Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kebiasaan Bermain Medsos Ganggu Tidur 62% Masyarakat Indonesia

8 Agustus 2018
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Kebiasaan Bermain Medsos Ganggu Tidur 62% Masyarakat Indonesia

Princess Cruises merilis Laporan Relaksasi (Relaxation Report) tahunan kesembilan. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Hasil survey global pertama Princess Cruises di 12 negara, termasuk Indonesia, menemukan bahwa kebiasaan digital masyarakat Indonesia mempengaruhi mutu tidur mereka, dengan 62% penduduk melihat media sosial sebelum tidur.

Dengan semakin pentingnya peran komunikasi digital dalam kehidupan masyarakat Indonesia, hasil survey menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk tertinggi di antara 12 negara yang di-survey, yang memeriksa media sosial sebelum tidur. Riset telah menunjukkan dampak cahaya biru pada perangkat nirkabel sebelum tidur dapat mengurangi mutu tidur seseorang.

“Dari riset saya banyak orang Indonesia melakukan tidur di awal karena memerlukan bangun pagi sekaligus melakukan aktifitas. Bahkan kemacetan dan jauhnya tempat kerja dari sering membuat badan menjadi kelelahan. Malahan banyak orang menggunakan media sosial sebelum tidur padahal kondisi itu akan mengganggu siklus tidur kita, ” ujar Dr. Michael Breus Ph.D, di acara peluncuran Princess Cruises Luxury Beds di Hotel Aston Kuningan Jakarta Selasa (7/8/2018).

Sebagai bagian dari kampanye “Come Back New Promise’, Princess Cruises bermitra dengan para ahli terkemuka, baik dalam ilmu pengetahuan dan pesona tidur dalam mengembangkan Princess Luxury Bed. Dianugerahi dengan penghargaan ‘Best Cruise Ships Beds’ oleh Cruises Critic, Princess Luxury Bed adalah tempat tidur pertama dan satu-satunya di dunia yang dikembangkan khusus untuk pelayaran oleh ahli tidur bersertifikat, Dr Breus, guna mengantarkan tamu dalam menikmati sensasi tidur nyenyak di atas samudera.

Baca juga :   Galeri Indonesia Kolaborasi Dengan Blibli Mitra Perluas Pasar Omnichannel

“Tidur terus menjadi masalah bagi sebagian orang di seluruh dunia dan lintas generasi, baik di rumah maupun saat bepergian. Tidur merupakan pengalaman sensorik vital yang memungkinkan tubuh seseorang mengisi ulang energi dan memulihkan diri dari ketegangan mental dan fisik,” menurut Dr Breus.

Dr. Michael Breus Ph.D, dokter tidur dengan daftar klien yang terdiri dari selebriti Hollywood kelas-A, hadir di Jakarta dalam perhentian kedua Asia Sleep Tour. Beliau membagikan wawasan seputar Relaxation Report.

“Dengan bermitra bersama Princess Cruises, saya yakin kami telah menemukan beberapa aspek yang benar-benar unik yang bukan hanya sekedar tempat tidur itu sendiri, melainkan pengalaman menyeluruh yang akan mengantar para tamu untuk tidur nyenyak, ” sambung dia.

Baca juga :   Cari Vendor Acara di Pusatnya

Hasil survey itu mengungkapkan, dibandingkan dengan Gen X dan Baby Boomers yang lebih memilih menonton televisi sebelum tidur, generasi Millennial di Indonesia cenderung lebih memilih untuk beralih ke media sosial.

Menariknya, meskipun penggunaan media sosial yang tinggi di negara-negara Asia lainnya, masyarakat di negara lain biasanya menolak untuk memeriksa media sosial sebelum tidur, dimana hanya 23% masyarakat di Korea Selatan serta 24% masyarakat di Jepang yang bermain media sosial sebelum tertidur.

Dalam rangka meluncurkan Laporan Relaksasi (Relaxation Report) tahunan kesembilan, Princess Cruises memperluas studinya ke khalayak global, yakni dengan menambah perwakilan dari Singapura, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Tiongkok, Korea, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Inggris, serta Australia.

“Princess Cruises selalu berinovasi dalam menghadirkan berbagai macam penemuan baru dan pilihan bersantai bagi para tamu yang mencari pengalaman wisata unik. Princess Luxury Bed adalah salah satu inovasi yang dirancang guna memberikan kualitas tidur terbaik ketika di lautan lepas. Tamu-tamu di kawasan Asia Tenggara dapat menikmati pengalaman tidur di atas Princess Luxury Bed pada saat musim berlabuh di Singapura mulai November 2018 hingga Maret 2019, ” ucap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises.

Baca juga :   Permudah Akses Berbagai Aset Kripto, Aplikasi PINTU Luncurkan Wallet Web3

Princess Luxury Bed akan tersedia di 15 kapal pesiar mulai akhir Agustus. Kemudian disusul dua kapal lainnya yang pada tahun 2019. Dalam rangka mempersiapkan para tamu untuk menikmati pengalaman tidur terbaik saat di lautan, Princess Cruises dan Dr Breus juga mengoptimalkan kabin untuk mendapatkan pengalaman sensorik tidur nyenyak. Para tamu kategori suite akan mendapatkan ‘SLEEP by Princess Kit’ yang mencakup perlengkapan tambahan seperti penutup mata, penutup telinga, aroma terapi, aplikasi Good Night™ dari Dr Breus, dan masih banyak lagi.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: Laporan Relaksasi (Relaxation Report)Princess Cruises
Previous Post

FWD Life Hadirkan Asuransi Kesehatan Digital Bagi Pekerja Lepas

Next Post

Commonwealth Life Bersama TelkomGroup Luncurkan Produk Asuransi Berbasis Pembayaran Digital Pertama di Indonesia

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Commonwealth Life Bersama TelkomGroup Luncurkan Produk Asuransi Berbasis Pembayaran Digital Pertama di Indonesia

Commonwealth Life Bersama TelkomGroup Luncurkan Produk Asuransi Berbasis Pembayaran Digital Pertama di Indonesia

Lazada Manjakan Konsumen Jelang Harbolnas

Meriahkan Hari Kemerdekaan, Lazada Gelar “Flash Sale Untung” di 8.8

Ditargetkan 4000 IKM Masuk e-Smart

e-Smart IKM, Terapkan Industri Kecil Era Industri 4.0

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version