Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Ini Solusi Alternatif di Tengah Ambruknya Kripto dan Melemahnya Rupiah

18 Juni 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Aset Kripto

Ini Solusi Alternatif di Tengah Ambruknya Kripto dan Melemahnya Rupiah (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Dalam beberapa bulan terakhir, mayoritas pasar pasar kripto bergerak ke zona merah dengan banyak aset digital yang mengalami penurunan nilai yang tajam. Di sisi lain, Rupiah Indonesia (IDR) juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan terhadap dolar AS.

Coinmarketcap mencatat, kapitalisasi pasar kripto global turun 3.86% menjadi 2.33 triliun dalam waktu sehari. Aset kripto nomor wahid, Bitcoin, turun 1.52% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level US$65.345 per koin. Ethereum juga terpantau mengalami pelebihan sebesar 4.7% selama sehari, menjadi US$3.425 per koinnya.

Kondisi pasar cryptocurrency yang lesu ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk regulasi pemerintah, sentimen pasar, dan kondisi ekonomi global. Misalnya, Amerika Serikat dan negara-negara lain mulai memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap perdagangan dan penggunaan cryptocurrency, yang berdampak negatif pada harga aset digital secara global.

Sementara itu, Rupiah Indonesia juga melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.412 per dolar AS, melemah 142 poin atau minus 0,87% dari penutupan perdagangan pekan lalu. Angka ini mencapai level terendah sejak April 2020, ketika Covid-19 baru mulai menyebar di Indonesia.

Faktor-faktor seperti inflasi global, kebijakan The Fed, dan ketidakpastian ekonomi menyebabkan tekanan pada nilai Rupiah. Bank Indonesia telah mencatat peningkatan tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas global, memperburuk situasi nilai tukar. Defisit neraca perdagangan Indonesia juga turut memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Penurunan ekspor dan peningkatan impor berkontribusi pada melemahnya Rupiah.

Baca juga :   Kemenkominfo Awasi Aktivitas Transaksi Non-Fungible Token

Dalam situasi ini, stablecoin seperti Tether (USDT) menjadi pilihan menarik bagi para investor dan trader yang mencari kestabilan di tengah volatilitas pasar. Mengapa?

“USDT menawarkan stabilitas karena didukung oleh nilai USD. Ini menjadi sangat berharga dalam situasi di mana harga aset kripto dan nilai tukar Rupiah sangat fluktuatif. Stablecoin seperti USDT membantu investor mempertahankan nilai aset mereka tanpa harus khawatir tentang volatilitas pasar kripto yang ekstrem,” kata Efma Pasangka PR & Marketing Communication Manager Bittime, Selasa (18/6/2024).

Selain itu, USDT memiliki likuiditas tinggi di berbagai bursa kripto global. Hal ini memungkinkan konversi cepat USDT to IDR, yang sangat penting dalam situasi pasar yang tidak stabil. Likuiditas tinggi juga memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah membeli atau menjual USDT sesuai kebutuhan mereka.

Baca juga :   Korban Penipuan Daring Capai 26%

USDT memungkinkan transaksi yang cepat dan efisien, yang menjadi keuntungan besar ketika kecepatan sangat dibutuhkan dalam situasi ekonomi yang berubah-ubah. Transaksi USDT biasanya hanya memerlukan beberapa menit untuk diselesaikan, dibandingkan dengan transaksi fiat yang dapat memakan waktu lebih lama. Dibandingkan dengan transaksi fiat, biaya transaksi menggunakan USDT relatif lebih rendah.

Hal ini membuat USDT menjadi pilihan menarik untuk pengiriman uang atau pembayaran antar negara. Biaya yang lebih rendah ini membantu mengurangi biaya operasional dan memaksimalkan nilai transaksi bagi pengguna.

Dengan semakin banyaknya pengguna yang beralih ke stablecoin untuk menjaga nilai aset mereka, prospek penggunaan USDT di Indonesia terlihat positif. Peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat stablecoin dapat mendorong adopsi lebih lanjut. Infrastruktur kripto yang semakin kuat di Indonesia, termasuk bursa dan layanan keuangan digital, akan mendukung penggunaan USDT.

Baca juga :   Bitcoin Bisa Jadi Solusi Alternatif Investasi

“Bursa kripto lokal yang menyediakan likuiditas tinggi dan layanan yang andal dapat membantu memperkuat ekosistem kripto di Indonesia,” tambahnya.

Di sisi lain, komunitas kripto di Indonesia terus berkembang, memberikan dukungan lebih lanjut untuk adopsi stablecoin seperti USDT. Inisiatif dari komunitas dan edukasi yang berkelanjutan tentang penggunaan kripto dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan adopsi di kalangan masyarakat luas. (*AMBS)

 

Tags: aset kriptoBittimeStablecoinTether (USDT)
Previous Post

Fortinet Meluncurkan Asisten Keamanan IoT Berbasis AI Generatif

Next Post

Tren Belanja Otomotif di E-Commerce Terus Naik

Related Posts

Minat dan Kepercayaan Masyarakat Akan Aset Digital Meningkat
News

Minat dan Kepercayaan Masyarakat Akan Aset Digital Meningkat

11 Juli 2025
0
Bittime
News

Genjot Edukasi dan Inovasi Web3 Indonesia, Bittime Gandeng Hela Labs

23 April 2025
0
Transaksi Kripto
Headline

Fitur Staking Jadi Pilihan Investor Siasati Gejolak Pasar Aset Digital

3 April 2025
0
Load More
Next Post
Blibli x Dekoruma

Tren Belanja Otomotif di E-Commerce Terus Naik

Aktuaris

Tingkatkan Kualitas Aktuaris, AFI dan ITB Jalin Kerja Sama

petani milenial

Minat Generasi Milenial terhadap Inovasi dalam Pertanian Cukup Tinggi

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version