Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pengguna Internet di Indonesia Dukung Sensor di Dunia Maya

17 Juni 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Google Lawan Misinformasi

Netizen merupakan sasaran hoax dan konten negatif di media sosial. (Foto: ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pengguna internet di Indonesia mendukung langkah pemerintah menyensor konten-konten di dunia maya untuk memberantas penyebaran berita palsu atau fake news serta hoaks. Demikian hasil survei dan riset Ipsos-Centre for International Governance Innovation (CIGI) bertajuk Keamanan dan Kepercayaan Internet 2019.

Survei dilakukan Ipsos yang mewakili CIGI, bekerja sama dengan Internet Society (SOC) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Dalam kegiatan yang melibatkan 25.000 lebih pengguna internet di dunia itu diketahui, ada 85 persen responden dari Indonesia yang mendukung langkah pemerintah untuk memberantas hoaks dan fake news.

Sebanyak 54% responden mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah, dan 32% lainnya mendukung secara biasa. Dukungan pengguna internet di Indonesia terhadap kebijakan pemerintah tergolong tinggi dibanding negara-negara lain.

Baca juga :   Integrasikan Pendidikan AI dan IoT, SIC Batch 5 Cetak Talenta Digital Muda Siap Kerja

Sebagai perbandingan, hanya ada 42% responden dari Amerika Serikat yang mendukung penyensoran pemerintah terhadap konten di dunia maya. Kemudian, 55 persen responden dari Jepang menyatakan hal serupa.

Riset yang sama juga menunjukkan, ada 62% responden dari Indonesia yang mengaku pernah melihat berita palsu dari medsos Twitter. Sebanyak 66% responden Indonesia sempat melihat berita bohong atau hoaks dari blog.

Penyebaran berita bohong juga diakui responden Indonesia tidak hanya berasal dari medsos. Media lain yang disebut turut menyebarkan berita bohong adalah televisi, media cetak, media daring, dan YouTube.

Riset yang sama juga mengungkap, 49% pengguna internet di Indonesia mudah percaya terhadap kabar bohong yang mereka terima. Kemudian, 79 persen responden menyebut pemerintah harus bertanggung jawab atas maraknya berita palsu dan hoaks yang menyebar.

Baca juga :   Kurang Literasi Membuat Berita Hoax Dipercaya Masyarakat

Terakhir, survei tersebut mengungkap ada 75% responden global yang menyebut Facebook, Twitter, serta platform medsos lain berkontribusi terhadap ketidakpercayaan mereka akan internet. Penyebab lain yang membuat masyarakat tak mudah percaya internet adalah maraknya kejahatan siber (disebut 81% responden) dan kurangnya tingkat keamanan internet (62% responden).

STEVY WIDIA

Tags: Hoax
Previous Post

Kredivo Fasilitasi Pembayaran Kredit Tiket Citilink

Next Post

Wi-Fi Kantor Rentan Atas Serangan Siber

Related Posts

TikTok Indonesia
News

TikTok Siap Lawan Misinformasi dan Jamin Keamanan Pengguna Platform

2 Desember 2023
0
Film vertikal Tiktok
News

TikTok Luncurkan Proyek Global Untuk Tingkatkan Perlindungan Remaja

18 November 2021
0
Google Lawan Misinformasi
Headline

JaWAra Internet Sehat, Lawan Misinformasi Dengan Akar Budaya Lokal

6 Oktober 2021
0
Load More
Next Post
Di Kawasan Ini Co-working dan Serviced Office Tumbuh 150%

Wi-Fi Kantor Rentan Atas Serangan Siber

Most Valuable Brand 2019 Telkom Peringkat Pertama Brand Paling Bernilai di Indonesia dan Peringkat Pertama Telco di Asia Tenggara

Most Valuable Brand 2019 Telkom Peringkat Pertama Brand Paling Bernilai di Indonesia dan Peringkat Pertama Telco di Asia Tenggara

Kontingen UM Borong Medali di BVIIEC 2019

Kontingen UM Borong Medali di BVIIEC 2019

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version