Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kecerdasan Buatan (AI) Bisa Gantikan Peran Manusia?

10 Maret 2023
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Artificial Intelligence

5 Tren Teknologi RELEX: AI dan ML Belum Jadi Prioritas Investasi oleh Perusahaan (Foto: ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Teknologi dapat memampukan, dan bahkan dapat mengubah segalanya. Dengan teknologi, impossible is nothing. Bayangkan, hal yang dulu mustahil hanya berupa fantasi dan imajinasi, sekarang muncul menjadi realita. Contohnya yang sedang menjadi sorotan saat ini adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang dapat membantu berbagai kegiatan dan pekerjaan.

Banyak perusahaan teknologi raksasa dunia yang sudah menerapkan kemampuan AI untuk dapat membantu pekerjaan mereka seperti Google, Apple, Microsoft, Tesla, Meta (Facebook). Hal ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Sehingga, dapat meminimalisir kemungkinan human error. Banyak yang beranggapan keberadaan AI ini dapat menggantikan peran manusia.

Yohan Limerta, CTO dan Co-Founder Cakap, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan EdTech, pihaknya sangat adaptif terhadap berbagai macam teknologi, termasuk AI. Akan tetapi untuk tahap teknologi ini sampai menggeser fungsi manusia, masih banyak elemen lain dalam memproses data yang tidak bisa digantikan.

“Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki sudut pandang, ideologi, pemahaman yang berbeda dalam menerima sebuah informasi. Manusia juga memiliki pembuatan keputusan yang berbeda-beda dalam menentukan mana yang benar dan salah. Saya melihat kecerdasan buatan ini akan menjadi salah satu pelengkap yang membantu dalam pembuatan keputusan ataupun pengembangan ide,” tutur Yohan, Kamis (9/3/2023).

Baca juga :   KoinWorks dan Wahyoo Berkolaborasi Sediakan Layanan PayLater untuk UMKM Kuliner

Salah satu kecerdasan buatan yang sedang ramai dibicarakan adalah ChatGPT yang merupakan produk dari perusahaan Amerika Serikat OpenAI. Kecerdasan yang ditawarkan berupa chatbot yang dapat melakukan berbagai tugas mulai dari menulis berbagai naskah/copywriting (pidato, surat) hingga penerjemahan dan proofreading.

Namun muncul pertanyaan, “Benarkah hasil yang dikerjakan oleh AI tersebut dapat diandalkan sehingga dapat menyaingi produk yang dihasilkan oleh manusia?” atau “Apakah produk kecerdasan buatan dapat menggantikan peran berbagai profesi yang dikerjakan manusia?”

Julian Rinaldi, copywriter pada EdTech Cakap mengungkapkan bahwa fenomena penggunaan kecerdasan buatan bak dua sisi mata uang. Bisa menjadi pesaing baru yang menawarkan kecepatan dan ketepatan, namun bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam menunjang pekerjaan.

Baca juga :   Indonesia Hadapi Tantangan Digital Skills Gap

“Kalau dibilang merasa terancam sih untuk saat ini belum. Walau menawarkan kecepatan, namun AI seperti menghilangkan unsur emosi yang biasanya diisi oleh seorang copywriter di setiap tulisan yang diproduksi. Pada akhirnya kecerdasan buatan seharusnya tidak perlu menjadi ancaman, namun bisa dimanfaatkan membantu seorang copywriter kedepannya,” ujar Julian.

Dari segi linguistik, sejumlah guru bahasa Inggris pada platform edtech Cakap mengungkapkan kekhawatiran yang muncul atas semakin populernya penggunaan AI bisa sangat dimengerti, namun tidak perlu menyikapinya secara berlebihan.

“Ketika revolusi Industri di tahun 1760, manusia mulai diperkenalkan dengan mesin. Sebagai dampaknya, ekonomi meningkat. Itu tidak selalu buruk,” ujar Putri Maharani, Guru Bahasa Inggris Cakap.

Di luar isu yang diuraikan diatas, masih ada hal teknis seperti belum terdaftarnya ChatGPT/OpenAI sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2021 atas Perubahan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang mengatur semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), bahwa wajib bagi PSE (termasuk OpenAI/ChatGPT) mendaftarkan produknya untuk dapat terus bisa diakses atau mengembangkan layanannya di Indonesia. Jika terus beroperasi tanpa terdaftar, maka yang terberat adalah operasi AI yang selama ini berjalan akan diblokir di Indonesia.

Baca juga :   Startup Master Bagasi Bantu Pasarkan Produk Asli Indonesia ke Mancanegara

Dengan semua concern yang disorot pengguna maupun pekerja yang erat tugasnya dengan yang dikerjakan oleh AI, dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang perlu dikembangkan dari segi teknis dan penyempurnaan fungsi sistem pada sisi AI.

Namun, sudah menjadi fakta juga, semakin maju perkembangan zaman, tentunya menuntut sebuah perubahan. Sebagai manusia, sudah sepatutnya kita harus terus mengasah diri, terus belajar dan tidak boleh berhenti melakukan upskilling. Sehingga, peran dan kontribusi yang kita berikan tidak bisa digantikan, bahkan oleh AI sekalipun. (*AMBS)

 

Tags: Artificial Intelligence (AI)edtech CAKAPkecerdasan buatan
Previous Post

Platform Pertukaran Kripto Reku Gandeng Maudy Ayunda sebagai Brand Ambassador

Next Post

Untung di Bisnis Penyewaan Kendaraan, ASSA Pacu Bisnis Logistik

Related Posts

Darma Henwa
AI & CYBER

Darma Henwa dan Huawei Bangun Digitalisasi Berbasis AI di Sektor Pertambangan Indonesia

11 Februari 2026
0
Tren Rekrutmen 2026
ANALYZE

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

29 Januari 2026
0
Grab AI DevX Connect 2026
AI & CYBER

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

29 Januari 2026
0
Load More
Next Post
ASSA Rental

Untung di Bisnis Penyewaan Kendaraan, ASSA Pacu Bisnis Logistik

Siswa Canggu Community Schools Bali

Memaksimalkan Minat Siswa pada STEM, Cambridge Kembali Gelar Kompetisi Sains

Lemonilo x Garda Pangan

Startup Lemonilo Gandeng Change Makers Lewat Gerakan #SetiapLangkahBerarti

Discussion about this post

Recent Updates

Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version