Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Kantong Plastik Ramah Lingkungan Berbahan Kentang

1 Februari 2021
in Headline, Innovation
Reading Time: 2 mins read
Kantong Plastik Ramah Lingkungan Berbahan Kentang

Pertanian kentang. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kepedulian akan lingkungan terus bergulir di kalangan anak muda. Baru-baru ini Hamdan Kafi Magfuri mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember [ITS] Surabaya membuat kantong plastik ramah lingkungan dengan bahan utama kentang.

Hamdan mengatakan, langkah ini mengingat dampak plastik yang selama ini kita gunakan butuh proses panjang terurai di alam. Berbekal riset sejumlah penelitian sebelumnya, Hamdan fokus memanfaatkan kentang yang tersedia banyak di Indonesia sebagai bahan utamanya

“Kentang merupakan komoditas terbesar di Indonesia. Dengan inovasi ini tentunya akan menaikkan pendapatan petani kentang. Rencananya, petani kentang pun dapat memproduksi sendiri plastik ramah lingkungan tersebut,” terang Hamdan yang dilansir laman its.ac.id.

Dia menerangkan, proses ini memanfaatkan kentang yang tidak lolos sortir untuk dijual di pasar. Hamdan lalu menggiling halus kentang itu untuk diambil sari patinya. Selanjutnya, sari pati diendapkan beberapa hari hingga menghasilkan endapan tepung. Kemudian, endapan ini dicampur plastisizer dan kitosan, dicetak pada cetakan lembaran, serta dipanaskan selama setengah sampai satu setengah jam pada suhu 120 derajat Celcius. Plastisizer diperoleh dari glisoerol dan asam asetat, yang berfungsi untuk mendapatkan sifat plastik, yakni memadatkan adonan.

Baca juga :   Smart Reducer Gas Pyrolysis ITS Alat Daur Ulang Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar

“Kitosan diperoleh dari tepung kulit udang dan cangkang kepiting. Fungsinya untuk menaikkan sifat mekanik plastik agar memiliki kekuatan menahan beban,” terangnya.

Hamdan menjelaskan, plastik berbahan dasar kentang ini memiliki karakteristik yang baik, yaitu memiliki kekuatan tarik sebesar 28 MPa. Standar SNI mensyaratkan daya tarik sebesar 27 MPa. Plastik ini, kata Hamdan, juga memiliki kemampuan yang sama dengan plastik konvensional dalam hal menahan air.

“Plastik berbahan sari pati kentang ini aman untuk makanan, karena tidak mengeluarkan zat karbon seperti plastik pada umumnya,” lanjutnya.

Kantong plastik berbahan dasar sari pati kentang ini diklaim dapat terurai dalam waktu 28 hari di dalam tanah, sehingga dipastikan tidak akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Penyimpanannya harus pada tempat yang minim kontak langsung udara bebas. Selain aman bagi lingkungan, sampah plastik ini juga dapat digunakan untuk pakan ternak maupun pupuk tanaman.

Baca juga :   Edu Braile, Mudahkan Tunanetra Belajar

“Harapannya, plastik ramah lingkungan ini dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya baru-baru ini.

Oleh karenanya, lanjut Hamdan, permasalahan ini membutuhkan inovasi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak buruk yang ditimbulkan. Sebab, plastik sendiri merupakan material yang sangat sulit terurai oleh tanah. Panjangnya rantai karbon dalam penyusunan materinya, membuat plastik baru dapat diurai oleh mikroorganisme dalam waktu ratusan hingga ribuan tahun. “Dengan demikian, ide utama yang harus diangkat adalah plastik yang mudah terurai dan memiliki manfaat lain selain menjadi sampah,” sambung mahasiswa asal Lumajang ini.

Hamdan juga berharap pendapatan petani kentang dapat meningkat kembali. Sebab, kini pendapatan petani kentang di Indonesia terbilang rendah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan nilai harga yang berbeda, antara harga jual petani dengan harga yang dijual di pasar. “Oleh karena itu, dalam gagasan ini, rencananya petani kentang sendiri yang akan memproduksi plastik ini,” ungkap mahasiswa kelahiran tahun 2000 ini.

Baca juga :   ILUTOR, Alat Pendeteksi Pembalakan Liar

 

STEVY WIDIA

Tags: Hamdan Kafi MagfuriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)plastik dari kentangplastik ramah lingkungan
Previous Post

Dapat Dukungan Telkom, Startup RUN System Targetkan Pendapatan Naik 3X Lipat

Next Post

TikTok Awards Indonesia 2020 Menghadirkan Bakat Kreatif Baru dari Berbagai Bidang

Related Posts

Tim Barunastra - Roboboat 2026
Innovation

Tim Barunastra ITS Jadi Juara Dunia Kompetisi RoboBoat 2026

4 Maret 2026
0
Tim Mahasiswa ITS Rancang Kursi Roda Yang Dikendalikan Gerakan Mata
Innovation

Tim Mahasiswa ITS Rancang Kursi Roda Yang Dikendalikan Gerakan Mata

21 Oktober 2024
0
Chatbot AI Milik OCA Revolusi Proses Komunikasi Di Kampus ITS
Technology

Chatbot AI Milik OCA Revolusi Proses Komunikasi Di Kampus ITS

7 September 2024
0
Load More
Next Post
TikTok Awards 2020, Apresiasi Kreativitas Kreator TikTok

TikTok Awards Indonesia 2020 Menghadirkan Bakat Kreatif Baru dari Berbagai Bidang

Huawei Kirim 10 Mahasiwa Indonesia Ke Seeds for the Future 2019

1000 Akun Huawei Cloud E-Learning Service untuk Kuliah Daring Tersedia Bagi 500 Perguruan Tinggi

Juara Dunia PUBG Mobile Nizar “Microboy” Perkuat Tim EVOS

Juara Dunia PUBG Mobile Nizar “Microboy” Perkuat Tim EVOS

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version