youngster.id - Perusahaan kecantikan global L’Oréal membuka pendaftaran program Big Bang Beauty Tech Innovation 2026 untuk wilayah SAPMENA (South Asia Pacific, Middle East, and North Africa). Memasuki tahun ketiga, kompetisi inovasi terbuka ini menjadi panggilan bagi para pionir teknologi, termasuk dari Indonesia, untuk berkolaborasi menciptakan masa depan kecantikan berbasis teknologi (Beauty Tech).
Program ini merupakan batu loncatan strategis bagi perusahaan rintisan untuk melakukan skalabilitas bisnis secara global. Sebagai bukti kesuksesannya, tujuh startup dari kohort sebelumnya telah berhasil maju ke tahap uji coba komersial dengan merek-merek ikonik di bawah naungan L’Oréal.
Para startup yang berkompetisi berkesempatan memperebutkan hadiah utama berupa uji coba komersial (commercial pilot) yang didanai penuh oleh L’Oréal. Selain itu, pemenang akan mendapatkan akses ke 35 pasar dengan pertumbuhan tinggi di wilayah SAPMENA serta bimbingan strategis selama satu tahun dari para pemimpin senior L’Oréal dan mitra program.
Edisi 2026 fokus pada tiga pilar utama yang sedang mendominasi industri: perdagangan berbasis AI (AI-powered commerce), ekosistem yang digerakkan oleh kreator dan afiliasi, serta akselerasi ekonomi sirkular.
L’Oréal mengundang para inovator untuk mendaftar di bawah lima tema strategis yang dirancang khusus untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi industri. Fokus pertama mencakup Connected Brand Experience yang bertujuan meningkatkan interaksi konsumen dengan merek, serta Creators & Affiliates untuk mengoptimalkan ekosistem konten kreatif.
Selain itu, program ini mencari solusi cerdas melalui AI-Powered Commerce guna memperkaya pengalaman belanja digital, serta Science for Beauty yang mengedepankan inovasi berbasis sains untuk produk kecantikan. Terakhir, L’Oréal menekankan pentingnya Innovation for Good, yaitu pengembangan teknologi yang mampu mendorong keberlanjutan dan kebaikan sosial di masa depan.
President L’Oréal SAPMENA Zone, Vismay Sharma, menyebut wilayah ini sebagai ‘Silicon Valley’ untuk Beauty Tech. Dengan 40% populasi dunia dan mayoritas konsumen muda yang fasih digital, SAPMENA menjadi laboratorium penting bagi transformasi industri.
“Kami berkomitmen untuk menemukan dan membina para pionir yang akan memimpin transformasi ini. Seiring AI dan ekonomi kreator membentuk ulang industri, peran startup menjadi sangat krusial,” ujar Vismay, Selasa (12/5/2026).
Pendaftaran kini telah dibuka bagi startup dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, hingga Arab Saudi. Inovator yang memiliki solusi teknologi relevan dapat mengajukan aplikasi mereka melalui platform resmi L’Oréal Big Bang untuk berkesempatan membawa inovasi mereka ke panggung dunia.
HENNI S.
