Tembus Rp8,57 Miliar, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Berlimpah di Semester I-2026

UMKM binaan Pertamina

Tembus Rp8,57 Miliar, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Berlimpah di Semester I-2026 (Foto: Istimewa/Pertamina)

youngster.id - Program perluasan akses pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) membukukan hasil positif. Sepanjang semester I-2026, UMKM binaan yang mengikutsertakan produknya dalam berbagai pameran regional, nasional, hingga internasional berhasil mencatatkan total omzet mencapai Rp8,57 miliar.

Capaian tersebut menegaskan pentingnya pembukaan jejaring dan akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Pameran tidak hanya menjadi ajang transaksi langsung, tetapi juga sarana bertemu calon pembeli, membangun kolaborasi antar-UMKM, serta menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa dukungan Pertamina diarahkan untuk memberikan pembekalan secara menyeluruh agar UMKM mampu bertumbuh secara mandiri.

“Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan, tetapi melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh,” ujar Baron, dikutip Jum’at (14/8/2026).

Fasilitasi Ribuan Sertifikasi dan Ratusan Pameran

Penguatan kapasitas pelaku usaha terus dilakukan secara berkesinambungan melalui kesiapan produk dan legalitas. Hingga akhir Juni 2026, Pertamina telah memfasilitasi sebanyak 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaan untuk memastikan standar kualitas dan keamanan produk terjamin di mata konsumen.

Selain sertifikasi, Pertamina menggelar 579 pelatihan melalui Rumah BUMN Pertamina yang mencakup materi pemasaran digital, legalitas, hingga pengelolaan keuangan. Dari sisi akses pasar, Pertamina telah memboyong para pelaku usaha binaannya ke dalam 414 pameran bergengsi, di antaranya Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.

Kisah Sukses Sambal Ning Niniek

Dampak nyata dari ekosistem pembinaan ini dirasakan oleh Sri Wahyuni, pemilik usaha Sambal Ning Niniek. Setelah memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp35 juta pada 2023 untuk meningkatkan kapasitas produksi, bisnisnya terus melaju hingga berhasil menjadi salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025.

“Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Melalui UMK Academy dan kesempatan pameran, kami dapat mengembangkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran secara signifikan,” tutur Sri Wahyuni.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version