youngster.id - GSMA meluncurkan program dana hibah global bertajuk GSMA Innovation Fund for Green Transition untuk mendukung usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan teknologi mobile dan digital dalam proyek terkait akses energi bersih, ekonomi sirkular perangkat seluler, inklusi digital, serta aksi iklim di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Acting Head of Mobile for Development GSMA, Philippe Bellordre, mengatakan bahwa dana hibah ini menghubungkan akses energi bersih dan model perangkat sirkular dengan konektivitas serta keterjangkauan.
“Melalui Innovation Fund ini, kami berinvestasi langsung pada perusahaan yang menggunakan teknologi mobile dan digital untuk mendorong inklusi digital dan transisi energi bersih, sekaligus mengembangkan solusi sirkular yang memperpanjang usia perangkat dan membuat konektivitas lebih terjangkau bagi komunitas yang kurang terlayani,” ujarnya.
Program ini menawarkan hibah sebesar £100.000 hingga £200.000 dengan periode pendanaan 15 hingga 18 bulan. Fokus pendanaan ditujukan bagi perusahaan berorientasi profit dengan maksimal 250 karyawan yang beroperasi di Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia Selatan dan Asia Tenggara.
GSMA mensyaratkan pelamar telah memiliki pendapatan komersial dan pengguna aktif, serta berkomitmen menyediakan pendanaan pendamping (matching fund) minimal 25% dari total nilai hibah. Dana ini didukung langsung oleh GSMA dan para anggotanya.
Program hibah ini menargetkan solusi yang mampu mengatasi hambatan masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengakses energi yang andal dan terjangkau. GSMA akan mendukung inovasi yang memperluas akses energi bersih melalui teknologi mobile dan digital, seperti solusi energi terbarukan, smart metering, serta model layanan yang mengintegrasikan penyediaan energi dengan akses digital.
Selain itu, dana ini juga menyasar pengembangan ekonomi sirkular untuk perangkat mobile. Proyek yang dipertimbangkan mencakup perpanjangan usia pakai perangkat melalui perbaikan, refurbish, dan reuse, serta pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang bertanggung jawab.
Contoh solusi yang didukung antara lain program trade-in dan take-back, model leasing perangkat, marketplace ponsel refurbished, sistem pelacakan perangkat, serta program pengumpulan dan daur ulang e-waste. Pendekatan ini juga dikaitkan dengan keterjangkauan harga ponsel, sehingga dapat mengurangi hambatan kepemilikan perangkat di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain pendanaan, perusahaan terpilih akan memperoleh dukungan teknis, pendampingan monitoring dan evaluasi, serta akses ke jejaring investor dan peluang kemitraan dengan operator seluler. GSMA juga akan memberikan eksposur melalui kanal publikasi dan forum industri.
Program ini diharapkan dapat menghasilkan bukti praktik terbaik yang dapat menjadi rujukan dalam diskusi kebijakan serta mendukung agenda iklim dan ESG industri telekomunikasi global. Inisiatif ini juga sejalan dengan target net zero industri mobile dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (United Nations Sustainable Development Goals).
Pendaftaran program hibah ini telah dibuka dan akan ditutup pada 6 April 2026. GSMA menyebutkan periode aplikasi berlangsung dari Februari hingga Mei 2026, dengan batas akhir pengajuan pada April.
Perusahaan yang menerima pendanaan wajib menjalankan proyek sesuai periode 15–18 bulan, memenuhi ketentuan matching fund, serta berpartisipasi dalam proses monitoring dan evaluasi yang ditetapkan GSMA. (*AMBS)


















Discussion about this post