Sabtu, 11 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Prediksi dan Keamanan Teknologi 5G Tahun 2020

3 Januari 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Telkomsel Implementasikan Teknologi 4.5G di 9 Kota

Tekomsel siap ujicoba 5G. (Foto: ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Diperkirakan bahwa kapasitas data di seluruh dunia akan mencapai 175 zettabytes pada tahun 2025. Itu artinya meningkat 1,2 zettabytes dari 2010 ketika 4G pertama kali digunakan secara global. Dengan peningkatan dramatis dalam jumlah dan kecepatan transfer, tentu menjadi potensi bagi perangkat yang terhubung dengan munculnya ekspansi alami dan amplifikasi ancaman.

Teknologi jaringan seluler generasi kelima (5G) akan hadir dan diperkirakan 100 kali lebih cepat dari sistem 4G saat ini. Teknologi ini dengan latensi atau waktu jeda 25 kali lebih rendah, akan digunakan sebanyak satu juta perangkat didukung dalam jangkauan satu kilometer persegi. Fondasi yang membentuk 5G dapat dirangkum dalam lima teknologi: Gelombang milimeter, jaringan sel kecil, MIMO masif (Multiple Input Multiple Output), beamforming dan byte duplex penuh.

Amin Hasbini, Head of Research Center, Global Research & Analysis (GReAT) Team, Timur Tengah, Turki dan Afrika mengungkapkan, seiring inovasi 5G menyebar luas, akan terdapat juga beberapa kekurangan dan ketidaksempurnaan yang akan muncul pada peralatan 5G.

Baca juga :   Bali Sandang Destinasi Terbaik di Dunia

“Kerangka kerja pelanggan (customer framework) dan administrasi para pihak berwenang. Kekurangan semacam itu dapat memungkinkan para pelaku kejahatan siber merusak infrastruktur telko, melumpuhkan, memata-matai atau mengalihkan lalu lintasnya. Negara-negara perlu mengatur kemampuan nasional dalam penanganan teknik konfirmasi objektif yang khusus mengevaluasi baik pengadopsi dan pemasok 5G, untuk mengevaluasi kekurangan yang perlu diperbaiki,” ungkap Amin dalam keterangan yang dirilis Kaspersky, Jumat (3/1/2020).

Dia memaparkan, salah satu masalah adalh privasi. Para penyedia layanan 5G akan memiliki akses luas ke sejumlah besar data yang dikirim oleh perangkat pengguna, sehingga dapat menunjukkan apa yang benar-benar terjadi di dalam lokasi rumah atau setidaknya menggambarkannya melalui metadata di lingkungan sekitar pengguna, sensor in-house dan parameter internal.

Data tersebut dapat mengekspos privasi, memanipulasi dan penyalahgunaan data pengguna. Penyedia layanan juga bisa saja mempertimbangkan menjual data tersebut ke perusahaan layanan lain seperti pengiklan dalam upaya untuk membuka aliran pendapatan baru. “Ancaman lebih besar juga akan terjadi ketika komponen infrastruktur penting seperti air dan peralatan energi memiliki potensi risiko,” ujarnya.

Baca juga :   Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

Di sisi lain, 5G akan membantu dalam menyebarkan komunikasi ke sejumlah besar wilayah geografis dibandingkan situasinya saat ini dan juga mendukung perangkat yang tidak dapat terhubung jaringan dengan pemantauan dan kontrol jarak jauh. Dengan banyaknya sistem terkait dan terhubung sangat membantu konektivitas namun juga dapat mengubah infrastruktur non-kritis menjadi kritis dan karenanya memperluas sejumlah risiko.

“Masyarakat pada umumnya tertarik untuk mengadopsi kemudahan dan komunikasi tanpa henti, namun dalam kasus ancaman nyata, ketertiban umum kerap berada dalam risiko,” ungkap Amin.

Untuk itu, Pemerintah dan para pemimpin industri harus bekerja sama dalam upaya membawa proyek teknologi 5G yang aman dan nyaman untuk meningkatkan layanan dan kualitas hidup bagi masyarakat di era smart city seperti sekarang ini. Lebih jauh lagi, model kepercayaan komunikasi akan berbeda dari generasi seluler sebelumnya.

Perangkat IoT dan M2M juga diperkirakan akan menempati bandwidth jaringan 5G. Bagaimana semua perangkat dalam jaringan 5G akan mengungkap masalah yang sebelumnya tidak diketahui dalam desain dan perilaku 5G. Sehubungan dengan kekhawatiran semacam itu, mengadopsi model jaringan zero-trust, penilaian kualitas yang ketat dan kesesuaian aturan akan membantu membentuk hubungan baik antara para pengguna dan penyedia teknologi.

Baca juga :   Pendamping UMKM Harus Berkapasitas Baik

“Vendor hi-tech dan struktural pemerintahan harus bekerja sama dalam upaya mencegah eksploitasi 5G oleh para aktor ancaman dan melestarikan fitur inovatifnya demi kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas kehidupan di era saat ini,” pungkasnya.

STEVY WIDIA

Tags: 5Gkasperskykeamanan data
Previous Post

Hadapi Bencana Banjir, Telkom Siagakan Perangkat Jaringan dan Siapkan Posko Bantuan untuk Masyarakat

Next Post

Hotel Budget di Indonesia Jadi Primadona Baru

Related Posts

Ancaman Siber Berbasis Web
Technology

Ancaman Siber Berbasis Web di Indonesia Tembus 14,9 Juta Kasus di Tahun 2025

3 Maret 2026
0
Indosat Hadirkan Modem Internet 5G Praktis Di Rumah dan Perjalanan
Technology

Indosat Hadirkan Modem Internet 5G Praktis Di Rumah dan Perjalanan

27 Februari 2026
0
Penipuan Secara Mandiri
Industry

83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

15 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Di Yogya, Jumlah Booking OYO Kuartal 1 Naik Drastis

Hotel Budget di Indonesia Jadi Primadona Baru

Buku Putih Untuk Ekonomi Digital dan Transformasi Inklusif Indonesia

Buku Putih Untuk Ekonomi Digital dan Transformasi Inklusif Indonesia

Kemenperin Targetkan Bina 2 Ribu Pengusaha Kreatif Baru

Kemenperin Targetkan Bina 2 Ribu Pengusaha Kreatif Baru

Discussion about this post

Recent Updates

Pajak Kripto INDODAX

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Sokong 46% Penerimaan Nasional

11 April 2026
ADB - ASEAN Power Grid

ADB Luncurkan Dana Hibah Rp400 Miliar untuk Percepat Proyek Listrik Lintas Batas ASEAN

11 April 2026
Dari TikTok LIVE ke Industri Musik, Cece Caramel Buktikan Kreator Bisa Naik Level

Dari TikTok LIVE ke Industri Musik, Cece Caramel Buktikan Kreator Bisa Naik Level

11 April 2026

FFWS SEA 2026 Spring Resmi Dimulai, Tim Indonesia Siap Rebut Gelar Asia Tenggara

11 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pajak Kripto INDODAX

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Sokong 46% Penerimaan Nasional

11 April 2026
ADB - ASEAN Power Grid

ADB Luncurkan Dana Hibah Rp400 Miliar untuk Percepat Proyek Listrik Lintas Batas ASEAN

11 April 2026
Dari TikTok LIVE ke Industri Musik, Cece Caramel Buktikan Kreator Bisa Naik Level

Dari TikTok LIVE ke Industri Musik, Cece Caramel Buktikan Kreator Bisa Naik Level

11 April 2026

FFWS SEA 2026 Spring Resmi Dimulai, Tim Indonesia Siap Rebut Gelar Asia Tenggara

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version