Bank Indonesia Luncurkan Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu

Transformasi Kewirausahaan UMKM Bank Indonesia

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Indonesia Luncurkan Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu (Foto: Istimewa)

youngster.id - Guna memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, Bank Indonesia (BI) meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan. Langkah strategis ini diambil sebagai perwujudan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa UMKM merupakan fondasi utama dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mencetak generasi wirausaha masa depan yang produktif dan berdaya saing. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM tercatat berkontribusi sebesar 60,5% terhadap Produk Domestik Baju (PDB), menyerap 90% tenaga kerja, dan menyumbang 15% dari total pangsa ekspor Indonesia.

“Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM,” ujar Perry, dikutip Selasa (23/6/2026).

Program yang dilaksanakan dalam skala nasional ini mengoptimalkan jaringan 46 Kantor Perwakilan BI yang bersinergi dengan Kementerian/Lembaga, stakeholders strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan, serta lebih dari 1.500 pondok pesantren.

Untuk menghasilkan dampak nyata dari hulu hingga hilir, Bank Indonesia mengusung empat program kerja unggulan pada tahun 2026.

Pertama, melalui program Cangkir Barista, BI berupaya meningkatkan daya saing industri kopi nasional lewat fasilitasi sertifikasi internasional kepada 400 barista serta pendampingan pembukaan kedai kopi yang terhubung langsung dengan petani lokal dan importir luar negeri. Kedua, program Citra Nusa difokuskan pada penguatan kapasitas teknis, kewirausahaan, dan inovasi desain bagi 300 pelaku UMKM wastra (kain tradisional) Indonesia agar mereka mampu menembus pasar ekspor global dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Selanjutnya, untuk mendorong kemandirian ekonomi syariah, BI menginisiasi program Air Berkah Indonesia dengan menargetkan 200 pondok pesantren pada tahun 2026 untuk mengelola usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal.

Terakhir, terdapat program Tani Berkah Indonesia yang berfokus pada modernisasi pertanian pesantren melalui pemanfaatan teknologi greenhouse untuk memacu produksi dan menjaga ketahanan pangan daerah, dengan target implementasi pada 10 pesantren setiap tahunnya.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu ini selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Melalui integrasi dari penguatan kapasitas, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar global, Bank Indonesia berkomitmen penuh bersama pemerintah untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version