Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Melawan Ancaman AI dengan AI

30 Oktober 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Program AI Ready ASEAN

AI Ready ASEAN: Solusi Literasi Digital untuk Siapkan Generasi Muda Hadapi Transformasi Global (Foto: Ilusrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tren Artificial Intelligence (AI) tengah menjadi fenomena, begitu pula dengan pesatnya kecepatan adopsi GenAI. Di sisi lain, lanskap keamanan siber menjadi semakin rumit ketika para penjahat siber juga mengeksploitasi kemampuan AI. Salah satu contohnya adalah penggunaan konten fiktif (deep fake content) untuk melakukan serangan phishing dan penyebaran disinformasi.

Incident Response Report 2024 oleh Unit 42 Palo Alto Networks menyoroti bahwa para pelaku ancaman memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan, skala, dan kecanggihan pada serangan mereka.

Dengan meningkatnya risiko dari penggunaan AI yang merugikan dan serangan berbasis AI yang canggih, para pelaku keamanan siber dituntut untuk memberikan solusi instan untuk masalah yang kompleks. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyederhanakan hal ini adalah dengan memanfaatkan kemampuan GenAI dalam memberikan wawasan dan rekomendasi sebagai asisten bagi para tim keamanan.

Baca juga :   VENTENY Bukukan Pendapatan Rp104 Miliar di Semester I Tahun 2025, Naik 18,3%

Adi Rusli, Country Manager Indonesia, Palo Alto Networks menjelaskan, tim keamanan seringkali dihadapkan dengan berbagai keputusan dan tugas-tugas harian. Dengan mengotomatisasi tugas-tugas keamanan rutin dan memanfaatkan kemampuan GenAI, para analis keamanan dapat memusatkan perhatian mereka pada berbagai hal yang lebih penting, seperti pengembangan strategi yang lebih tinggi dan penilaian ancaman yang kompleks.

“Jika dipadukan dengan pembelajaran mesin yang canggih, teknologi ini dapat membantu tim keamanan untuk memperoleh hasil yang akurat atas masalah keamanan yang dihadapi dengan seketika, sehingga dapat mengurangi durasi waktu rata-rata untuk mendeteksi (MTTD) dan waktu rata-rata untuk merespons (MTTR),” jelas Adi, dikutip Rabu (30/10/2024).

Selain itu, keamanan siber seringkali menggunakan berbagai macam istilah teknis yang rumit serta analisis rinci yang mungkin sulit dipahami oleh para pimpinan yang tidak memiliki kemampuan teknis. Oleh karena itu, asisten AI juga berperan penting dalam menerjemahkan informasi teknis yang rumit ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh jajaran pemangku kepentingan. Dengan demikian, AI dapat menjembatani kesenjangan komunikasi antara tim keamanan teknis dan pimpinan eksekutif.

Baca juga :   GoPay Kini Jadi Opsi Pembayaran di Aplikasi MyBluebird

Asisten AI yang dinamakan Copilot juga berperan dalam meminimalisir kesenjangan keterampilan dengan memberikan bantuan berbasis AI secara real-time sehingga anggota tim yang kurang berpengalaman sekalipun tetap bisa merespons ancaman keamanan siber secara efektif. Misalnya, kemampuan memanfaatkan pembelajaran mesin dan kemampuan kecerdasan kontekstual yang canggih, yang berbasis kumpulan data keamanan siber yang kaya dan beragam, untuk memandu tim keamanan dalam melakukan tugas-tugas kompleks dengan memberikan rekomendasi dan wawasan terperinci yang disertai langkah-langkahnya.

Dengan demikian, kemampuan Copilot mampu memberdayakan tim keamanan dan para pengambil keputusan untuk membuat pilihan-pilihan yang cermat, yang dapat memperkuat postur keamanan siber dan menyelaraskannya dengan strategi bisnis secara keseluruhan.

Integrasi AI ke dalam praktik keamanan siber diperkirakan akan menjadi semakin marak dan dipersonalisasi seiring dengan upaya organisasi untuk meningkatkan pertahanan mereka terhadap ancaman yang terus berkembang. Dengan senantiasa menjadi yang terdepan dalam menghadapi ancaman yang berkembang, memanfaatkan AI untuk pertahanan proaktif, dan terus mengembangkan strategi keamanan, organisasi dapat menavigasi lanskap AI dan melindungi aset digital mereka secara efektif. (*AMBS)

Baca juga :   Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

 

Tags: adopsi GenAIAncaman AIdeep fake content
Previous Post

38% Pekerja Indonesia Mulai Menggunakan GenAI

Next Post

Startup Privy Sediakan Layanan Administrasi Digital bagi Jaringan RS Hermina

Related Posts

Adopsi AI Asia Tenggara
Technology

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Privy

Startup Privy Sediakan Layanan Administrasi Digital bagi Jaringan RS Hermina

Amar Bank

Rasio NPL Amar Bank Menurun 0,92% di Kuartal III 2024

Grha Telkom

Telkom Bukukan Pertumbuhan Pendapatan Konsolidasi Rp112,2 Triliun di Kuartal III 2024

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version