youngster.id - Platform keuangan bisnis Aspire resmi menjalin kemitraan strategis dengan investor tahap awal global, Antler. Langkah ini diambil untuk mempercepat pertumbuhan startup dan mendukung para founder sejak hari pertama perusahaan berdiri, terutama dalam menghadapi kompleksitas operasional lintas batas (cross-border).
Kolaborasi ini dilakukan di tengah meningkatnya tren startup yang beroperasi lintas negara sejak hari pertama (global-first startups), termasuk di Indonesia yang menjadi salah satu pasar pertumbuhan utama Aspire dan Antler di Asia Tenggara.
Aspire mencatatkan pertumbuhan pelanggan startup sebesar 46% secara tahunan (YoY) dan menargetkan kenaikan hingga 2,3 kali lipat pada tahun 2026. Melalui jaringan Antler yang tersebar di 27 lokasi dunia, termasuk Indonesia, Aspire berupaya hadir saat founder mengambil keputusan infrastruktur finansial yang kritikal.
“Bekerja sama dengan Antler memungkinkan kami menjangkau para founder tepat saat mereka membangun fondasi bisnis. Kami melihat momentum luar biasa karena para pendiri perusahaan mulai menyadari bahwa alat keuangan yang terfragmentasi hanya akan memperlambat gerak bisnis,” ujar Andrea Baronchelli, CEO dan Co-founder Aspire, dikutip Rabu (18/2/2026).
Data internal Aspire menunjukkan pergeseran menarik dalam lanskap startup:
- Dominasi AI: Startup kecerdasan buatan (AI) menyumbang sekitar 30% dari penambahan pelanggan baru, sejalan dengan tren global di mana AI menarik hampir separuh pendanaan modal ventura.
- Volume Pembayaran Meningkat: Pelanggan startup kini memproses pembayaran tahunan 50% lebih besar dibandingkan dua tahun lalu, menandakan aktivitas komersial yang tetap kuat meski di tengah pengetatan pendanaan (tech winter).
- Adopsi Valas Lebih Awal: Startup baru mengeksekusi transaksi valuta asing (FX) 30% lebih banyak dalam 30 hari pertama mereka. Hal ini mencerminkan fenomena startup Indonesia yang kini langsung merekrut talenta global atau berekspansi ke pasar internasional sejak tahap awal.
Di Indonesia, Antler dikenal sebagai salah satu investor paling aktif yang memberikan pendanaan awal bagi ratusan startup melalui program inkubasinya. Sementara itu, Aspire telah menjadi solusi bagi banyak perusahaan lokal untuk mengelola arus kas, pembayaran lintas batas, hingga manajemen pengeluaran dalam satu platform terintegrasi.
“Banyak startup di Asia Tenggara yang sudah bersifat global sejak hari pertama. Kemitraan ini memperkuat sistem pendukung bagi para founder agar mereka memiliki fondasi yang tepat saat melakukan skala bisnis secara internasional,” kata Hiro Kiga, Partner di Antler Southeast Asia dan Japan.
Dengan dukungan lisensi regulator di berbagai pasar dan dukungan investor raksasa seperti Sequoia dan Y-Combinator, Aspire memposisikan dirinya sebagai “sistem operasi keuangan” bagi startup yang ingin efisien dalam mengelola operasional multi-negara.
Saat ini Aspire melayani lebih dari 50.000 perusahaan di lebih dari 30 pasar, dengan dukungan investor global seperti Sequoia, Lightspeed, Y Combinator, dan PayPal.
Sementara itu, Antler telah mendukung lebih dari 1.600 startup secara global dan menargetkan 6.400 startup hingga 2030, termasuk melalui dana lanjutan Antler Elevate senilai US$285 juta. (*AMBS)
