youngster.id - Bobobox mulai membuka langkah baru ke pasar internasional. Startup asal Indonesia ini terpilih dalam TSE Asia Startup Hub 2026, program yang digagas Tokyo Stock Exchange (TSE) untuk membantu perusahaan Asia mengembangkan bisnis di Jepang sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan lokal.
Tahun ini, Bobobox menjadi satu dari tujuh perusahaan baru yang bergabung, sehingga secara keseluruhan TSE Asia Startup Hub 2026 mencakup 23 perusahaan dari 10 negara dan wilayah.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan produk akomodasi Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ucap Indra Gunawan Co-Founder dan CEO Bobobox dikutip Selasa (29/9/2026).
Startup ini menjadi perusahaan asal Indonesia kedua yang terpilih dalam program tersebut. Menurut Indra, keikutsertaan dalam TSE Asia Startup Hub menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk membawa konsep akomodasi yang dikembangkan di Indonesia ke pasar global, khususnya Jepang.
Jepang merupakan salah satu pasar yang dinilai penting bagi perjalanan Bobobox menuju perusahaan hospitality berskala global. “Standar produk dan service excellence di Jepang menjadi salah satu tolok ukur dalam industri hospitality,” ujarnya.
Karena itu, kemampuan menghadirkan produk yang dapat diterima oleh konsumen Jepang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bobobox untuk memperluas bisnisnya ke pasar internasional.
“Mampu menghadirkan produk yang diterima dan dipercaya di Jepang akan menjadi recognition tersendiri sekaligus tonggak bagi kami untuk melangkah ke market internasional yang lebih luas,” kata Indra lagi.
Sebelum melakukan ekspansi, Bobobox akan lebih dulu membangun pemahaman mengenai karakter pasar Jepang. Dalam tahap ini, keberadaan mitra lokal menjadi bagian penting untuk membantu perusahaan menyesuaikan produk dan model bisnis dengan kebutuhan pasar setempat.
Indra menegaskan, melalui jaringan TSE Asia Startup Hub, mereka akan berdiskusi dengan calon mitra mengenai berbagai aspek ekspansi, mulai dari konsep produk, pilihan lokasi, hingga model operasional. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengembangkan pilot project di Jepang sebelum memperluas bisnis secara lebih jauh.
“Kami ingin membangun bisnis di Jepang secara bertahap bersama partner yang tepat. Langkah awal ini penting agar kami dapat memahami pasar dan menentukan pendekatan untuk berkembang di sana,” ujarnya.
Pengalaman dari Indonesia menjadi salah satu modal Bobobox untuk menjalankan langkah tersebut. Sejak berdiri pada 2018, Bobobox mengembangkan dua produk utama, yaitu Bobopod dan Bobocabin.
Bobopod menawarkan konsep hotel kapsul di kawasan perkotaan dengan ruang istirahat privat yang nyaman dan terjangkau. Sementara itu, Bobocabin menghadirkan pengalaman menginap di tengah alam dengan fasilitas modern.
Kedua konsep tersebut dikembangkan dengan menggabungkan desain modular, teknologi, dan prinsip keberlanjutan. Pengalaman mengoperasikan akomodasi di berbagai lokasi di Indonesia juga menjadi bekal bagi Bobobox untuk melihat peluang di pasar Jepang.
Selain membuka peluang ekspansi, program TSE Asia Startup Hub juga menjadi kesempatan bagi Bobobox untuk memahami standar dan kesiapan yang dibutuhkan jika suatu saat ingin masuk ke pasar modal Jepang.
“Dalam jangka panjang, kami juga memiliki aspirasi untuk melantai di Tokyo Stock Exchange. Kami berharap program ini dapat membantu kami membangun fondasi dan memahami kesiapan yang dibutuhkan untuk bergerak ke arah tersebut,” tutup Indra.
STEVY WIDIA
