youngster.id - Kompetisi teknologi iklim terbesar di Indonesia, Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026, telah memilih tiga inovator sebagai pemenang yang masing-masing mendapatkan dana katalitik sebesar Rp5 miliar.
Ajang edisi kelima yang diinisiasi oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent ini berfokus pada tiga trek utama: Transisi Energi, Solusi Alam & Pangan, serta Ekonomi Sirkular. Sejak diluncurkan pada 8 April 2026, CIIC 2026 menarik antusiasme global dengan menyeleksi lebih dari 850 pendaftar dari 60 negara hingga menghasilkan sembilan finalis terbaik.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, menyampaikan bahwa CIIC mencerminkan pentingnya inovasi iklim sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh.
“Kami senang melihat CIIC berkembang menjadi platform yang mempertemukan berbagai gagasan berani, para inovator yang berdedikasi, serta para mitra yang memiliki ambisi bersama untuk mengubah inovasi iklim menjadi dampak nyata,” ujar Avina, Rabu (7/10/2026).
Daftar Pemenang dan Solusi Inovasi Iklim CIIC 2026
Tiga pemenang dari masing-masing trek berhak mendapatkan dana katalitik sebesar Rp5 miliar per pemenang (total Rp15 miliar) untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia:
- CRecTech (Pemenang Trek Transisi Energi): Mengubah limbah biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol dengan biaya 50% lebih rendah serta menekan emisi hingga 93%.
- Blueyou (Pemenang Trek Solusi Alam & Pangan): Menggabungkan restorasi mangrove di lahan terdegradasi dengan produksi pangan biru tanpa bahan kimia, sekaligus meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
- MacroCycle Technologies (Pemenang Trek Ekonomi Sirkular): Mengembangkan teknologi daur ulang poliester dari tekstil ke tekstil dengan penggunaan energi dan emisi CO₂ 80% lebih rendah, serta hemat air hingga 99%.
Komitmen Investasi dan Pendanaan Tambahan
Selain dana pemenang utama, panggung Grand Finale juga menjadi ajang pengumuman sejumlah komitmen investasi dan pendanaan tambahan dari para mitra strategis.
Tencent menyatakan komitmennya untuk melakukan pra-pembelian kredit karbon senilai US$1 juta kepada Yagasu. Sementara itu, Sinar Mas Agribusiness & Food menyalurkan hibah sebesar US$50.000 kepada CRecTech, yang juga mendapatkan suntikan investasi tambahan dengan nilai serupa, yakni US$50.000 dari Vinerock Capital. Di sisi lain, Mana Impact turut memperkuat dukungan pendanaan dengan mengucurkan investasi senilai US$50.000 kepada Blueyou.
Head of Climate and Liveability Temasek Foundation, Heng Li Lang, menyatakan bahwa kolaborasi ini mendukung inovator iklim untuk memvalidasi dan memperluas skala solusi yang relevan dengan tantangan lokal. Vice President for Sustainable Social Value Tencent, Xu Hao, menambahkan bahwa uji coba berteknologi berbasis alam ini diharapkan mampu berkembang menjadi solusi berkelanjutan secara komersial bagi masyarakat dan lingkungan.
STEVY WIDIA
