Sabtu, 3 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pariwisata Sumbang Devisa Terbesar Kedua

19 Oktober 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Wakatobi

Wakatobi. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sektor pariwisata nasional memberi kontribusi yang besar bagi pembangunan nasional. Pertumbuhan pariwisata nasional selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di angka 25,68%, jauh mengungguli pertumbuhan industri wisata di kawasan maupun dunia.

Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2019 sudah mengalahkan pemasukan devisa dari industri kelapa sawit (CPO).

“Perolehan devisa negara dari sektor sektor pariwisata sejak tahun 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas dan di bawah pemasukan dari CPO. Diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa utama Indonesia sebesar US$24 miliar,” kata Arief Yahya Menteri Pariwisata RI dalam siaran pers pemaparan Kinerja Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bertajuk “Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan” Selasa (17/10/2017) di Kantor Staf Presiden Jakarta.

Baca juga :   Industri Wisata Mulai Pulih, Penjualan tiket.com Melonjak Drastis di Q3 2020

Didampingi Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Arief mengungkapkan, dari hasil riset World Bank diungkapkan, investasi di industri pariwisata sebesar US$1 juta mampu menyumbang 170% dari PDB.

“Presiden Jokowi sudah menyadari dan meminta agar pariwisata menjadi sektor unggulan terbesar nasional,” ucapnya.

Arief menjelaskan dari hasil riset World Bank 2016, sektor pariwisata adalah penyumbang yang paling mudah untuk devisa dan pendapatan domestik bruton (PDB) suatu negara. Sebab, industri pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil menengah seperti kuliner, cinderamata, transportasi dan lainnya.

“Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah,” ujarnya.

Baca juga :   Anugerah Adikarya Wisata 2019: Bangun Daya Saing Pariwisata di Jakarta

Selain itu, Arief mengutip penilaian The Telegraph yang menyebut Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata.

Dikatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam kurun waktu Januari-Agustus 2017 mencapai 25,68%. Sedangkan industri pelesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7% dan semantara dunia hanya berkembang 6%.

Selain itu, dibandingkan dengan negara jiran seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, Indonesia juga lebih unggul dalam hal Tourism Branding “Wonderful Indonesia” dan Paket Destinasi dengan berbagai penghargaan internasional yang diraih Indonesia.
Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) menunjukkan perkembangan menggembirakan. Peringkat Indonesia naik 10 poin dari 50 pada tahun 2015 menjadi 42 pada tahun ini.

Baca juga :   Stimulus Daya Beli Masyarakat di Akhir Tahun, Kredivo dan Kawan Lama Group Jalin Kemitraan

Untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dengan targetnya 20 juta kunjungan pada 2019, Kementerian Pariwisata mempromosikan 10 destinasi wisata baru di Indonesia.

Menpar menjelaskan destinasi yang pengembangannya prioritas ada 10, meliputi: Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Labuan Bajo. Sementara itu, 10 daerah yang sektor pariwisatanya sudah berkembang dan lebih siap menyambut banyak turis meliputi 3 destinasi diving: Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken, serta 3 destinasi pemasaran utama: Bali, Jakarta, Kepri, serta Banyuwangi, Bandung, serta Joglosemar.

STEVY WIDIA

Tags: Arief Yahya Menteri Pariwisata RIdevisaindustri pariwisataKinerja Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JKThe Telegrap
Previous Post

Riset Google: 74% Orang Indonesia Mencari Informasi Keuangan di Internet

Next Post

Roberto Thamrin dkk. : Sukses Mengembangkan Aplikasi Media Sosial yang Diunduh Anak Muda di Seluruh Dunia

Related Posts

pariwisata Indonesia
Headline

Pariwisata Indonesia Alami Kalibrasi di Tahun 2025

23 Desember 2025
0
Affiliate Member UNWTO
Headline

Traveloka Sudah Punya 40 Juta Pengguna Aktif di 8 Negara

25 Februari 2025
0
industri pariwisata
News

Dukung Pemulihan Industri Pariwisata, BCA dan tiket.com Gelar Travel Fair

20 September 2023
0
Load More
Next Post
Roberto Thamrin dkk. : Sukses Mengembangkan Aplikasi Media Sosial yang Diunduh Anak Muda di Seluruh Dunia

Roberto Thamrin dkk. : Sukses Mengembangkan Aplikasi Media Sosial yang Diunduh Anak Muda di Seluruh Dunia

Kampanye “Yuk Ke Monas”, Pemprov DKI Jakarta Gandeng CocaCola

SM Young Architect Competition 2017, Ajang Unjuk Gigi Arsitek Muda

Tim Papua Pemenang FWD Hackathon 2017

Generasi Muda Harus Melek Pengelolaan Keuangan

Discussion about this post

Recent Updates

bluRDN

Jumlah Investor Ritel Naik 32,6%, blu by BCA Digital Luncurkan bluRDN

2 Januari 2026
Aplikasi Zenius

Ironi Sang Pionir: Jatuh Bangun 20 Tahun Zenius dan Pelajaran dari “Taruhan Eksistensial”

2 Januari 2026
Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

2 Januari 2026
Siapkan Talenta Cyber Security Masa Depan Telkom Gandeng Palo Alto Networks

Siapkan Talenta Cyber Security Masa Depan Telkom Gandeng Palo Alto Networks

2 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
bluRDN

Jumlah Investor Ritel Naik 32,6%, blu by BCA Digital Luncurkan bluRDN

2 Januari 2026
Aplikasi Zenius

Ironi Sang Pionir: Jatuh Bangun 20 Tahun Zenius dan Pelajaran dari “Taruhan Eksistensial”

2 Januari 2026
Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

2 Januari 2026
Siapkan Talenta Cyber Security Masa Depan Telkom Gandeng Palo Alto Networks

Siapkan Talenta Cyber Security Masa Depan Telkom Gandeng Palo Alto Networks

2 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version