Citi Foundation Beri Hibah US$25 Juta untuk Kembangkan Keterampilan AI Generasi Muda

Citi Foundation Global Innovation Challenge Dana Hibah AI

Citi Foundation Beri Hibah US$25 Juta untuk Kembangkan Keterampilan AI Generasi Muda (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Citi Foundation meluncurkan Global Innovation Challenge keempat dengan membuka Permintaan Proposal (Request for Proposals/RFP) senilai US$25 juta (sekitar Rp443,7 miliar). Program hibah global ini berfokus pada penguatan keterampilan, pengalaman, dan peluang bagi generasi muda agar mampu bersaing di tengah perekonomian yang kian dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melalui inisiatif ini, Citi Foundation akan menyalurkan dana sebesar US$500.000 (sekitar Rp8,87 miliar) kepada 50 organisasi komunitas di seluruh dunia yang berfokus menjembatani kesenjangan digital dan kesiapan kerja kaum muda.

Mendorong Kecakapan AI bagi Kelompok Rentan Ekonomi

Head of Community Investing and Development Citi sekaligus Head of the Citi Foundation, Brandee McHale, menjelaskan bahwa transformasi teknologi yang cepat membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi tenaga kerja muda, terutama dari kelompok rentan ekonomi.

“Kecakapan dalam bidang AI adalah kunci untuk membuka peluang-peluang ini. Melalui Global Innovation Challenge ini, kami ingin memastikan generasi muda dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk berhasil dalam pekerjaan masa depan serta menjadi inovator dan pemimpin generasi selanjutnya,” ujar McHale, dikutip Jum’at (11/9/2026).

Berdasarkan data World Economic Forum, sekitar 66% perusahaan diperkirakan akan merekrut talenta dengan keahlian khusus AI. Di saat yang sama, lebih dari 60% perusahaan juga melaporkan peningkatan permintaan akan human-centric skills seperti berpikir kritis, ketahanan (resilience), dan fleksibilitas guna memperkuat daya saing kerja (employability).

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyoroti tingginya penetrasi teknologi digital di dalam negeri sebagai modal utama generasi muda Indonesia dalam mengambil peran pada lanskap AI global.

“Saat ini, lebih dari 80% populasi Indonesia telah terhubung ke internet, dan lebih dari 93% di antaranya telah menggunakan tools AI setiap bulan. Hal ini menunjukkan potensi digital generasi muda kita sangat besar. Global Innovation Challenge ke-4 ini mencerminkan komitmen Citi untuk memberdayakan mereka agar memimpin masa depan AI secara bertanggung jawab,” kata Batara.

Empat Fokus Utama Penyaluran Hibah

Dana hibah Global Innovation Challenge akan disalurkan kepada organisasi nirlaba dan komunitas yang menjalankan empat fokus program utama: Pertama, Pengembangan Keterampilan Teknis dan Humanis: Membantu pemuda dari latar belakang ekonomi rentan menguasai teknik AI (seperti prompt engineering dan pembuatan konten digital) yang dipadukan dengan pemecahan masalah serta berpikir kritis.

Kedua, Perluasan Akses Kerja dan Fasilitas: Menghubungkan generasi muda dengan peluang kerja melalui penyediaan pusat kegiatan masyarakat, perangkat komputer, dan platform perangkat lunak yang andal meski dalam keterbatasan akses internet.

Ketiga, Modernisasi Program Tenaga Kerja: Memperkuat program pelatihan kerja pemuda yang sudah berjalan dengan mengintegrasikan perangkat AI terbaru. Keempat, Kemitraan Lintas Sektor: Membina kolaborasi antar-lembaga untuk berbagi praktik terbaik, membangun kapasitas organisasi, serta merespons dinamika kebutuhan pasar kerja.

Program ini melanjutkan komitmen jangka panjang Citi Foundation dalam pemberdayaan pemuda, melengkapi inisiatif Pathways to Progress yang telah berjalan selama satu dekade serta program penguatan penyerapan tenaga kerja muda tahun sebelumnya. (*AMBS)

 

Exit mobile version