Perkuat Ekosistem Lokal, DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp11,2 Miliar bagi 5 Wirausaha Sosial Indonesia

Hibah DBS Foundation Indonesia

Perkuat Ekosistem Lokal, DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp11,2 Miliar bagi 5 Wirausaha Sosial Indonesia (Foto: Istimewa)

youngster.id - Komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia kembali ditegaskan oleh DBS Foundation. Tahun ini, sebanyak lima wirausaha sosial (social enterprise) dan bisnis berdampak (Business for Impact/BFI) asal Indonesia resmi menerima kucuran hibah sebesar SG$850.000 atau setara Rp11,2 miliar melalui DBS Foundation Grant Program 2025.

Dukungan finansial ini merupakan bagian dari total hibah regional sebesar SGD 4,9 juta (Rp65 miliar) yang disalurkan ke seluruh Asia. Di Indonesia, dana tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak nyata bagi lebih dari 1,9 juta penerima manfaat, mulai dari peningkatan layanan kesehatan hingga pemberdayaan komunitas pesisir.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menekankan bahwa dukungan ini diberikan di tengah meningkatnya kebutuhan akan model bisnis yang berkelanjutan di tanah air. Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah wirausaha sosial di Indonesia terus melonjak, mencapai sekitar 20.000 pelaku usaha pada 2023.

“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Melalui program ini, Bank DBS Indonesia tidak hanya menyediakan pendanaan, namun juga memperkuat fondasi para pelaku usaha sosial melalui pendampingan dan akses ke jejaring global agar mereka dapat tumbuh secara sehat dan mandiri,” ujar Mona, dikutip Rabu (11/3/2026).

Tahun ini, DBS Foundation menyeleksi lima entitas dengan solusi beragam yang mencakup wilayah Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur:

  1. DoctorTool (Healthtech): Startup yang mendigitalisasi layanan kesehatan primer untuk meningkatkan akses bagi masyarakat di wilayah terpencil (underserved) dan peserta JKN.
  2. Nazava Water Filters: Produsen filter air minum murah asli Indonesia yang telah tersertifikasi WHO, berfokus pada penyediaan air bersih bagi keluarga berpenghasilan rendah tanpa perlu merebus air.
  3. Parongpong RAW Lab: Inovator lingkungan yang meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi.
  4. KONEKIN (Koneksi Indonesia Inklusif): Platform yang mendorong terciptanya lingkungan kerja inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia.
  5. Sosial Business Indonesia (SOBI): Pengembang rantai pasok inklusif yang fokus pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kecil.

Selain dana hibah langsung, Bank DBS Indonesia aktif menjalankan pilar keberlanjutan ‘Impact Beyond Banking’. Melalui kolaborasi strategis, DBS telah memberikan dampak luas bagi masyarakat Indonesia, di antaranya: Talenta Digital–Beasiswa pelatihan IT gratis bersama Dicoding untuk 70.000 talenta muda, Literasi Keuangan–Program yang menjangkau 220.000 perempuan dan pemuda bersama The Asia Foundation dan Plan Indonesia, dan Ketahanan Pangan–Pemberdayaan 28.000 petani di Flores bersama Yayasan Humanis dan UNICEF untuk perbaikan gizi anak.

“Ini bukan sekadar program hibah bagi kami, ini tentang membangun ekosistem kolaboratif di Indonesia di mana sektor swasta dan komunitas dapat bersama-sama menciptakan solusi berkelanjutan,” tutup Mona.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version