youngster.id - Platform quick commerce asal Indonesia, Astro, mengamankan suntikan pendanaan baru sebesar US$40 juta dari raksasa e-commerce global, Amazon. Tambahan modal ini semakin memperkuat posisi Amazon sebagai salah satu investor strategis di dalam perseroan, sekaligus menggenjot total akumulasi pendanaan historis yang berhasil dihimpun Astro menjadi US$143,5 juta.
Menurut laporan Deal Street Asia, suntikan dana baru ini dialokasikan untuk mempercepat penetrasi Astro di pasar online grocery Indonesia—sektor bahan pokok digital terbesar di Asia Tenggara yang memiliki potensi pertumbuhan sangat masif. Didukung kepemilikan saham strategis dari Amazon, Astro tidak hanya memperoleh dukungan permodalan tetapi juga akses langsung ke keahlian teknologi dan jaringan e-commerce skala dunia.
Rekam Jejak Pendanaan: Dari Seed Round Hingga Seri C
Kepercayaan investor global terhadap model bisnis pengiriman 15 menit yang diusung Astro telah terbangun secara konsisten sejak awal berdirinya perusahaan pada akhir 2021. Rekam jejak perjalanan permodalan Astro tercatat melalui empat putaran utama, yang diawali dengan pendanaan Seed pada November 2021 sebesar US$4,55 juta (sekitar US$5 juta) dari AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed Venture Partners, dan Goodwater Capital. Hanya dalam beberapa bulan, perseroan langsung mengamankan pendanaan Seri A sebesar US$27 juta pada Januari 2022 yang dipimpin oleh Accel dan Sequoia Capital India (kini Peak XV Partners).
Akselerasi bisnis Astro terus berlanjut hingga menutup pendanaan Seri B sebesar US$60 juta pada Mei 2022 dengan dukungan dari Accel, Citius, dan Tiger Global Management. Selanjutnya, sebelum adanya komitmen terbaru dari Amazon, Astro berhasil meraih pendanaan Seri C sebesar US$51,9 juta (sekitar US$52 juta) pada September 2025 yang melibatkan Amazon, SBI Investment, dan Citius.
Selain jajaran institusi modal ventura utama di atas, perjalanan pertumbuhan Astro turut disokong oleh pendana global seperti FJ Labs serta angel investor Maninder Gulati.
Penguatan Dark Store dan Infrastruktur Logistik Cibitung
Guna menjaga komitmen layanan pesan-antar kebutuhan harian selama 24 jam nonstop, Astro memanfaatkan pendanaan baru ini untuk mengakselerasi empat pilar operasional utama. Perseroan memperluas jangkauan toko khusus online (dark store) berbasis hyperlocal dari pusat Jakarta ke wilayah penyangga Jabodetabek, termasuk ekspansi layanan baru di kawasan Bogor demi menjamin janji pengiriman 15 menit. Di samping itu, pengoperasian gudang baru di Cibitung turut memperkuat tulang punggung logistik untuk mengelola arus inventaris di berbagai hub regional serta menyederhanakan rantai pasok.
Langkah ini disempurnakan dengan pemanfaatan kapabilitas Amazon untuk menerapkan optimasi rute pengiriman berbasis kecerdasan buatan (AI-driven delivery route optimization) guna mengatasi kompleksitas logistik lokal. Berbagai efisiensi tersebut dibarengi dengan ekspansi katalog produk hingga lebih dari 15.000 unit persediaan (Stock Keeping Unit/SKU), mencakup bahan makanan segar, kebutuhan rumah tangga, hingga produk UMKM lokal. (*AMBS)
