Startup EduTech Indonesia Ini Dapat Tambahan Dana Sebesar US$ 17 Juta

CoLearn

Para Co-Founder CoLearn. (Foto: istimewa)

youngster.id - CoLearn, startup EduTech Indonesia mendapatkan dana tambahan sebesar US$ 17 juta sebagai bagian dari pendanaan lanjutan Seri A. Pendanaan kali ini menjadikan CoLearn memiliki total dana sebesar US$ 34 juta yang akan dipakai untuk memperkuat basis pengguna berbayarnya di Indonesia.

CoLearn adalah platform pembelajaran online untuk murid SD sampai SMA yang diluncurkan pada Agustus 2020. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, CoLearn telah mengumpulkan lebih dari 4,8 juta pengguna yang menanyakan lebih dari 85 juta pertanyaan lewat fitur Tanya, automated doubt solver yang didukung oleh sistem AI (artificial intelligence) yang kuat.

CEO dan co-Founder CoLearn Abhay Saboo mengatakan, CoLearn tidak hanya membantu pelajar membangun fondasi yang kuat dalam mata pelajaran STEM, tapi juga menghasilkan dampak langsung, karena lebih dari 80% dari pelajar yang berlangganan telah melihat peningkatan pada nilai mereka.

“Dengan NPS (Net Promoter Score) konsisten lebih dari 70 untuk live classes, dan 90%+ trafik organik dari fitur Tanya, bantuan pekerjaan rumah yang didukung oleh AI, kami secara aktif berupaya mengubah pola pikir mengenai bimbingan belajar online, dengan penawaran kami yang memadukan AI dan interaktivitas,” kata Abhay dalam keterangan pers, Jumat (28/1/2022).

Pada tahun 2018 CoLearn memulai dari bisnis offline dan beralih ke model hybrid. Saat pandemi di tahun 2020, CoLearn bertransisi menjadi platform yang sepenuhnya online dan mampu mengatasi tantangan dan kendala bimbingan belajar offline. Saat ini, CoLearn memiliki lebih dari 4,8 juta pengguna dan 90% diantaranya diperoleh secara organik.

Pendanaan baru ini berasal dari dari TNB Aura, KTB Network, dan BINUS GROUP, dengan partisipasi dari investor lama AWI, Surge Sequoia Capital India, GSV Ventures, AC Ventures, Leo Capital, dan January Capital. Ini merupakan investasi perdana bagi universitas terkemuka di Indonesia, BINUS GROUP, yang turut bergabung sebagai mitra strategis CoLearn.

“Melalui CoLearn, kami berharap dapat terus menemukan dan memberdayakan para pemimpin masa depan untuk membangun perusahaan yang luar biasa dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata Lawrence Wibisono Managing Director BINUS Group.

Berbicara tentang investasi tersebut, Founding Partner TNB Aura Vicknesh R Pillay mengatakan, dengan pendekatan unik tim dalam mengatasi kesenjangan pendidikan jenjang SD sampai SMA, CoLearn memiliki kombinasi langka untuk menjadi startup ikonik berikutnya dari Indonesia. Sementara Senior Managing Director KTB Network Amy Yeh,  menambahkan, ketangguhan yang telah ditunjukkan CoLearn selama pandemi merupakan bukti kekuatan dan kemampuan tim untuk menavigasi lanskap EdTech yang selalu berubah.

Seri pendanaan baru ini akan membantu memperkuat brand presence CoLearn dan fitur Kelas Live berbasis komunitas (cohort-based). Sebelum mengumpulkan US$17 juta, CoLearn mengumpulkan US$ 10 juta dalam pendanaan Seri A dari investor terkemuka Alpha Wave Incubation, GSV Ventures yang berfokus pada edtech dan investor awal, Surge dan AC Ventures dari Sequoia Capital India.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version