youngster.id - Fintech Amartha meluncurkan Amartha Prosper, solusi investasi berbasis dampak (impact investment) yang menghubungkan modal publik dengan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Produk ini terintegrasi dalam aplikasi Amartha dan memungkinkan investor memperoleh imbal hasil sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi komunitas, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro di wilayah perdesaan.
Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, mengatakan peluncuran Amartha Prosper merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas akses investasi berbasis dampak yang terukur dan bertanggung jawab.
“Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia,” ujar Julie.
Melalui skema Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS), investor dapat menyalurkan dana ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran geografis dan sektor usaha yang beragam. Hal ini memberikan diversifikasi portofolio yang lebih luas dengan risiko yang lebih terukur.
Produk Amartha Prosper menawarkan potensi imbal hasil hingga 14%, dengan empat profil investasi, yakni Balanced-Flex dengan imbal hasil bulanan fleksibel, Balanced yang relatif resilien terhadap kondisi ekonomi, Progressive dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi, serta Dynamic dengan potensi imbal hasil tertinggi disertai risiko yang lebih besar. Seluruh produk dapat diakses melalui aplikasi digital Amartha.
Selama 16 tahun beroperasi, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun pembiayaan kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia. Perusahaan juga didukung oleh lebih dari 320 ribu lender ritel terdaftar.
Dampak sosial dari pendanaan tersebut tercermin dari terciptanya lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha, serta peningkatan pendapatan dan kapasitas usaha di tingkat komunitas. Atas praktik tata kelola yang baik, Amartha memperoleh kepercayaan dari puluhan institusi nasional dan global.
Tren investasi berbasis tujuan juga terus menguat. Berdasarkan laporan Global Impact Investing Network (GIIN) 2025, sebanyak 31% investor berencana meningkatkan alokasi investasi berdampak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam lima tahun ke depan.
Julie menegaskan Amartha Prosper diharapkan menjadi jembatan antara investor dan pertumbuhan ekonomi komunitas secara berkelanjutan.
“Dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada UMKM perdesaan, kami optimistis Amartha Prosper dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional dan daerah,” tutupnya.
STEVY WIDIA













Discussion about this post