youngster.id - Jaringan restoran cepat saji lokal, Rocket Chicken, mencatatkan pertumbuhan bisnis masif sejak pertama kali didirikan pada Februari 2010. Mengawali usahanya dari satu gerai di Semarang, Jawa Tengah, bisnis kuliner berbasis waralaba (franchise) ini telah berkembang pesat hingga mengoperasikan lebih dari 1.450 gerai yang tersebar di 90 kota di seluruh Indonesia.
Pendiri sekaligus CEO Rocket Chicken, Nurul Atik, mengungkapkan bahwa kunci utama pertumbuhan perusahaannya bertumpu pada keberanian mengambil peluang, penentuan harga yang terjangkau bagi segmen menengah ke bawah, serta strategi ekspansi wilayah yang terukur.
“Di awal, kami fokus membuat gerai ramai dan mengenalkan produk kepada konsumen dulu. Walaupun awalnya belum untung, yang penting ramai dulu. Setelah berjalan, kami mengevaluasi biaya dan harga agar usaha tetap sehat. Kami juga belajar bahwa pengembangan wilayah harus dilakukan dengan perhitungan, tidak sekadar membuka gerai di banyak kota,” ujar Atik, Jum’at (6/11/2026).
Penyerap Ribuan Tenaga Kerja dan Dukungan Sistem Perbankan
Seiring dengan pesatnya ekspansi bisnis, jumlah tenaga kerja Rocket Chicken mengalami lonjakan signifikan. Jika pada awal berdiri perusahaan hanya didukung oleh 7 orang pekerja, saat ini Rocket Chicken telah menyerap sekitar 13.000 karyawan.
Skala operasional yang semakin luas mendorong manajemen memperkuat administrasi dan tata kelola keuangan, termasuk dalam hal pengelolaan pembayaran gaji (payroll) karyawan yang tersebar di berbagai daerah. Dalam mendukung kebutuhan transaksi, pembiayaan modal usaha, hingga fasilitas payroll, Rocket Chicken memanfaatkan kemitraan strategis dengan Bank BCA.
“Untuk penggajian, sekarang prosesnya lebih mudah karena sudah terprogram. Kami bisa memantau apakah gaji karyawan sudah masuk sehingga pengelolaannya lebih praktis,” tambah Atik.
Komitmen Pembiayaan Sektor UKM oleh Bank BCA
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa rekam jejak pertumbuhan Rocket Chicken merupakan contoh nyata bagaimana akses layanan perbankan yang tepat dapat mengakselerasi skala bisnis pelaku usaha lokal.
BCA mencatat portofolio penyaluran kredit UKM mencapai Rp149,2 triliun hingga September 2026, atau tumbuh 15,4% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Pencapaian ini menjadi bagian dari total penyaluran kredit produktif BCA yang tumbuh 17,2% YoY menjadi Rp831 triliun.
“BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor, termasuk UKM. Kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan dan layanan perbankan yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” kata Hera.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post