youngster.id - Lonjakan transaksi pembiayaan sektor Kecerdasan Buatan (AI) serta maraknya aktivitas merger dan akuisisi (M&A) mendongkrak volume transaksi keuangan di kawasan ASEAN secara signifikan sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data Dealogic, volume M&A di ASEAN tumbuh lebih dari 30% secara tahunan (year-on-year) hingga mencapai US$140 miliar. Pada periode yang sama, penerbitan di pasar modal ekuitas (Equity Capital Markets/ECM) dan pasar modal utang (Debt Capital Markets/DCM) juga mencatatkan pertumbuhan serupa dengan gabungan volume melampaui US$180 miliar.
Di tengah pesatnya aktivitas perbankan investasi tersebut, Citi mencatatkan kenaikan pendapatan Investment Banking (IB) di kawasan ASEAN sebesar 35% YoY. Sepanjang 2026, Citi terlibat dalam berbagai transaksi M&A bernilai total mendekati US$20 miliar serta membantu klien menghimpun dana hampir US$25 miliar dari pasar modal global melalui penerbitan obligasi internasional, Initial Public Offering (IPO), obligasi konversi, hingga follow-on offering.
Head of Investment Banking Citi untuk ASEAN, Matthew Nimtz, menjelaskan bahwa ASEAN merupakan salah satu kawasan prioritas bagi Citi secara global berkat tingginya dinamika ekspansi perusahaan lokal ke panggung internasional.
“ASEAN adalah rumah bagi banyak perusahaan kelas dunia serta perusahaan unggulan baru yang terus berkembang dan semakin aktif memanfaatkan pasar modal secara kompetitif untuk mendanai ambisi pertumbuhan mereka. Kami melihat peningkatan aktivitas M&A seiring dengan ekspansi perusahaan lokal ke panggung global,” ujar Matthew, Selasa (20/10/2026).
Peran Strategis Citi dalam Transaksi Indosat dan PLN di Indonesia
Sepanjang tahun 2026, Citi telah memimpin hampir 30 transaksi penerbitan di ASEAN, atau rata-rata tiga transaksi setiap bulannya. Di Indonesia, Citi mencatatkan sejumlah rekam jejak transaksi strategis. Antara lain, bertindak sebagai penasihat keuangan (financial advisor) bagi Indosat Ooredoo Hutchison dalam pembentukan Zankore, termasuk mendukung pembiayaan ekuitas dan utangnya.
Selain itu, Citi juga memimpin transaksi penawaran obligasi internasional untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ketenagalistrikan, PT PLN (Persero).
Di tingkat regional, Citi juga bertindak sebagai penasihat bagi KKR dan Singtel dalam proses akuisisi STT GDC senilai US$10,9 miliar, memimpin transaksi ekuitas publik untuk CapitaLand Group di Singapura, serta mengawal penerbitan obligasi internasional untuk Republik Filipina, Advance Info Service (Thailand), dan Maybank (Malaysia).
Prospek M&A Sektor Teknologi dan Kesehatan di Kuartal Akhir 2026
Menghadapi kuartal terakhir tahun 2026, Citi memproyeksikan aktivitas perbankan investasi akan tetap produktif. Hal ini didorong oleh kuatnya pipa (pipeline) transaksi pembiayaan di pasar modal utang dan ekuitas.
Citi memperkirakan arus transaksi M&A, baik inbound maupun outbound, akan terus berlanjut secara masif di berbagai sektor utama, khususnya teknologi, barang konsumen (consumer goods), dan layanan kesehatan (healthcare). (*AMBS)
