaku industri, namun juga membuka adopsi teknologi serta pendekatan bisnis baru demi memperkuat daya saing sinema Indonesia di pasar regional maupun global.
STEVY WIDIA
