Sabtu, 11 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
in Features, Headline
Reading Time: 3 mins read
Grup GoTo

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kesuksesan sebuah perusahaan rintisan (startup) kerap bermula dari ide sederhana yang mampu menjawab persoalan sehari-hari. Namun, mengembangkan ide tersebut hingga melayani jutaan pengguna membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kepercayaan publik, modal, serta tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.

Perjalanan itulah yang ditempuh Gojek, yang kini bertransformasi menjadi GoTo. Didirikan pada 2010 sebagai layanan call center, Gojek berkembang menjadi platform teknologi yang memberikan dampak ekonomi bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Seiring waktu, Gojek tidak hanya menjadi layanan transportasi daring, tetapi juga menjelma sebagai gerakan sosial-ekonomi yang didorong oleh misi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

Belakangan, GoTo kembali menjadi sorotan seiring proses hukum yang melibatkan Nadiem Makarim, pendiri Gojek. Perusahaan menegaskan bahwa Nadiem telah melepaskan seluruh jabatannya di Perseroan sejak 2019 ketika ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Sejak saat itu, Nadiem tidak lagi memiliki peran dalam pengambilan keputusan bisnis GoTo. Hak suara atas saham yang dimilikinya juga telah dikuasakan kepada para co-founder lainnya guna memisahkan kepentingan pribadi dari tanggung jawab publiknya.

Baca juga :   Beli Produk Ramayana di Tokopedia
Nadiem Makarim Gojek - GoTo
Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia (Foto: Istimewa)

Masuknya Investor Global

Pertumbuhan bisnis GoTo menarik minat investor global yang ingin memperoleh eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia. Salah satu investor tersebut adalah Google, yang pertama kali berinvestasi pada 2017 dan kembali berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama investor internasional lainnya.

Mayoritas investasi Google dilakukan sebelum 2019, saat Nadiem belum menjabat sebagai menteri. GoTo menegaskan bahwa Google tidak pernah menjadi pemegang saham mayoritas maupun pengendali. Seluruh investasi dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan hukum serta peraturan yang berlaku.

Setiap putaran pendanaan disertai perjanjian pengambilbagian saham (Shares Subscription Agreement) yang ditandatangani seluruh investor. Dana yang diperoleh digunakan sepenuhnya untuk pengembangan bisnis dan kebutuhan operasional perusahaan.

Terkait kepemilikan saham, GoTo menyatakan tidak pernah melakukan pembelian kembali saham (share buyback) dari Google. Namun, terdapat dua transaksi pembelian saham perusahaan lain dari Google.

Pertama, pada Mei 2021 saat Tokopedia bergabung dengan Gojek membentuk GoTo. Dalam proses tersebut, GoTo membeli saham Tokopedia yang dimiliki Google, sebagaimana juga dilakukan terhadap pemegang saham Tokopedia lainnya.

Baca juga :   Hotel Terbaik di Dunia Ada di Sumba Barat

Kedua, pada Oktober 2021, GoTo membeli saham entitas teknologi keuangan PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) dari sejumlah investor, termasuk Google, sebagai bagian dari restrukturisasi menjelang penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam kedua transaksi itu, para investor kemudian menginvestasikan kembali dana yang diterima dengan membeli saham baru GoTo.

Hubungan GoTo dengan Google telah terjalin sejak 2015 melalui penggunaan layanan cloud, peta digital, dan periklanan. Google menjadi salah satu dari banyak penyedia solusi teknologi yang digunakan perusahaan. Seluruh transaksi dicatat sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia dan dibayar menggunakan dana Perseroan.

Struktur Perusahaan dan Persiapan IPO

PT Gojek Indonesia (PT GI) didirikan pada 2010 sebagai entitas operasional awal. Pada 2015, seiring berkembangnya bisnis berbasis aplikasi, dibentuk PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) sebagai entitas teknologi berbentuk PMA.

Menjelang IPO 2021, PT AKAB mengambil alih kendali penuh atas PT GI melalui penerbitan saham baru, bukan pembelian saham lama. Dana tersebut digunakan PT GI untuk melunasi utangnya sebesar Rp809 miliar kepada PT AKAB. Tidak ada pemegang saham, termasuk Nadiem, yang menerima hasil transaksi tersebut.

Baca juga :   Kapitalisasi Pasar Bitcoin Lampaui Amazon dan Google

Pada November 2021, PT AKAB resmi berganti nama menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Setelah IPO, status perusahaan berubah dari PMA menjadi PMDN sesuai peraturan yang berlaku.

Manajemen GoTo menegaskan seluruh proses pertumbuhan perusahaan dijalankan dengan prinsip transparansi dan tata kelola yang kuat. Laporan keuangan perusahaan diaudit oleh kantor akuntan publik independen dan dapat diakses oleh publik.

“Semua ini membawa GoTo ke posisinya saat ini sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia yang menciptakan dampak nyata bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra usaha,” tulis manajemen GoTo dalam pernyataan resminya.

GoTo menegaskan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan yang baik agar keberlanjutan jangka panjang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. (*AMBS)

 

Tags: GojekGooglenadiem makarimPerjalanan GoToTokopedia
Previous Post

OpenAI Raup Pendanaan Rp1.760 Triliun, Jadi Penggalangan Dana Terbesar dalam Sejarah Teknologi AI

Next Post

Digitalisasi Bantu UMKM Laundry Tingkatkan Efisiensi Operasional dan Jangkau Lebih Banyak Pelanggan

Related Posts

Revolusi AI Indonesia
Features

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
0
startup AI
Technology

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
0
Google
Technology

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi dan 80 Ribu Akun Pengembang

26 Februari 2026
0
Load More
Next Post
UMKM laundry

Digitalisasi Bantu UMKM Laundry Tingkatkan Efisiensi Operasional dan Jangkau Lebih Banyak Pelanggan

Orbis Elite - CoreX Messenger

Orbis Elite Luncurkan CoreX Messenger, Aplikasi Pesan Instan Aman dan Terintegrasi untuk Asia Tenggara

Reddoorz

RedDoorz Percepat Ekspansi Bisnis Di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Danantara Indonesia

Danantara Bentuk DENERA, Holding Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

10 April 2026
Endeavor Outliers 2026

Endeavor Outliers 2026: 13 Startup Indonesia & Singapura Raih Predikat Performa Terbaik Global

10 April 2026
AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Danantara Indonesia

Danantara Bentuk DENERA, Holding Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

10 April 2026
Endeavor Outliers 2026

Endeavor Outliers 2026: 13 Startup Indonesia & Singapura Raih Predikat Performa Terbaik Global

10 April 2026
AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version