youngster.id - Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dunia, dapat menjadi ruang bagi talenta muda Indonesia untuk mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Seperti yang dibuktikan, Clarissa Aurelia Nahid Saputra. Penerima Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek Batch 1 tahun 2025 ini berhasil mengembangkan startup di Amerika Serikat dan memperoleh pendanaan hingga US$550.000.
Clarissa bersama rekan-rekannya mengembangkan Clean AI Labs (tryclean.ai), sebuah perusahaan rintisan atau startup B2B yang membantu perusahaan menemukan calon pembeli berdasarkan data riil dari aktivitas bisnis, seperti pengiriman, perizinan, dan pergantian pemasok. Startup tersebut memperoleh pendanaan US$50.000 dari Jackson Square Ventures dan US$500.000 dari Y Combinator.
Clarissa saat ini tengah melanjutkan studi di University of California San Diego. Alumni SMAN Unggulan MH Thamrin ini telah menjalani tahun pertama perkuliahan di Amerika Serikat.
Menurut Clarissa, Beasiswa Garuda tidak hanya sebagai dukungan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkembang, bertemu dengan talenta muda lainnya, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.
“Beasiswa Garuda tidak hanya membantu saya secara finansial namun juga secara sosial. Lewat beasiswa ini, saya bisa ketemu teman-teman yang sangat ambisius, dan saya sangat senang berbicara dengan mereka tentang hal-hal yang sedang terjadi di Indonesia maupun dunia global. Teman-teman saya di UC San Diego sering berkumpul dan membantu sesama,” kata Clarissa, seperti dilansir laman Kemendiktisaintek, Jumat (2/10/2026).
Clarissa merasa berkembang baik secara akademik maupun personal. Pengalaman riset robotika, mengikuti hackathon, serta berinteraksi dengan lingkungan akademik di Amerika Serikat, turut memperluas wawasan dan membangun kepercayaan dirinya.
Setelah menjalani tahun pertama perkuliahan, Clarissa telah menyiapkan sejumlah rencana untuk melanjutkan pengembangan dirinya. Ia ingin mengembangkan teknologi yang dibangunnya agar dapat memberikan dampak lebih luas, sekaligus memperdalam bidang robotika dan AI hardware.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah.
“Kami menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” ucapnya.
Menteri Brian menjelaskan Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan kelas dunia serta mulai 2026, pemerintah memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri. Pada 2025/2026, sebanyak lebih dari 400 talenta berhasil melanjutkan studi di perguruan tinggi top dunia melalui Beasiswa Garuda.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post