Kamis, 1 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Potensi Pasar Fintech Diprediksi Bisa Capai Rp 1.000 Triliun

8 April 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Potensi Pasar Fintech Diprediksi Bisa Capai Rp 1.000 Triliun

Gelar Sharing Vision Fintech 2017 Jumat (7/4/2017) di Crowne Plaza, Bandung. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Potensi pasar financial technology (fintech) di Indonesia diprediksi mencapai Rp 1.000 triliun tahun ini. Hal itu diikuti dengan pertumbuhan sebesar 20%-50% per tahun. Namun, hingga saat ini realisasinya diperkirakan baru 25% atau sekitar Rp 250 triliun.

Demikian diungkapkan Dimitri Mahayana Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, pada Sharing Vision Fintech 2017 Jumat (7/4/2017) di Crowne Plaza, Bandung. Dengan pertumbuhan sebesar itu, ia memprediksi, dalam lima sampai 10 tahun ke depan fintech berpotensi menyamai atau bahkan melampaui industri perbankan konvensional.

“Kalau dibandingkan perbankan konvensional, nilai transaksi fintech saat ini masih kecil. Belum sampai 10%. Akan tetapi, pertumbuhannya sangat pesat. Padahal, usia fintech baru sekitar dua tahun,” katanya.

Dimitri juga memprediksi, potensi pengguna fintech di Indonesia tahun ini bisa mencapai 17 juta user. Estimasi tersebut merujuk pada data pengguna internet Indonesia yang tahun ini diperkirakan sudah mencapai 130 juta orang.

Baca juga :   Blibli XPO 2025 Beri Masyarakat Pengalaman Akan Gadget dan Smartphone Berbasis AI

“Sekitar 10-15% sudah gunakan fintech. Hitungan Sharing Vision berkisar antara 13 juta sampai 17 juta user,” katanya.

Dari sisi layanan, menurut dia, pengetahuan masyarakat akan layanan fintech berkembang cepat. Hal itu ditunjang dengan cepatnya layanan fintech yang bahkan dinilai sudah mampu mengimbangi perbankan dan lembaga keuangan lain yang sudah mapan.

Hasil survey Sharing Vision menunjukkan, kepuasan responden atas fintech terutama karena aplikasi yang mudah digunakan dan pelayanan yang cepat. Fintech sudah mampu memberikan layanan satu klik, diproses antara 1-5 detik, bahkan ada yang mampu 0,1 detik.

“Sangat jarang yang lamban, misalnya satu klik diproses 10 detik atau lebih. User juga tidak perlu ke bank. Banyak UKM senang dengan ini karena tidak harus meminggalkan pekerjaannya,” ujar Dimitri.

Baca juga :   Printer Format Besar Bagi Yang Pro

Dosen ITB ini melanjutkan, gambaran besarnya fintech payment, antara lain terlihat di Martabak Andir, Kota Bandung. Menurut riset Sharing Vision, penjualan berbasis pesanan ojek daring bisa mencapai Rp4 juta per hari atau total Rp120 juta/bulan.

Demikian pula dengan ibu rumah tangga yang berbisnis sampingan di rumah mengandalkan jasa kurir. Dimitri mencontohkan tetangganya sendiri yang mampu menjual hingga 1.000 selimut per bulan dengan bertumpu basis pembayaran daring.

“Namun dari semuanya itu, perlu diwaspadai sistem keamanannya. Resikonya adalah serangan terhadap sistem fintech. ni sudah terjadi ke sebuah web ticketing yang kena bobol miliaran rupiah,” pungkasnya.

Head of Bank Indonesia (BI) Fintech Office, Junanto Herdiawan, mengatakan, dalam lima tahun terakhir fintech di Indonesia tumbuh signifikan, dari Rp 3 miliar menjadi Rp 18 miliar. Sebagian besar fintech jenis payment ritel, sekitar 50%.

Baca juga :   BI: Revolusi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

“Tingginya pertumbuhan fintech menandakan inovasi berjalan dengan baik. Penetrasi UMKM juga menjadi lebih luas dengan adanya fintech dan perputaran uang semakin cepat, sehingga mendorong inklusi keuangan,” katanya.

Ia memprediksi, ke depan fintech akan menjadi substitusi perbankan. Menurut dia, keduanya tidak akan saling mematikan karena masing-masing menyasat pasar yang berbeda. Fintech membidik ceruk pasar yang tidak terlayani perbankan.

 

STEVY WIDIA

Tags: Bank Indonesia (BI)Dimitri Mahayana Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Visionfinancial technologi (Fintech)fintech indonesiaSharing Vision Fintech 2017
Previous Post

IIMS 2017 Sedia 10 Program Pendukung

Next Post

Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Related Posts

Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital
Headline

Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital

5 November 2025
0
e-commerce
Analyze

Transaksi Belanja Online Capai Rp44,4 Triliun Pada Semester I 2025

25 Agustus 2025
0
Presiden Jokowi Bentuk Layanan Keuangan Digital
Headline

BI-OJK Hackathon 2025, Kompetisi Inovasi Layanan Keuangan Digital

7 Juni 2025
0
Load More
Next Post
Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Aplikasi Salam Al-Azhar, Sinergi Doku dengan YPI Al Azhar & iGlobal

Bekraf Gelar BFC Untuk Subsektor Desain Di Bandung

Bekraf Gelar BFC Untuk Subsektor Desain Di Bandung

Pebisnis e-Commerce Perlu Edukasi Secara Intesif

Pebisnis e-Commerce Perlu Edukasi Secara Intesif

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version