youngster.id - Platform layanan transportasi daring kini diperhadapkan pada persaingan ketat dan margin keuntungan yang kian menipis di pasar negara berkembang. Hal ini mendorong inDrive mulai menjajaki layanan iklan dan pengiriman groceries untuk mendapatkan aliran pendapatan baru.
Chief Growth Business Officer inDrive, Andries Smit mengungkapkan, periklanan menawarkan aliran pendapatan dengan margin tinggi yang meningkat seiring dengan penggunaan. Sementara itu, pengiriman groceries akan meningkatkan frekuensi pengguna untuk membuka aplikasi. Mereka bahkan telah mulai menjajaki layanan baru ini di Meksiko, Kolombia, Pakistan, Kazakhstan, Mesir, dan Maroko.
“Kami melihat potensi iklan luar biasa. Idealnya, kami ingin melanjutkan dan meningkatkan investasi seiring dengan kinerja yang kami lihat,” ujar Smit, yang dilansir Tech Crunch, Senin (12/1/2026).
InDrive masuk ke bidang periklanan dan perdagangan didukung oleh pertumbuhan mereka dalam skala yang besar. Laman Tech Crunch melansir, perusahaan ini beroperasi di 1.065 kota di 48 negara dan telah melampaui 360 juta unduhan aplikasi. Itu menjadikannya aplikasi mobilitas yang paling banyak diunduh kedua di dunia selama tiga tahun berturut-turut, di bawah Uber.
Kombinasi ini diprediksi dapat membantu inDrive mengurangi ketergantungan pada komisi perjalanan sekaligus memperkuat bisnis mobilitas intinya.
Smit mengatakan, peluncuran ini menyusul uji coba pada pertengahan 2025 yang menghasilkan ratusan juta tayangan dan menarik minat dari merek konsumen global dan bank. inDrive memperkirakan iklan akan menjadi kontributor lebih signifikan dalam jangka menengah, terutama seiring meningkatnya volume penjualan bahan makanan dan pengiriman.
Layanan transportasi daring, yang beberapa tahun lalu menyumbang sekitar 95% dari pendapatan inDrive, kini turun menjadi 85%.
Di samping itu, peluncuran layanan belanja bahan makanan InDrive di Pakistan akan dimulai di Karachi, kota terbesar di negara itu dan salah satu pasar terkuat perusahaan. Layanan ini kemudian akan diperluas ke kota-kota besar lainnya, termasuk Lahore, Islamabad, dan Rawalpindi.
Sejak diluncurkan pada 2021, inDrive terus memperluas jangkauannya di Pakistan, dengan volume perjalanan meningkat hampir 40% dari tahun ke tahun pada 2025. Pengiriman melalui layanan kurirnya tumbuh 67% pada semester pertama tahun tersebut.
Selain ride-hailing, inDrive menyediakan daftar layanan lain, seperti inDrive.Money, transportasi antar kota, pengiriman barang, dan kurir.
Startup ini meraih status unicorn pada 2021 setelah menutup putaran investasi US$150 juta dengan Insight Partners, General Catalyst, dan Bond Capital, yang mendorong valuasi perusahaan menjadi US$1,23 miliar.
STEVY WIDIA
