youngster.id - Ditengah guncangan yang terjadi pada industri startup lokal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghadirkan program Garuda Spark. Sejak diluncurkan tiga bulan lalu program ini mulai mengembangkan ekosistem dengan 10 startup lokal.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan program Garuda Spark dirancang sebagai jawaban atas kompleksitas tantangan industri startup saat ini.
“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” kata Meutya dikutip Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut Meutya mengatakan, program ini juga dirancang sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan bisnis digital yang terbuka bagi masyarakat. Kegiatan dalam program ini mencakup pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi jejaring antara startup, komunitas, dan pemangku kepentingan terkait.
“Pendekatan ekosistem menjadi salah satu fokus Garuda Spark, dengan mempertemukan startup, investor, komunitas, dan pemerintah dalam satu platform. Model ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan ekosistem digital di daerah lain,” ungkapnya.
Untuk itu, Komdigi menyatakan akan melanjutkan pelaksanaan Garuda Spark di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan startup dan talenta digital nasional.
Sementara itu, President of Alkademi Foundation Dyah R. Helmi menyatakan program tersebut memberikan akses pembelajaran bisnis digital bagi warga Bandung dan sekitarnya. Menurutnya, kegiatan Garuda Spark dapat diikuti secara terbuka oleh masyarakat yang berminat mengembangkan usaha berbasis teknologi.
“Program ini menyediakan akses pembelajaran bisnis digital dan ekosistem global yang dapat diikuti oleh masyarakat Bandung,” kata Helmi.
Dalam rangkaian kegiatan lain, Alkademi bersama mitra global mencatat pembuatan 15.749 aplikasi oleh siswa SMK di Jawa Barat.
Demikian juga dengan Vice President of Startup Bandung Nur Islami Javad yang menyebut Garuda Spark sebagai wadah pertemuan antara pelaku startup yang telah berjalan dan generasi baru yang mulai merintis usaha. Ia menyebut komunitas Startup Bandung saat ini menaungi sekitar 150 startup.
“Tahun 2025 merupakan periode yang menantang bagi startup. Program ini menjadi salah satu ruang bagi proses regenerasi,” ujarnya.
Kegiatan komunitas startup di Bandung sepanjang akhir 2025 diikuti sekitar 12.000 peserta secara daring. Sejumlah startup juga mulai menyusun sustainability report sebagai bagian dari strategi pengelolaan bisnis.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post