Di Tengah Lesunya Pendanaan, Startup AI Lokal Unjuk Gigi di NextDev Summit 2026

NextDev Summit 2026

Para pemenang Telkomsel NextDev ke-11. (Foto: istimewa/telkomsel)

youngster.id - Di tengah tren melemahnya pendanaan technopreneur di Asia Tenggara, Telkomsel justru menghadirkan angin segar lewat gelaran NextDev Summit 2026. Sebagai puncak program impact incubator NextDev ke-11, acara ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ruang bertemunya inovasi, kolaborasi, dan peluang nyata bagi startup berbasis AI di Indonesia.

Technopreneur Tax Point asal Tabanan, Bali terpilih sebagai Best of The Best NextDev ke-11. Disusul Epployee dari Bandung sebagai Runner Up, dan Sumrize dari Subang yang menyabet Most Attractive Digital Business. Ketiganya membuktikan bahwa solusi berbasis AI dari daerah pun mampu bersaing dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Mengusung tema “Unleashing AI Impact”, NextDev tahun ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar hype. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menekankan, Indonesia punya talenta digital yang sangat besar. Melalui NextDev, Telkomsel ingin terus membuka jalan bagi para inovator lokal untuk berkembang dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

“Indonesia ini penuh dengan talenta yang sangat potensial. Ditambah dengan dukungan yang besar dari pemerintah, potensi digital tanah air ini bisa meningkat dari waktu ke waktu. Telkomsel punya visi agar kita semua bisa memberdayakan bangsa Indonesia dalam kesehariannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik hari ini, dan lebih baik lagi ke depannya. Oleh karena itu, kami secara konsisten terus melakukan scouting dan development melalui program NextDev,” katanya dikutip Sabtu (11/4/2026).

NextDev Summit mempertemukan Top 10 technopreneur dari berbagai kota di Indonesia. Dari sisi solusi, para pemenang juga membawa pendekatan yang relevan dan aplikatif. Tax Point hadir dengan layanan konsultasi pajak yang lebih simpel dan terjangkau. Sedang, Epployee menawarkan platform HR berbasis cloud dan AI dalam satu ekosistem. Sementara Sumrize membantu pengguna merangkum percakapan WhatsApp secara otomatis—solusi yang terasa “dekat” dengan kehidupan sehari-hari Gen Z.

Menurut Nugroho, NextDev ini telah membuktikan dampaknya selama lebih dari satu dekade. Program ini telah menginkubasi 162 technopreneur dari total 6.798 pendaftar, melibatkan ratusan mentor dan juri, serta menghadirkan ratusan sesi pembelajaran dan mentoring. Ke depannya, NextDev juga membuka peluang networking, matchmaking, hingga kolaborasi lebih lanjut dengan ekosistem digital Telkomsel.

Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menegaskan bahwa perjalanan satu dekade NextDev adalah bukti nyata kolaborasi dalam membangun ekosistem digital. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan AI sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan digital Indonesia.

“Telkomsel, sebagai infrastruktur dan platform yang signifikan, adalah langkah awal bagaimana kita semua bisa memastikan kedaulatan digital. Dengan mendukung penguasaan AI, kami berharap NextDev bisa terus membantu kita membangun ekosistem digital yang benar-benar kita butuhkan,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto. Menurutnya, meski AI adalah keniscayaan, peran kreator tetap tak tergantikan.

“NextDev telah menghasilkan bakat-bakat hebat di Indonesia. 10 tahun itu adalah bukti konsistensi, karena saya percaya bahwa segala sesuatu yang berhasil itu tentu melalui proses dan kerja keras dan juga konsistensi,” ucapnya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version