youngster.id - Samsung Solve for Tomorrow (SFT) adalah kompetisi STEM tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Samsung untuk mendukung dan mewadahi anak muda Indonesia menciptakan inovasi untuk Indonesia. Pada tahun ini, terjaring 2,400 anak Indonesia membawa ide inovasi terhadap masalah pendidikan, lingkungan, dan kesehatan yang mengaplikasikan AI.
“Tahun ini, kami sangat bangga melihat antusiasme dan minat anak-anak muda Indonesia yang luar biasa menjadi peserta Samsung Solve for Tomorrow. Jumlah peserta yang mendaftar mencapai 2400 anak Indonesia. Ini berarti 1,5 kali lipat dibandingkan tahun lalu,” kata Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia dikutip Sabtu (26/10/2024).
Dia menjelaskan, SFT 2024 menggelar pembelajaran AI for Designer. Ini inisiatif pelatihan komprehensif yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan dalam merancang solusi berbasis AI kepada para peserta. Pembelajaran yang diberikan diharapkan memberikan efisiensi dalam proses mendesain, membantu para peserta untuk mengoptimalkan kreativitas mereka dan berfokus pada inovasi. Mulai dari pembuatan prompt, hingga konversi desain menjadi prototipe, para peserta diberikan pembekalan mengenai penggunaan UiZard, sebuah software inovatif yang mempermudah proses desain berbasis AI.
“Inisiatif ini tidak hanya memperluas wawasan peserta mengenai AI, namun juga mendorong pengembangan keterampilan yang siap diaplikasikan dalam inovasi nyata untuk masa depan,” katanya.
Setelah melalui proses penjurian yang ketat, telah terpilih tiga tim pemenang dan satu tim pemenang People Choice Award Samsung Solve for Tomorrow 2024 dari masing-masing kategori yang dilombakan. Dari kategori universitas, tim Solyd Ias Tim dari Universitas Brawijaya terpilih menjadi pemenang pertama SFT 2024. Mereka membawa inovasi Portable Kit D-Dimer Level Detector untuk membantu penderita kardiovaskular dengan resiko sudden cardiac death.
Pemenang kedua untuk kategori ini adalah oleh tim HerLens dari Universitas Indonesia dengan inovasi mendeteksi dini kanker serviks. Tim NARA 1 dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia berhasil menjadi juara ketiga dengan inovasi memonitor kesehatan serta kesejahteraan para lansia dengan mendeteksi anomali lingkungan melalui voice recognition, sensor pemantauan lingkungan.
Sementara untuk People Choice Award diraih oleh tim Cemerlang dari Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan inovasi untuk mendeteksi karies dan kesehatan gigi yang berbasis AI untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Indonesia, yang bernama Dentalint.
“Kategori Universitas yang menjadi kategori baru bagi kompetisi ini,” ujar Ennita.
Sementara untuk kategori SMA, SMK, dan MA, tim Masetasia dari MAN Insan Cendekia Serpong menjadi juara pertama dengan inovasi berbasis AI untuk penduduk lansia agar hidup sehat dan sejahtera. Kemudian tim Oxceepital dari MAN Insan Cendekia Kota Batam memenangkan posisi kedua dengan inovasi AI yang membantu pengawasan dan peningkatan mutu pembelajaran siswa belajar di dalam kelas.
Sedang tim UTMN dari SMA Mawar Sharon Christian School Surabaya berada posisi ketiga dengan inovasi CUbots yang menjadi learning buddy siswa sekolah dasar. Sementara, People Choice Award berhasil diraih oleh HandsTalk dari SMAN 1 Sidoarjo yang berhasil mengembangkan aplikasi penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis AI untuk menunjang komunikasi melalui Google Meet atau WhatsApp antara teman tuli dan teman dengar.
Program SFT melibatkan dewan juri yang terdiri dari para pakar industri terkemuka, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), dan Samsung R&D Institute Indonesia. Proses seleksi dan penentuan pemenang didasarkan pada inovasi solusi yang memiliki dampak besar dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini.
Kedelapan pemenang SFT 2024 mendapatkan hadiah berupa produk-produk Samsung senilai Rp170juta untuk pemenang pertama, Rp75juta untuk pemenang kedua, Rp30juta untuk pemenang ketiga, dan Rp23juta untuk pemenang People Choice Award, yang diberikan kepada masing-masing kategori.
“Para pemenang SFT telah membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kemampuan hebat untuk melahirkan inovasi yang menjawab masalah yang dihadapi masyarakat. Kami berharap, melalui SFT mereka semakin terasah potensinya dan dapat membawa Indonesia menuju Indonesia emas di masa depan,” pungkas Ennita.
STEVY WIDIA
Discussion about this post