Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Layanan Identitas Digital Yang Aman Jadi Kunci Meningkatkan Kepercayaan pada Fintech

4 November 2021
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
VIDA

Tanda tangan elektronik menggunakan VIDA (Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Belakangan, kehadiran fintech ilegal di Tanah Air terus bertambah jumlahnya. Dengan demikian, upaya dalam memberantas fintech ilegal juga terus disuarakan pemerintah, asosiasi dunia usaha, serta pelaku industri fintech.

Hal ini diikuti upaya meningkatkan edukasi bagi masyarakat untuk mengenali Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) yang aman dan mencegah penyalahgunaan data pribadi masyarakat. Di sisi lain, penggunaan layanan identitas digital yang aman seperti tanda tangan elektronik (TTE) yang tersertifikasi diyakini sebagai solusi yang dapat meminimalisasi peluang penyalahgunaan data pribadi karena mampu melakukan verifikasi data pengguna secara aman. Dalam jangka panjang, identitas digital yang aman dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap fintech dan optimisme terhadap ekonomi digital nasional.

Ardi Sutedja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) mengatakan, praktek penyalahgunaan data pribadi konsumen oleh fintech ilegal menjadi sumber berbagai masalah identity fraud. Mulai dari kerugian materil hingga berkurangnya rasa percaya masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang legal.

“Oleh sebab itu, di sinilah layanan identitas digital yang aman memainkan peran kunci untuk mengembalikan, dan bahkan memperkuat kepercayaan masyarakat,” jelas Ardi di acara Meet Up dengan media yang disiarkan secara virtual Kamis (4/11/2021).

“Para fintech dapat memanfaatkan layanan TTE tersertifikasi, proses e-KYC  (Know Your Customer) atau verifikasi data terhadap penggunanya menggunakan sistem verifikasi biometrik berdasarkan data kependudukan dan deteksi kehidupan (liveness detection). Hal ini dapat diperkuat dengan penerbitan sertifikat elektronik sebagai bukti dari identitas digital terverifikasi yang sah dan dapat digunakan untuk melakukan tanda tangan elektronik,” imbuhnya.

Sementara itu, Sati Rasuanto CEO dan Co-founder VIDA, Deputy Secretary General IV & Head of The Personal Data Protection Task Force at the Indonesian Fintech Association (AFTECH) mengungkapkan dengan kemampuan memverifikasi data pengguna fintech, melakukan autentikasi dan tanda tangan secara digital, maka Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) seperti VIDA memiliki peran strategis. Terutama sebagai trusted layer yang tidak hanya memberi rasa terlindungi saat bertransaksi secara digital, namun juga membantu pengguna berperilaku secara aman di dunia digital.

“Tentu saja, rasa aman ini menjadi krusial dalam membangun ekosistem ekonomi digital di mana setiap pemainnya memiliki rasa saling percaya. Apalagi mengingat bahwa aktivitas dalam fintech bersifat nirbatas dan tanpa tatap muka secara fisik,” kata Sati.

Hal senada diungkapkan salah satu pelaku fintech, Dickie Widjaja, Chief Information Officer (CIO) Investree dan Deputy Secretary General Asosiasi FinTech Indonesia. Diakui Dickie, perilaku tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh fintech ilegal berdampak pada menurunnya rasa percaya masyarakat terhadap fintech.

“Padahal, fintech membawa potensi yang sangat besar baik bagi penggunanya maupun untuk pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Di sinilah pentingnya layanan identitas digital berperan kuat dalam membangun rasa percaya masyarakat. Keamanan digital merupakan investasi jangka panjang karena mampu memberikan akuntabilitas dan kredibilitas kepada fintech, dan dalam skala yang lebih besar,” katanya.

Saat ini VIDA merupakan PSrE pertama di Indonesia yang juga memperoleh akreditasi WebTrust global untuk penerapan standar keamanan internet, dan menerapkan biometrik wajah dalam melakukan verifikasi dan autentikasi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. TTE VIDA juga satu-satunya yang diakui di lebih dari 40 negara, karena VIDA merupakan PSrE pertama dari Indonesia yang masuk dalam Adobe Approved Trust List (AATL) atau daftar rekan terpercaya Adobe. Dalam hal memberikan layanan verifikasi identitas, VIDA juga telah tercatat sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) Tercatat Klaster e-KYC di OJK maupun regulatory sandbox di OJK dan Bank Indonesia.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: identitas digitalPenyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE)VIDA
Previous Post

Kemenkop UKM dan Tokopedia Jalin Kerja Sama untuk Digitalisasi Warung

Next Post

Telkomsel The NextDev 2021 Fokus Pada Potensi Startup Digital Menjawab Tantangan Sosial

Related Posts

AkuSign
Technology

Ramaikan Industri PSrE, AkuSign Diluncurkan untuk Amankan Transaksi Digital

23 Mei 2026
0
Keeper Security Keamanan Identitas
Technology

Keeper Security: 94% Pemimpin IT Asia-Pasifik Kesulitan Kelola Lonjakan Identitas Digital

7 Mei 2026
0
VIDA ID FraudShield
Technology

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Lawan Deepfake dan Penipuan Digital

7 Mei 2026
0
Load More
Next Post
the nextdev

Telkomsel The NextDev 2021 Fokus Pada Potensi Startup Digital Menjawab Tantangan Sosial

Qlue - C-Levels

Qlue Dorong Transformasi Bisnis Digital Melalui Teknologi Sistem Pengawasan

Kredivo

Dukung Geliat Industri Pariwisata, Kredivo dan AirAsia Jalin Kerja Sama

Discussion about this post

Recent Updates

Krom Bank

Tembus 1 Juta Rekening, Krom Bank Himpun DPK Rp10 Triliun Secara Organik

3 Juni 2026
PT SMI x Bank DBS Indonesia

Bank DBS dan DBS Vickers Dukung PT SMI Terbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur Rp150 Miliar

3 Juni 2026
Xiaomi 17T Series

Persaingan Smartphone Kini Bukan Sekadar Kamera, Xiaomi 17T Series Kedepankan AI Imaging

3 Juni 2026
Pendanaan FLOQ

Kantongi Pendanaan Baru Rp196 Miliar, Platform Kripto FLOQ Perkuat Infrastruktur Regulasi

3 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Krom Bank

Tembus 1 Juta Rekening, Krom Bank Himpun DPK Rp10 Triliun Secara Organik

3 Juni 2026
PT SMI x Bank DBS Indonesia

Bank DBS dan DBS Vickers Dukung PT SMI Terbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur Rp150 Miliar

3 Juni 2026
Xiaomi 17T Series

Persaingan Smartphone Kini Bukan Sekadar Kamera, Xiaomi 17T Series Kedepankan AI Imaging

3 Juni 2026
Pendanaan FLOQ

Kantongi Pendanaan Baru Rp196 Miliar, Platform Kripto FLOQ Perkuat Infrastruktur Regulasi

3 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version