Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Solusi Berbasis AI dan Big Data untuk Masyarakat Underbanked di Indonesia

7 November 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
AdaKami

Chief Technology Officer AdaKami, Dr. Ming Gu (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data, lembaga keuangan mampu mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai calon nasabah, khususnya yang berasal dari kalangan masyarakat underserved dan underbanked.

Chief Technology Officer AdaKami, Dr. Ming Gu mengatakan, teknologi (AI dan big data) dapat menjawab kebutuhan pemetaan profil konsumen dan manajemen risiko, yang menjadi landasan utama dalam penyediaan layanan keuangan.

“Sering kali, calon peminjam hanya memiliki sedikit rekam jejak kredit formal atau bahkan tidak ada sama sekali, karena belum pernah memiliki pinjaman atau mengambil cicilan. Jika data biro kredit tidak tersedia, maka sumber data alternatif yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan kredit. Untuk melakukan penilaian dan analisis tersebut, big data menjadi teknologi yang tepat. Hal ini merupakan inti dari fintech, terutama pada aspek teknologi,” kata Gu, dikutip Kamis (7/11/2024).

Baca juga :   Berdayakan 1 Juta Perempuan Pengusaha Mikro, Superbank Gandeng Amartha

Menurut Gu, pihaknya menggunakan sumber data alternatif untuk menganalisis pola dan perilaku guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai skor atau profil kredit calon peminjam. Meskipun terbilang kompleks jika dibandingkan dengan metode tradisional, proses ini memungkinkan AdaKami untuk melayani segmen masyarakat yang lebih luas secara lebih efektif, tanpa terlalu bergantung pada data biro kredit.

Selain untuk analisis pola dan perilaku, teknologi juga berperan dalam mendeteksi fraud yang merupakan bagian penting dalam mitigasi risiko pada industri fintech.

“Kami menggunakan teknologi pencegah fraud dalam mendeteksi upaya penipuan berbasis gambar, seperti manipulasi foto kartu identitas dengan menggunakan AI. Kami juga proaktif dalam upaya perlindungan data pribadi dengan memanfaatkan data yang didapatkan dari sumber-sumber yang sah untuk kebutuhan pemetaan profil nasabah dan mitigasi risiko. AdaKami menerapkan langkah-langkah ketat dalam menjaga privasi data guna memastikan bahwa informasi sensitif digunakan secara bertanggung jawab dan aman,” tambahnya.

Baca juga :   Traveloka Gandeng BRI Hadirkan PayLater Card

Di sisi lain, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk mengadopsi fintech. Meskipun begitu, luasnya geografi, ditambah dengan terbatasnya keberadaan lembaga keuangan konvensional secara fisik, telah lama menjadi penghalang akses layanan kredit bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan.

“Indonesia terdiri dari ribuan pulau, yang sebagian besar sangat terpencil, tanpa akses ke  lembaga keuangan fisik, apalagi layanan pinjaman atau kredit. Dengan menggabungkan tingkat penetrasi internet dan smartphone yang tinggi di Indonesia, kami dapat menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih luas kepada lebih banyak masyarakat Indonesia,” pungkas Gu.

Sementara itu, tanpa disadari, internet seluler telah merevolusi cara masyarakat Indonesia berkomunikasi. Bahkan, dalam bertransaksi perbankan. Dengan hadirnya teknologi AI dan ponsel, proses pinjam meminjam di sisi konsumen maupun penyedia layanan bisa menjadi lebih efisien dengan mitigasi risiko yang lebih baik dan bisa menjangkau masyarakat dengan riwayat kredit formal yang kurang memadai.

Baca juga :   Tupai, Aplikasi Bayar Pajak Semudah Isi Pulsa

Terakhir, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, permintaan kredit nasional juga akan terus meningkat. Dengan memanfaatkan AI dan big data, lembaga keuangan akan lebih siap untuk memenuhi kebutuhan ini, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memberikan manfaat bagi seluruh warganya, mendekatkan negara ini pada inklusi keuangan yang sesungguhnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: AdakamiSolusi Berbasis AI dan Big Dataunderbanked
Previous Post

Dorong Modest Fashion Berkelanjutan, Alexandra Askandar Tampil di Ajang IN2MF 2024

Next Post

Pendapatan Konsolidasi VENTENY Tumbuh 86% di Kuartal III 2024

Related Posts

AdaKami - FutureFin
Digital Business

AdaKami Gandeng UNS Gelar ‘FutureFin’, Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Dorong Literasi Fintech

4 Maret 2026
0
AdaKami
Industry

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
0
Studi AFTECH–Mandala
Industry

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
0
Load More
Next Post
VENTENY Team

Pendapatan Konsolidasi VENTENY Tumbuh 86% di Kuartal III 2024

Jobstreet by SEEK x APTIKNAS

Hadirkan Jutaan Lowongan Pekerjaan, Jobstreet by SEEK dan APTIKNAS Jalin Kerja Sama

Klinik Ini Hadirkan Teknologi Canggih Perawatan Gigi dan Gigi Palsu Sehari Jadi

Klinik Ini Hadirkan Teknologi Canggih Perawatan Gigi dan Gigi Palsu Sehari Jadi

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version