Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup & Entrepreneurship

Pegiat UMKM Harus Melek Tren dan Kondisi Pasar Setelah Pandemi

5 November 2022
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 2 mins read
Konferensi Maju Digital 2022 (KoMD)

Para peserta Konferensi Maju Digital 2022 (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Tetapi pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada para pegiat UMKM. Untuk bertahan mereka harus melakukan transformasi digital. Kini paska pandemi, mereka dituntut untuk bisa membaca tren pasar dan industri.

“Pelaku UMKM harus lebih melek akan target konsumen dan pasar yang dituju,” kata Rusdy Sumantri Director Consumer Insight NielsenIQ Indonesia pada gelar Konferensi Maju Digital 2022 (KoMD) baru-baru ini di Jakarta.

Rusdy mengungkapkan, saat ini terdapat empat tren pasar dan industri yang perlu diketahui oleh pelaku UMKM. Pertama, Value seeker, pelaku UMKM harus gencar dalam menyediakan berbagai jenis promo untuk menarik konsumen. “Karena saat ini konsumen lebih memperhatikan harga dalam membeli suatu produk,” ujarnya.

Baca juga :   ShopeePay dan Kitabisa.com Bersinergi Galang Dana Bagi UMKM

Kedua, new online format. Untuk itu, pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi dalam berjualan di berbagai channel online yang dimiliki. Selanjutnya, Assortment & pricing, pelaku UMKM dapat menentukan produk yang tepat dalam berjualan di channel online maupun offline. Hal ini dikarenakan adanya kecenderungan perbedaan basket size saat konsumen berbelanja online dan offline. “Terakhir, omni channel  pelaku UMKM perlu memikirkan model bisnis yang dapat menghadirkan pengalaman seamless bagi konsumen,” papar Rusdy.

Konferensi Maju Digital 2022 (KoMD) digelar Grup GoTo dengan tema “Transformasi Usaha Digital dan Ramah Lingkungan.” Tercatat lebih dari 50 ribu UMKM baik secara daring maupun luring berkumpul, berdiskusi, belajar bersama dan berjejaring dalam ekosistem GoTo.

Baca juga :   Manfaatkan Generative AI, Carro Luncurkan Kampanye Iklan Regional 'Surprisingly Short'

“KoMD adalah konferensi UMKM nasional terbesar dari Grup GoTo untuk mendorong kapasitas pegiat UMKM Indonesia melalui berbagai inisiatif dan solusi teknologi, agar dapat terus beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha masa kini. Kehadiran KoMD 2022 dilatarbelakangi oleh tingginya animo peserta rangkaian KoMD 2021,” kata Bayu Ramadhan Group Head of Merchant Marketing Gojek dan GoTo Financial.

Sementara itu, VP of Seller Experience Tokopedia, Puput Hidayat mengatakan, melalui KeMD, Grup GoTo memberikan pembekalan terkait pengembangan usaha dan kompetensi kewirausahaan agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia semakin menjadi pilihan masyarakat.

“KoMD dapat terlaksana melalui kolaborasi Grup GoTo dengan pemerintah daerah dan UMKM lokal untuk membantu pemulihan ekonomi daerah. KeMD 2021 telah diselenggarakan di berbagai wilayah, seperti Solo, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Jabodetabek,” katanya.

Baca juga :   MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

 

STEVY WIDIA

Tags: Grup GoToKonferensi Maju Digital 2022 (KoMD)UMKM
Previous Post

Fitur Agree Traceability Permudah Penikmat Kopi Telusuri Sumber Kopi

Next Post

Blibli Perkuat Ekosistem Omnichannel Dengan Buka Toko Tukar Tambah Resmi

Related Posts

QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan
Digital Business

Resmi! Sekarang Bisa Bayar Pakai QRIS di Korea Selatan, Tak Perlu Tukar Won

6 April 2026
0
Fitur Teknologi AI Grab
Technology

400 Ribu Merchant Manfaatkan Fitur Teknologi AI Grab Untuk Perluas Usaha

1 April 2026
0
e-commerce
Digital Business

Analisis Momentum Works: Peringatan Menkeu Purbaya bagi e-Commerce Asing di Indonesia

27 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Blibli Platform Omnichannel Commerce

Blibli Perkuat Ekosistem Omnichannel Dengan Buka Toko Tukar Tambah Resmi

Pajak

Kuncie Gandeng Universitas Kristen Petra Gelar Program Online Kursus Pajak Intensif

Sundeep Sahi CEO dan Founder Skuad

Go-Ventures Pimpin Pendanaan Seri A Skuad, Startup HRIS Pekerja Remote

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version