Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kemenristekdikti Naikkan Anggaran Untuk Startup

12 April 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Kemenristekdikti Naikkan Anggaran Untuk Startup

Menristekdikti Mohammad Nasir pada gelar Indonesia Startup Summit 2019. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pesatnya pertumbuhan usaha rintisan di Tanah Air mendapat dukungan dari pemerintah. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menganggarkan Rp400 miliar untuk mendukung perkembangan startup di Tanah Air.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, saat ini pertumbuhan usaha rintisan di Tanah Air sudah melampaui Iran, yang telah lebih dahulu mengembangkan ekosistem startup. Dia menyebut, Iran telah mengembangkan startup sejak 2004 dan dalam 10 tahun terakhir hanya dapat melahirkan 1.000 startup baru.

Untuk itu Kementerian Ristekdikti menetapkan  anggaran pengembangan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup tahun ini naik dari realisasi tahun lalu sejumlah Rp275 miliar. Adapun, anggaran tahun ini akan dialokasikan senilai Rp295 miliar untuk pengembangan 295 tenants atau calon startup, serta Rp75 miliar untuk 73 prototipe industri.

Baca juga :   Adrian Riyadi: Berbisnis Sepatu Karena Cinta Sneakers

“Anggaran sisanya [sekitar Rp40 miliar akan dialokasikan] untuk startup yang membutuhkan dana,” kata Nasir di acara Indonesia Startup Summit 2019 baru-baru ini.

Menurutnya,  meski ekosistem startup di Indonesia baru merebak pada 2014 namun dalam kurun 4 tahun, jumlah startup baru di Tanah Air menembus 1.307 unit. Sebanyak 1.307 startup tersebut dibagi menjadi dua kategori yakni PPBT yang sudah masuk industri dan calon PPBT.

“Ada 558 [startup di antaranya] merupakan perusahaan pemula berbasis teknologi, sisanya adalah calon startup. Tentunya, ke depan kami akan terus menjaring agar startup di Indonesia makin banyak yang masuk ranking ke-5 dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menristekdikti menyatakan, pengembangan startup di Tanah Air membutuhkanperan dari pelaku industri dan perguruan tinggi. Salah satunya, dengan membuat program studi yang ada di perguruan tinggi dapat menunjang lahirnya startup.

STEVY WIDIA

Tags: Indonesia Startup Summit 2019Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT)
Previous Post

Gelar Telkom Digisummit 2019 Telkom Hadirkan Inovasi Terbaru di Industri Digital Edutainment

Next Post

Samsung Galaxy A80 Personalisasi Gaya Hidup Milenial

Related Posts

IPTEK Faktor Kunci Berwirausaha
Headline

I3E 2019 Jadi Ajang Penghubung Penemu, Startup dan Investor

1 Oktober 2019
0
Ada 1.307 Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Headline

Ada 1.307 Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

11 September 2019
0
IPTEK Faktor Kunci Berwirausaha
Headline

Indonesia Startup Summit 2019 Hadirkan 5.000 Startup

6 April 2019
0
Load More
Next Post
Samsung Galaxy A80 Personalisasi Gaya Hidup Milenial

Samsung Galaxy A80 Personalisasi Gaya Hidup Milenial

Incar Milenial BRI Hadirkan Toko Resmi di Tokopedia

Incar Milenial BRI Hadirkan Toko Resmi di Tokopedia

Bidik Pasar UKM, Exabytes Akuisisi Master Web Network

Bidik Pasar UKM, Exabytes Akuisisi Master Web Network

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version