Minggu, 12 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Masa Depan Fintech di Indonesia: Mendorong Inklusi dan Literasi Keuangan

20 September 2023
in Headline
Reading Time: 3 mins read
QRIS

BI Targetkan QRIS Tembus 150 Miliar Transaksi per Hari di 2030 (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Teknologi finansial (fintech) telah mengalami lonjakan yang luar biasa di masa normal baru akibat pandemi COVID-19. Potensi pertumbuhan pengguna yang tinggi dan peningkatan transaksi digital yang signifikan ke depannya akan mendorong kemajuan fintech.

Sektor fintech di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan dan diperkirakan akan mendorong nilai transaksi, seperti yang disebutkan dalam East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2023. Prospek positif ini berkaitan erat dengan hubungan antara jumlah transaksi digital, literasi keuangan, dan inklusi keuangan.

Literasi keuangan membantu individu untuk membuat pilihan yang tepat tentang produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, inklusi keuangan berarti individu dan bisnis memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan yang bermanfaat dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan mereka – transaksi, pembayaran, tabungan, kredit, dan asuransi – yang dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Laporan EV-DCI 2023 menunjukkan peningkatan transaksi digital melonjak sebesar 32% dibandingkan tahun 2019. Lonjakan ini disertai dengan peningkatan literasi keuangan sebesar 17% dan peningkatan inklusi keuangan sebesar 20%. Data ini mengindikasikan adanya kemajuan dalam hal kesadaran dan akses terhadap sarana finansial demi stabilitas dan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.

Baca juga :   Dirut Baru LinkAja Optimis Capai Pertumbuhan Bisnis Optimal
masa depan fitech
Nilai transaksi fintech, indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan (Sumber: Statista – Fintech Indonesia OJK – SNLIK 2022)

Salah satu pendorong kesuksesan fintech di Indonesia adalah adopsi platform pembayaran digital yang cepat. Platform-platform ini telah menyederhanakan transaksi seperti e-wallet, internet banking, dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang berkontribusi pada pergeseran dari aktivitas keuangan tradisional offline ke online.

Sebelum pandemi, penggunaan dompet digital hanya sekitar 10%. Namun, sepanjang tahun 2020, terjadi peningkatan persentase penggunaan dompet digital yang cukup signifikan, yaitu mencapai 44%.

Karantina dan pembatasan sosial selama pandemi mempercepat adopsi belanja online, menjadikan e-commerce sebagai sarana untuk konsumen dan bisnis. Hasilnya? Pertumbuhan e-commerce yang luar biasa sebesar 40% YoY dalam e-commerce selama semester pertama tahun 2022. Lebih mengesankan lagi, 53% pengguna e-commerce lebih memilih e-wallet. Artinya, kepercayaan yang semakin meningkat terhadap pembayaran digital.

Tantangan dalam perjalanan perkembangan fintech

Terlepas dari pertumbuhan yang mengesankan di sektor fintech, ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat kesenjangan sebesar 8,3% antara literasi dan inklusi keuangan di platform fintech. Hal ini menandakan bahwa beberapa individu mengetahui layanan fintech tetapi membutuhkan lebih banyak informasi untuk mengaksesnya.

Baca juga :   6 Startup East Ventures Masuk Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2024
masa depan fintech
Literasi dan inklusi keuangan berdasarkan sektor jasa keuangan (Sumber: OJK: Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022)

Kesenjangan dalam literasi keuangan dan inklusi keuangan juga terlihat jelas di beberapa provinsi. Bengkulu, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi namun tingkat literasi keuangan yang rendah.

Data yang berbanding terbalik di tabel bawah ini menujukkan masyarakat memiliki akses terhadap produk keuangan namun membutuhkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penawaran produk tersebut. Kesenjangan pengetahuan ini membuat mereka terpapar pada risiko dampak bermunculannya pinjaman online (pinjol) ilegal. Antara tahun 2018 dan 2022, pihak berwenang telah menutup setidaknya 4.432 kasus pinjol ilegal – mengindikasi betapa seriusnya masalah ini.

masa depan fitech
Provinsi dengan literasi keuangan terendah 2022 (Sumber: Financial Services Authority, 2022)

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi tantangan ini dengan menerapkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) untuk tahun 2021-2025. Strategi ini bertujuan untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024.

Melalui strategi yang dirumuskan tersebut, pemerintah telah meluncurkan  beberapa inisiatif, termasuk membuat Massive Open Online Courses (MOOC) dan menyediakan kalkulator keuangan di situs web OJK untuk menilai kesehatan keuangan dan menyusun rencana keuangan yang baik.

Baca juga :   5 Startup Unik dan Nyentrik dari Seluruh Dunia

Para pemain fintech, termasuk perusahaan dan asosiasi, telah menyelaraskan inisiatif mereka dengan strategi SNLKI. Salah satu contohnya adalah Hijra (sebelumnya bernama ALAMI), platform teknologi keuangan Islam terintegrasi yang diinvestasi oleh East Ventures. Model bisnis inovatif Hijra bertujuan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Strategi utama Hijra adalah mendanai UMKM, memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 perusahaan yang sebelumnya kesulitan mengakses pinjaman dari bank-bank tradisional, serta membantu lebih dari 4.000 startup dan UMKM melalui bimbingan, kursus, lokakarya, dan pendanaan.

Inisiatif-inisiatif ini menjadi contoh bagaimana platform fintech – menjembatani kesenjangan keuangan dan mendorong literasi keuangan di segmen populasi yang kurang terlayani.

Perjalanan menuju inklusi keuangan yang adil melalui fintech di Indonesia ditandai dengan kemajuan, tantangan, dan solusi kolaboratif. Dengan inisiatif pemerintah yang strategis, pelaku fintech yang inovatif, dan meningkatnya pengguna layanan keuangan digital oleh masyarakat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara yang lebih inklusif dan berdaya secara finansial. (*AMBS)

 

Tags: East VenturesEast Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2023fintech
Previous Post

Dukung Pertumbuhan Kendaraan Listrik, Bank DBS Indonesia Beri Pembiayaan US$16 Juta ke Indomobil

Next Post

18 Sekolah Ikuti League Phase Garena Youth Championship 2023 Free Fire

Related Posts

Visa Token Service
Technology

Visa Luncurkan Intelligent Commerce Connect, Permudah Bisnis Adopsi Belanja Berbasis AI

9 April 2026
0
[embayaran digital di Asia Tenggara
Features

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai

9 April 2026
0
CIIC 2026
Startup & Entrepreneurship

Siapkan Hadiah Rp15 Miliar, CIIC 2026 Fokus Cari Inovator Teknologi Iklim

8 April 2026
0
Load More
Next Post
Garena Youth Championship 2023 Free Fire

18 Sekolah Ikuti League Phase Garena Youth Championship 2023 Free Fire

kepemimpinan digital

Pentingnya Kemampuan Kepemimpinan Digital bagi Dunia Bisnis di Indonesia

Evadore

Terdaftar Di Bursa Mata Uang Kripto, Evadore Jadi Pelopor Ekosistem ReFi yang Berkelanjutan

Discussion about this post

Recent Updates

CFX Connect

CFX Connect, Wadah Literasi Keuangan Digital Bagi Generasi Muda

11 April 2026
Komdigi x Startup AI

Komdigi Gandeng Startup AI Lokal Berantas Judi Online dan Hoaks

11 April 2026
Pajak Kripto INDODAX

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Sokong 46% Penerimaan Nasional

11 April 2026
ADB - ASEAN Power Grid

ADB Luncurkan Dana Hibah Rp400 Miliar untuk Percepat Proyek Listrik Lintas Batas ASEAN

11 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
CFX Connect

CFX Connect, Wadah Literasi Keuangan Digital Bagi Generasi Muda

11 April 2026
Komdigi x Startup AI

Komdigi Gandeng Startup AI Lokal Berantas Judi Online dan Hoaks

11 April 2026
Pajak Kripto INDODAX

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Sokong 46% Penerimaan Nasional

11 April 2026
ADB - ASEAN Power Grid

ADB Luncurkan Dana Hibah Rp400 Miliar untuk Percepat Proyek Listrik Lintas Batas ASEAN

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version