Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global (Foto: Istimewa/Kemkomdigi)

youngster.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) resmi membuka Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 di Bali. Forum internasional yang menjadi bagian dari Bali Tech Week (BTW) 2026 ini hadir untuk mempercepat langkah studio gim nasional meraih investasi serta ekspansi ke pasar global.

Mengusung tema “Building A Thriving Ecosystem with Creative Resilience”, IGDX 2026 berhasil memfasilitasi 339 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara. Forum ini mencatatkan partisipasi 543 pemegang Business Pass yang menjajaki peluang kerja sama serta 1.037 pemegang Public Pass.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan pentingnya resiliensi industri gim nasional dalam menghadapi disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi imersif.

“Dalam menghadapi disrupsi ini, resiliensi adalah kapasitas untuk berinovasi, bertransformasi, dan tumbuh di tengah ketidakpastian. Kita ingin pelaku industri gim Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia,” ujar Edwin, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Penyelarasan Ekosistem dan Potensi Ekonomi Digital

Penguatan industri gim sejalan dengan arah pengembangan ekonomi digital nasional yang berfokus meningkatkan adopsi teknologi menjadi produktivitas. Laporan e-Conomy SEA memperkirakan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan bahwa IGDX dirancang sebagai titik temu antara teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya untuk memberikan jalur pertumbuhan yang jelas bagi studio lokal.

Melalui kemitraan dalam program Garuda Spark, Kemkomdigi telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, dan menggaet investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar. Akses ekosistem ini disiapkan untuk membantu pengembang gim lokal memperoleh pendanaan serta memperluas jangkauan distribusi.

Kemitraan Konkret dan Pengembangan Kekayaan Intelektual Lokal

Diinisiasi sejak 2019, IGDX membangun ekosistem gim dari hulu ke hilir melalui lima pilar utama: Bootcamp, Accelerator, Career, Business, dan Conference. Kemkomdigi dan AGI berharap forum ini melahirkan kemitraan konkret dalam hal penerbitan, investasi, dan pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) beridentitas Indonesia.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk saling menguatkan dalam membangun industri gim nasional.

“Di tengah berbagai tantangan, kehadiran kita hari ini menunjukkan bahwa kita tetap percaya pada masa depan industri gim Indonesia. Dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun industri ini. Mari bersama-sama memperkuat ekosistem gim Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global,” kata Shafiq.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version