Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Paytren Targetkan Raih Pendapatan Rp 5,1 Triliun di 2019

4 Januari 2019
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Paytren Targetkan Raih Pendapatan Rp 5,1 Triliun di 2019

(ki-ka) Andrian M. Saputra, CIO PayTren; Ustadz Yusuf Mansur, Owner & Founder PayTren; dan Hari Prabowo, CEO & Co Founder PayTren. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan financial Technology (Fintech) PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) menargetkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) capai Rp 5,1 triliun pada 2019.

Startup besutan Yusuf Mansur ini sudah mengantongi izin uang elektronik dan transfer dana dari Bank Indonesia (BI). Paytren pun telah menyediakan layanan keuangan digital (branchless banking) transfer dana, agregator pembayaran tagihan, reksa dana, dan uang elektronik dengan kode Quick Response (QR). Dengan menyediakan layanan itu, Paytren memungut komisi dari mitra-mitranya.

“Kami target Rp 5,1 triliun untuk omzet (pendapatan) dari setiap transaksi. Itu di luar transaksi sedekah, sebab Paytren tak memungut komisi,” kata Hari Prabowo CEO Paytren dalam keterangannya Kamis (3/1/2019) di Jakarta.

Baca juga :   UMKM Jadi Pasar Menjanjikan Bagi Fintech

Pada Januari 2019, Paytren berencana merilis layanan remitansi. “Kami sudah siap. Kami masih menunggu kesiapan dari Pihak Ketiga di Hong Kong,” kata Hari.

Pada akhir 2018, Paytren juga merilis aplikasi versi 5.17. Tampilan aplikasi Paytren ini disebut-sebut lebih mudah dan cepat untuk digunakan oleh pengguna. Sejalan dengan hal itu, Hari mencatat pendaftaran pengguna baru melalui proses Know Your Costumer (KYC) secara elektronik mencapai 1 ribu per hari.

Saat ini, Paytren tengah memperluas basis pasar dengan menggaet pengelola dana di rumah ibadah, baik masjid, gereja, vihara, pura, ataupun klenteng. Sejak akhir Desember 2018, Paytren sudah membuka pendaftaran bagi pengelola dana di rumah ibadah yang terdaftar di Indonesia.

Baca juga :   Pendanaan Untuk Startup Fintech Dunia Capai US$15 Miliar di Kuartal I/2023

Hari menyatakan, sudah ada ribuan pengelola dana rumah ibadah yang mendaftarkan diri sebagai mitra Paytren. “Kami sudah uji coba di salah satu masjid di Bandung, dalam kurun waktu satu jam (sedekah) Rp 15 juta per lokasi. Sepanjang 2018, sedekah melalui Paytren mencapai Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Kabarnya Paytren memiliki 2,2 juta mitra di Indonesia dan 35 negara lainnya.

FAHRUL ANWAR

Tags: financial technology (Fintech)pengelola danaPT Veritra Sentosa Internasional (Paytren)
Previous Post

Semen Baturaja Gandeng Telkom Untuk Digitalisasi Bisnis

Next Post

Bolt dan First Media Selesaikan Refund 3.321 Pelanggan

Related Posts

AFTECH
Digital Business

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
0
Amartha
Digital Business

Amartha Perkuat Layanan UMKM Akar Rumput Dan Kembangkan Dompet Digital

24 Januari 2026
0
Amartha - Andi Taufan
Digital Business

Industri Fintech Turut Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

24 Desember 2025
0
Load More
Next Post
BOLT! Jadi Provider 4G Terfavorit 2016

Bolt dan First Media Selesaikan Refund 3.321 Pelanggan

Jogja Startup Sprint, Ajak Komunitas Startup di Yogyakarta Kembangkan Produk

Jogja Startup Sprint, Ajak Komunitas Startup di Yogyakarta Kembangkan Produk

Perpustakaan Nasional Jangkau Dunia Lewat Khastara

Perpustakaan Nasional Jangkau Dunia Lewat Khastara

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version