Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Creativepreneur

Joffe Mikhail : Mengembangkan Usaha itu Kuncinya Percaya Diri

27 Oktober 2016
in Creativepreneur, Headline
Reading Time: 4 mins read
Joffe Mikhail : Mengembangkan Usaha itu Kuncinya Percaya Diri

Joffe Mikhail Corleone, Founder dan CEO PINEGOODS & CO. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Banyak orang beranggapan bahwa untuk memulai usaha mandiri itu sesuatu yang riskan, wirausaha itu sesuatu yang penuh resiko, dunia bisnis itu kejam. Akibatnya karena takut dengan resiko, banyak orang menjadi kesulitan untuk bisa memulai usaha. Apalagi mereka yang berusia muda.

Populasi penduduk Indonesia berada di usia produktif yaitu pada umur 15-64 Tahun, merupakan modal besar bagi perekenomian nasional. Apalagi penduduk dengan usia 15-64 tahun jumlahnya mencapai 60% dari total penduduk nasional yang mencapai 240 juta orang. Generasi ini memiliki semangat pembaruan yang kreatif dan inovatif, termasuk dalam berbisnis.

Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan keberanian, percaya diri, banyak usaha dan juga kerja keras. Hal itu dibuktikan oleh Joffe Mikhail Corleone founder dan CEO dari PineGoods & Co. Dengan motivasi untuk bisa hidup mandiri dan tidak lagi bergantung pada orang tua, ia berwirausaha dan memproduksi sejumlah produk fesyen.

“Kala itu saya dan teman saya tiba-tiba berpikir kenapa kami spending money dari orang tua terus. Kenapa kami tidak menghasilkan uang sendiri saja dan tidak lagi merepotkan orang tua. Apalagi kami kuliah di jurusan desain yang bisa mendesain sesuatu yang dapat dijual. Intinya percaya sama diri sendiri,” ungkap Joffe kepada Youngsters.id tentang awal mula dia berwirausaha.

Ternyata ide yang dibicarakan di bawah pohon itu benar-benar mereka wujudkan. Lahirlah brand fesyen Pinegoods yang mengedepankan produk-produk tas buatan tangan.

“Nama Pinegoods itu dipilih karena waktu itu kami sedang berada di bawah pohon. Filosofinya pohon ini akan tinggi dan kuat meski diterpa angin dan goncangan. Sedangkan goods karena ini terkait dengan barang-barang fashion,” papar Joffe yang ketika memulai usaha ini baru berusia 19 tahun.

Baca juga :   Digitalisasi Pelaporan Pajak, DJP Gandeng VIDA

Produk fesyen lokal memang sedang bertumbuh. Mulai banyak orang yang suka berbelanja produk fesyen yang bersifat eklusif atau jarang ditemui di toko-toko fesyen pada umumnya. Peluang ini yang ditangkap oleh pemuda kelahiran Jakarta 12 Mei 1992 itu.

Minim pengalaman dan kurang pengetahuan tidak membuat Joffe gentar. “Terkadang kita tidak punya kesiapan, dan hanya berpikir banyak untuk memulai sesuatu. Ya fight aja saat kita sedang berusaha dan yakin sama diri sendiri,” kata Joffe yakin.

 

Ciri Utama

Tekad yang bulat membuat Joffe memulai usaha dengan modal pinjaman sebesar Rp 15 juta yang diperoleh dari saudaranya. Dengan modal itulah, dia mulai merancang produk yang akan dijual.

Sebagai anak muda metropolitan yang mengikuti tren fesyen, Joffe memanfaatkan bahan denim yang sedang tren saat itu sebagai bahan utamanya. Alih-alih memproduksi busana, Joffe memilih membuat tas. “Kami ingin menggunakan denim tapi dengan konsep baru. Jadi bukan celana melainkan tas,” akunya.

Mereka pun merancang sendiri produk yang mereka inginkan. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya didapatkan desain yang sesuai dan berkualitas serta layak dipasarkan. Ciri utama produk Pinegoods adalah waterproof, develop backpack yang dilengkapi raincoat. “Kami memang ini membuat produk tak hanya model saja, tapi juga yang berkualitas,” ujarnya.

Sasarannya adalah anak-anak muda yang berusia 18-28 tahun dan ingin tampil beda dan fashionable. Namun Joffe menemui kendala saat produksi siap dimulai. Pasalnya ia sama sekali tidak punya pengalaman tentang konveksi. Padahal ini adalah faktor utama dari produk handmade. “Karena modal terbatas, kami harus mencari vendor yang tepat. Karena di vendor itu nggak bisa kalau cuma buat dalam jumlah sedikit, jadi harus dalam jumlah banyak. Dan itu perlu modal besar,” ungkap peraih Design Appreciation Certificate from Curtin University Malaysia itu.

Baca juga :   Dorong Wirausaha Muda, SBXBank dan BankMahasiswa Jalin Kerjasama

Dewi fortuna masih berpihak padanya. Joffe akhirnya bertemu saudara yang memiliki tempat konveksi tas. Dan kompromi pun terjadi, sehingga produksi pun bisa dimulai. “Pokoknya fight aja, berusaha tak kenal menyerah. Apalagi orang tua dan keluarga sangat mendukung saya,” ucap putra tunggal dari Theresia Yuliana.

Joffe Mikhail : Mengembangkan Usaha itu Kuncinya Percaya Diri  (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)
Joffe Mikhail : Mengembangkan Usaha itu Kuncinya Percaya Diri (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

Startegi Personal

Karena keterbatasan modal, kata Joffe, di awal usaha mereka hanya memproduksi 300 pieces dengan target barang terjual dalam waktu dua bulan. Tak diduga, produk Pinegoods langsung habis terjual dalam dua minggu.

Rupanya keampuhan strategi pemasaran lewat media sosial, teman kampus dan reseller terbukti. Bahkan dalam kurun waktu sembilan bulan, produk Pinegoods telah terjual sebanyak 1.500 item.  Sungguh pencapaian luar biasa bagi usaha pemula yang minim promosi. Joffe mengaku, pencapaian itu membuat dia bisa mengembalikan pinjaman modal dengan cepat.

Dia juga semakin percaya diri. “Modal awal saya dulu itu sekitar Rp 15 juta dan saya dapat pinjaman dari saudara. Kini penghasilan saya per bulan bisa mencapai Rp 15 sampai 20 juta,” ujarnya bangga.

Prospek ini membuat Joffe mulai meningkatkan kapasitas produksi dengan lima orang karyawan di Bandung dan lima orang di Jakarta. Dia mengembangkan produk berbahan denim dan suede, serta desain tas mengikuti perkembangan tren terbaru. Bahkan, untuk urusan pengepakan dia memberi sentuhan personal berupa kain perca. Dia juga mulai mengikuti berbagai pameran fesyen dan industri kreatif.

Baca juga :   Kohler Bold Desain Award 2018 Digelar di Indonesia

Tentu saja, bisnis yang dikembangkan Joffe bukan tanpa rintangan. Joffe mengaku dia pernah mendapatkan complain dari pelanggan karena produk yang didapat tidak seperti pada foto. Untuk itu, dia mengatasinya dengan pendekatan personal. “Karena kepercayaan consumer itu tidak bisa dibeli,” ujarnya.

Peta persaingan yang ketat di industri kreatif fesyen juga disikapinya secara bijak. Menurut Joffe, dengan membuat desain yang lebih menarik dan berkualitas, maka Pinegoods tetap menguasai pasar. Bahkan, Joffe ingin memperluas pasar dengan membangun toko offline. Termasuk rencana membuka toko Pinegoods di Philipina dan Thailand di tahun 2017. “Harapannya sih, nggak cuma bisa ekspansi tas. Tapi juga bisa ke baju dan produk fesyen lainnya,” pungkas Joffe.

 

====================================

Joffe Mikhail Corleone

  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Mei 1992
  • Pendidikan Terakhir: Sarjana Desain Komunikasi Visual Binus University
  • Nama Brand : PINEGOODS
  • Nama Perusahaan : PINEGOODS & CO.
  • Berdiri : 25 Desember 2011
  • Modal : Rp 15 juta
  • Omzet : Rp 15-20 juta per bulan

Penghargaan yang pernah didapat  :

  • Featured on Hai Magazine (2013)
  • Featured on Free! Magazine (2012)
  • Featured on ECOBAR for Fashion Show (2012)
  • Design Appreciation Certificate from Curtin University Malaysia

=====================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia

Tags: Joffe Mikhail CorleonePinegoods & Co.tas handmade PineGoodswirausaha mudayoungpreneur
Previous Post

DBS Indonesia Dukung Startup Kembangkan Jaringan Bisnis

Next Post

Aceh Tengah Buka Pusat Promosi Kerajinan

Related Posts

wirausahawan muda
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

BCA Bangun Komunitas Untuk Dorong Pertumbuhan Wirausahawan Muda

6 Februari 2026
0
Wirausaha Berkelanjutan
STARTUP

DSC Season 16, Perkuat Kolaborasi Dan Dorong Wirausaha Berkelanjutan

30 Januari 2026
0
MAJU:ON Hackathon 2025, Kompetisi Wirausaha Muda Dengan Inovasi Lingkungan dan Energi
STARTUP

MAJU:ON Hackathon 2025, Kompetisi Wirausaha Muda Dengan Inovasi Lingkungan dan Energi

18 November 2025
0
Load More
Next Post
Aceh Tengah Buka Pusat Promosi Kerajinan

Aceh Tengah Buka Pusat Promosi Kerajinan

UI Rintis Pusat Riset Terpadu Energi Panas Bumi

UI Rintis Pusat Riset Terpadu Energi Panas Bumi

Telkomsel Gandeng ESQ Hadirkan Solusi Ekosistem Digital

Telkomsel Gandeng ESQ Hadirkan Solusi Ekosistem Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
Startup

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru

16 Februari 2026
MIND ID

Tekan Angka Kemiskinan, MIND ID Bina 10.000 UMKM Melalui Hilirisasi Ekonomi Lokal

16 Februari 2026
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
Startup

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru

16 Februari 2026
MIND ID

Tekan Angka Kemiskinan, MIND ID Bina 10.000 UMKM Melalui Hilirisasi Ekonomi Lokal

16 Februari 2026
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version