Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline STARTUP

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang

24 Februari 2026
in STARTUP
Reading Time: 2 mins read
GSMA green mobile

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - GSMA meluncurkan program dana hibah global bertajuk GSMA Innovation Fund for Green Transition untuk mendukung usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan teknologi mobile dan digital dalam proyek terkait akses energi bersih, ekonomi sirkular perangkat seluler, inklusi digital, serta aksi iklim di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Acting Head of Mobile for Development GSMA, Philippe Bellordre, mengatakan bahwa dana hibah ini menghubungkan akses energi bersih dan model perangkat sirkular dengan konektivitas serta keterjangkauan.

“Melalui Innovation Fund ini, kami berinvestasi langsung pada perusahaan yang menggunakan teknologi mobile dan digital untuk mendorong inklusi digital dan transisi energi bersih, sekaligus mengembangkan solusi sirkular yang memperpanjang usia perangkat dan membuat konektivitas lebih terjangkau bagi komunitas yang kurang terlayani,” ujarnya.

Baca juga :   TIP Community Lab, Kolaborasi Meningkatkan Konektivitas di Indonesia

Program ini menawarkan hibah sebesar £100.000 hingga £200.000 dengan periode pendanaan 15 hingga 18 bulan. Fokus pendanaan ditujukan bagi perusahaan berorientasi profit dengan maksimal 250 karyawan yang beroperasi di Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia Selatan dan Asia Tenggara.

GSMA mensyaratkan pelamar telah memiliki pendapatan komersial dan pengguna aktif, serta berkomitmen menyediakan pendanaan pendamping (matching fund) minimal 25% dari total nilai hibah. Dana ini didukung langsung oleh GSMA dan para anggotanya.

Program hibah ini menargetkan solusi yang mampu mengatasi hambatan masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengakses energi yang andal dan terjangkau. GSMA akan mendukung inovasi yang memperluas akses energi bersih melalui teknologi mobile dan digital, seperti solusi energi terbarukan, smart metering, serta model layanan yang mengintegrasikan penyediaan energi dengan akses digital.

Baca juga :   GSMA Prediksi Ada 400 Juta Koneksi 5G di Asia Pasifik pada 2025

Selain itu, dana ini juga menyasar pengembangan ekonomi sirkular untuk perangkat mobile. Proyek yang dipertimbangkan mencakup perpanjangan usia pakai perangkat melalui perbaikan, refurbish, dan reuse, serta pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang bertanggung jawab.

Contoh solusi yang didukung antara lain program trade-in dan take-back, model leasing perangkat, marketplace ponsel refurbished, sistem pelacakan perangkat, serta program pengumpulan dan daur ulang e-waste. Pendekatan ini juga dikaitkan dengan keterjangkauan harga ponsel, sehingga dapat mengurangi hambatan kepemilikan perangkat di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain pendanaan, perusahaan terpilih akan memperoleh dukungan teknis, pendampingan monitoring dan evaluasi, serta akses ke jejaring investor dan peluang kemitraan dengan operator seluler. GSMA juga akan memberikan eksposur melalui kanal publikasi dan forum industri.

Baca juga :   ALVA Gandeng Dominate Luncurkan Gaya Mobility Fashion

Program ini diharapkan dapat menghasilkan bukti praktik terbaik yang dapat menjadi rujukan dalam diskusi kebijakan serta mendukung agenda iklim dan ESG industri telekomunikasi global. Inisiatif ini juga sejalan dengan target net zero industri mobile dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (United Nations Sustainable Development Goals).

Pendaftaran program hibah ini telah dibuka dan akan ditutup pada 6 April 2026. GSMA menyebutkan periode aplikasi berlangsung dari Februari hingga Mei 2026, dengan batas akhir pengajuan pada April.

Perusahaan yang menerima pendanaan wajib menjalankan proyek sesuai periode 15–18 bulan, memenuhi ketentuan matching fund, serta berpartisipasi dalam proses monitoring dan evaluasi yang ditetapkan GSMA. (*AMBS)

 

Tags: GSMAGSMA Innovation Fund for Green TransitionStartup Teknologi Hijau
Previous Post

BRIN dan COSMAX Indonesia Luncurkan Riset Nusantara Skin Microbiome Map untuk Industri Kosmetik Berbasis Sains

Next Post

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

Related Posts

GSMA
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

GSMA: Indonesia Perlu Percepat Investasi Digital untuk Menjadi Pemimpin di Asia Pasifik

12 Desember 2025
0
mobile
News

GSMA Prediksi Ada 400 Juta Koneksi 5G di Asia Pasifik pada 2025

11 Juli 2022
0
Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara
Headline

Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara

19 Desember 2020
0
Load More
Next Post
Bank Indonesia - PIDI

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Discussion about this post

Recent Updates

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

24 Februari 2026
Bank Indonesia - PIDI

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

24 Februari 2026
GSMA green mobile

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang

24 Februari 2026
COSMAX x BRIN

BRIN dan COSMAX Indonesia Luncurkan Riset Nusantara Skin Microbiome Map untuk Industri Kosmetik Berbasis Sains

24 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

24 Februari 2026
Bank Indonesia - PIDI

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

24 Februari 2026
GSMA green mobile

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang

24 Februari 2026
COSMAX x BRIN

BRIN dan COSMAX Indonesia Luncurkan Riset Nusantara Skin Microbiome Map untuk Industri Kosmetik Berbasis Sains

24 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version