Perkuat Investasi Energi Surya Indonesia, BII Komitmen Pendanaan Iklim £308 Juta di Asia Tenggara

startup Xurya

Perkuat Investasi Energi Surya Indonesia, BII Komitmen Pendanaan Iklim £308 Juta di Asia Tenggara (Foto: Istimewa)

youngster.id - Lembaga pembiayaan pembangunan milik pemerintah Inggris, British International Investment (BII) mengumumkan komitmen pendanaan iklim senilai £308 juta atau lebih dari US$400 juta (setara Rp6,7 triliun) di kawasan Asia Tenggara dalam periode strategi berjalan. BII menargetkan total penyaluran dana hingga £500 juta pada 2026.

Komitmen regional tersebut menyusul investasi ekuitas langsung BII di Xurya, penyedia energi surya atap komersial dan industri (C&I) terkemuka di Indonesia yang didukung oleh ACV Capital.

Seiring meningkatnya eksposur modal institusional terhadap transisi energi di Asia Tenggara, platform dengan rekam jejak operasional yang kuat semakin menjadi acuan investasi lanjutan. Investasi BII di Xurya mencerminkan peran model energi surya atap dan terdistribusi yang dapat diskalakan dalam memenuhi kebutuhan komersial sekaligus target dekarbonisasi nasional.

Di Indonesia, Xurya menjadi salah satu pelaku utama pertumbuhan pasar PLTS atap, dengan memperkenalkan model sewa tanpa biaya awal bagi pelanggan komersial dan industri. Hingga saat ini, Xurya telah mengamankan lebih dari 200 MWp kapasitas proyek surya, serta menyediakan layanan menyeluruh mulai dari studi kelayakan, desain sistem, instalasi, hingga operasional.

Sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035, Xurya juga memperluas bisnis ke proyek surya off-grid C&I dan Independent Power Producer (IPP), guna menjawab kebutuhan energi skala besar sekaligus meningkatkan akses energi di wilayah terpencil dan kurang terlayani. Energi surya diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dalam target kapasitas energi terbarukan Indonesia sebesar 38 GW pada 2035.

Ekspansi ini didukung oleh investasi berkelanjutan pada kapabilitas teknis, sistem penyimpanan baterai, serta kesiapan operasional, disertai penguatan kelembagaan untuk mendukung pengembangan proyek jangka panjang. Posisi Xurya tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap platform yang mampu menggabungkan eksekusi lokal dengan skalabilitas lintas segmen rantai nilai energi.

Founder & Managing Director Xurya, Eka Himawan, mengatakan langkah ini bukan sekadar keputusan bisnis, melainkan bagian dari upaya memperluas akses energi bersih secara masif.

“Keputusan ini bukan hanya langkah bisnis, tetapi juga kemajuan dalam membuat energi bersih lebih mudah diakses dalam skala besar. Dengan komitmen pemerintah yang semakin kuat terhadap sektor surya melalui RUPTL, kami melihat momentum yang solid baik di segmen distributed maupun IPP solar. Xurya siap berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Eka.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version