Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Masa Depan Fintech di Indonesia: Mendorong Inklusi dan Literasi Keuangan

20 September 2023
in Headline
Reading Time: 3 mins read
QRIS

Gen Z dan Milenial Jadi Motor Utama Adopsi QRIS. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Teknologi finansial (fintech) telah mengalami lonjakan yang luar biasa di masa normal baru akibat pandemi COVID-19. Potensi pertumbuhan pengguna yang tinggi dan peningkatan transaksi digital yang signifikan ke depannya akan mendorong kemajuan fintech.

Sektor fintech di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan dan diperkirakan akan mendorong nilai transaksi, seperti yang disebutkan dalam East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2023. Prospek positif ini berkaitan erat dengan hubungan antara jumlah transaksi digital, literasi keuangan, dan inklusi keuangan.

Literasi keuangan membantu individu untuk membuat pilihan yang tepat tentang produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, inklusi keuangan berarti individu dan bisnis memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan yang bermanfaat dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan mereka – transaksi, pembayaran, tabungan, kredit, dan asuransi – yang dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Laporan EV-DCI 2023 menunjukkan peningkatan transaksi digital melonjak sebesar 32% dibandingkan tahun 2019. Lonjakan ini disertai dengan peningkatan literasi keuangan sebesar 17% dan peningkatan inklusi keuangan sebesar 20%. Data ini mengindikasikan adanya kemajuan dalam hal kesadaran dan akses terhadap sarana finansial demi stabilitas dan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.

Baca juga :   GrabWheels, Solusi Mobilitas Ramah Lingkungan
masa depan fitech
Nilai transaksi fintech, indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan (Sumber: Statista – Fintech Indonesia OJK – SNLIK 2022)

Salah satu pendorong kesuksesan fintech di Indonesia adalah adopsi platform pembayaran digital yang cepat. Platform-platform ini telah menyederhanakan transaksi seperti e-wallet, internet banking, dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang berkontribusi pada pergeseran dari aktivitas keuangan tradisional offline ke online.

Sebelum pandemi, penggunaan dompet digital hanya sekitar 10%. Namun, sepanjang tahun 2020, terjadi peningkatan persentase penggunaan dompet digital yang cukup signifikan, yaitu mencapai 44%.

Karantina dan pembatasan sosial selama pandemi mempercepat adopsi belanja online, menjadikan e-commerce sebagai sarana untuk konsumen dan bisnis. Hasilnya? Pertumbuhan e-commerce yang luar biasa sebesar 40% YoY dalam e-commerce selama semester pertama tahun 2022. Lebih mengesankan lagi, 53% pengguna e-commerce lebih memilih e-wallet. Artinya, kepercayaan yang semakin meningkat terhadap pembayaran digital.

Tantangan dalam perjalanan perkembangan fintech

Terlepas dari pertumbuhan yang mengesankan di sektor fintech, ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat kesenjangan sebesar 8,3% antara literasi dan inklusi keuangan di platform fintech. Hal ini menandakan bahwa beberapa individu mengetahui layanan fintech tetapi membutuhkan lebih banyak informasi untuk mengaksesnya.

Baca juga :   Lepasin Aja, Cara VIT Dukung Anak Muda
masa depan fintech
Literasi dan inklusi keuangan berdasarkan sektor jasa keuangan (Sumber: OJK: Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022)

Kesenjangan dalam literasi keuangan dan inklusi keuangan juga terlihat jelas di beberapa provinsi. Bengkulu, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi namun tingkat literasi keuangan yang rendah.

Data yang berbanding terbalik di tabel bawah ini menujukkan masyarakat memiliki akses terhadap produk keuangan namun membutuhkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penawaran produk tersebut. Kesenjangan pengetahuan ini membuat mereka terpapar pada risiko dampak bermunculannya pinjaman online (pinjol) ilegal. Antara tahun 2018 dan 2022, pihak berwenang telah menutup setidaknya 4.432 kasus pinjol ilegal – mengindikasi betapa seriusnya masalah ini.

masa depan fitech
Provinsi dengan literasi keuangan terendah 2022 (Sumber: Financial Services Authority, 2022)

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi tantangan ini dengan menerapkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) untuk tahun 2021-2025. Strategi ini bertujuan untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024.

Melalui strategi yang dirumuskan tersebut, pemerintah telah meluncurkan  beberapa inisiatif, termasuk membuat Massive Open Online Courses (MOOC) dan menyediakan kalkulator keuangan di situs web OJK untuk menilai kesehatan keuangan dan menyusun rencana keuangan yang baik.

Baca juga :   Mitra Tokopedia, Dorong UMKM Masuk Ranah Digital

Para pemain fintech, termasuk perusahaan dan asosiasi, telah menyelaraskan inisiatif mereka dengan strategi SNLKI. Salah satu contohnya adalah Hijra (sebelumnya bernama ALAMI), platform teknologi keuangan Islam terintegrasi yang diinvestasi oleh East Ventures. Model bisnis inovatif Hijra bertujuan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Strategi utama Hijra adalah mendanai UMKM, memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 perusahaan yang sebelumnya kesulitan mengakses pinjaman dari bank-bank tradisional, serta membantu lebih dari 4.000 startup dan UMKM melalui bimbingan, kursus, lokakarya, dan pendanaan.

Inisiatif-inisiatif ini menjadi contoh bagaimana platform fintech – menjembatani kesenjangan keuangan dan mendorong literasi keuangan di segmen populasi yang kurang terlayani.

Perjalanan menuju inklusi keuangan yang adil melalui fintech di Indonesia ditandai dengan kemajuan, tantangan, dan solusi kolaboratif. Dengan inisiatif pemerintah yang strategis, pelaku fintech yang inovatif, dan meningkatnya pengguna layanan keuangan digital oleh masyarakat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara yang lebih inklusif dan berdaya secara finansial. (*AMBS)

 

Tags: East VenturesEast Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2023fintech
Previous Post

Dukung Pertumbuhan Kendaraan Listrik, Bank DBS Indonesia Beri Pembiayaan US$16 Juta ke Indomobil

Next Post

18 Sekolah Ikuti League Phase Garena Youth Championship 2023 Free Fire

Related Posts

Ant International Sudah Layani 2 Miliar Transaksi Digital Lintas Negara
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Ant International Sudah Layani 2 Miliar Transaksi Digital Lintas Negara

15 Januari 2026
0
Ini Tiga Model Ekonomi Kreatif Yang Bakal Tren di 2025
STARTUP

Sinergi Hexahelix Jadi Penguat Ekosistem Creative Tech Nasional

12 Januari 2026
0
Pajak
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Setoran Pajak Ekonomi Digital Capai Rp44,55 Triliun hingga November 2025

29 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Garena Youth Championship 2023 Free Fire

18 Sekolah Ikuti League Phase Garena Youth Championship 2023 Free Fire

kepemimpinan digital

Pentingnya Kemampuan Kepemimpinan Digital bagi Dunia Bisnis di Indonesia

Evadore

Terdaftar Di Bursa Mata Uang Kripto, Evadore Jadi Pelopor Ekosistem ReFi yang Berkelanjutan

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version