Sabtu, 14 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

NextICorn Dorong Indonesia Jadi Pusat New Economy Dunia

15 November 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
NextICorn Dorong Indonesia Jadi Pusat New Economy Dunia

Chairman Yayasan NextICorn Daniel Tumiwa membuka acara NextICorn 2019. (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sebagai upaya untuk mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi baru berbasis digital di dunia, untuk kali ketiganya NextICorn (Next Indonesian Unicorns) menyelenggarakan NextICorn International Summit di Jimbaran Hub, Bali, pada 14 hingga 15 November 2019.

Gelaran NextICorn International Summit ini mempertemukan 103 perusahaan rintisan berbasis teknologi yang telah dikurasi kualitasnya, dengan 169 investor ternama berskala global dari berbagai penjuru dunia.

Berdasarkan laporan terbaru dari Google dan Temasek, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan new economy yang paling pesat dalam lima tahun terakhir di kawasan Asia Tenggara. Pada 2019, ekonomi digital Indonesia sendiri telah mencapai US$ 40 miliar, atau tumbuh lima kali lipat dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai US$ 8 miliar. Dengan pertumbuhan rata–rata sebesar 49% per tahun, Indonesia bahkan diyakini dapat menembus US$ 130 miliar pada 2025.

Untuk mendukung hal tersebut, pada NextICorn International Summit tahun ini, NextICorn mengutamakan untuk memperbanyak terjadinya pertemuan antar perusahaan rintisan dengan investor, dengan harapan akan meningkatkan jumlah kesepakatan berinvestasi yang tercapai dari pertemuan tersebut.

Baca juga :   Nusantics Raih Pendanaan dari Program Akselerator Global Illumina

“Target kami tahun ini adalah merealisasikan minimal 1.500 pertemuan dari 4.800 permintaan yang sudah tercatat antara 103 startup dan 169 investor yang akan berpartisipasi dalam 2 hari ke depan. Sehingga harapannya akan lebih meningkatkan kemungkinan terjadinya kesepakatan antar mereka,” ujar Daniel Tumiwa, ketua Yayasan NextICorn.

Menurut Daniel, dari jumlah permintaan meeting yang telah tercatat, tahun ini terdapat banyak peningkatan permintaan dari investor untuk startup dengan kategori industri kesehatan, agrikultur dan juga edukasi.

“Dari peningkatan jumlah permintaan, kami memprediksi ke depannya bahwa industri healthtech, agritech, edutech, logistik, fintech dan esports akan menjadi fokus utama incaran investor yang mau berinvestasi di sektor startup Indonesia,” tambah Daniel.

Sebagai ajang yang membantu perusahaan rintisan di Indonesia untuk berkembang menuju tingkatan selanjutnya, NextICorn bersama dengan Ernst & Young Indonesia telah mengkurasi ratusan startup yang bergabung di International Summit tahun ini. Beberapa kriteria yang menjadi acuan telah ditetapkan, antara lain:

  • Berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau Penanaman Modal Asing (PMA) dengan kepemilikan modal lokal minimal 25%.
  • Setidaknya sudah memperoleh investasi US$ 100 ribu dari investor eksternal.
  • Bila masih bootstrap atau didanai oleh pendiri, startup kategori media minimal memiliki lima juta pengguna aktif bulanan (Month Active User/MAU).
  • Bagi startup e-commerce, minimal nilai transaksinya (Gross Merchandise Value/GMV) lebih dari US$ 1 juta atau aplikasinya diunduh satu juga kali.
  • Bagi startup di bidang Software as a Service (SaaS), minimal Annual Recurring Revenue (ARR) sebesar US$ 500 ribu.
Baca juga :   Reliance Ventura Akan Akuisisi Empat Perusahaan StartUp

“Ajang ini bukan bertujuan untuk menciptakan lebih banyak startup lagi, tapi bagaimana untuk membantu mereka yang model bisnis dan strukturnya sudah kokoh, untuk naik kelas ke tingkatan selanjutnya. Untuk itu kami merumuskan standar yang komprehensif dalam mengkurasi startup ini. Jika dilihat dari pendanaannya, dari 103 perusahaan rintisan yang hadir kali ini, sekitar 20% sebelumnya sudah pernah mendapat pendanaan kurang dari US$ 1 juta. Sedangkan, 55% telah memperoleh pendanaan US$ 1 juta-US$ 5 juta, dan 25% di atas US$ 5 juta,” terang Daniel.

Pada NextICorn International Summit 2019, hadir sederet investor besar seperti Sequoia Capital, Vertex, Temasek, Alpha JWC Ventures, EV Growth, Kejora Ventures, SBI Investments, BRI Ventures hingga Salim Group. Mereka hadir untuk melihat peluang berinvestasi pada nama–nama besar perusahaan rintisan terbaik di Indonesia yang telah dikurasi, seperti Logisly, PrivyID, Kata.ai, KoinWorks, Snapcart, Kulina, dan lain – lain.

Baca juga :   Inisiatif Tokopedia Sepanjang 2022 Dukung Pertumbuhan UMKM

 

FAHRUL ANWAR

Tags: new economyNextICorn International SummitstartupYayasan NextICorn
Previous Post

GetPlus Tawarkan Belanja Hemat di 20.000 Gerai Belanja

Next Post

Kao Luncurkan Gerakan Daur Ulang Sampah Popok

Related Posts

Living Lab Ventures
STARTUP

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
0
Kopi Kenangan
STARTUP

Raup Laba US$17 Juta, Kopi Kenangan Siap Meluncur Ke Bursa

9 Februari 2026
0
CES 2026 Innovation Awards
STARTUP

Startup Binaan Samsung C-Lab Raih 17 Penghargaan CES 2026 Innovation Awards

13 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Kao Luncurkan Gerakan Daur Ulang Sampah Popok

Kao Luncurkan Gerakan Daur Ulang Sampah Popok

Percepat Ekspansi dan Perluasan Jaringan, J&T Express Siapkan Lebih US$100 Juta

Festival Belanja Online 11.11, J&T Express Sentuh 6 Juta Paket Pengiriman

YOLO Fest: Sajikan Romansa Musik  Era 90-an

YOLO Fest: Sajikan Romansa Musik Era 90-an

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version