youngster.id - Guna memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, fintech JULO berkolaborasi dengan platform Ringkas menggelar program edukasi bertajuk NGOPLING (Ngobrol Penting), untuk membedah strategi pengelolaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sehat dan berkelanjutan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional masih berada di angka 66%. Sementara itu, tingkat inklusi di wilayah pedesaan masih tertinggal di angka 59,6%.
Brand Manager JULO, Poppy Rosari, menekankan bahwa sebagai perusahaan fintech, JULO memiliki misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan kredit yang bertanggung jawab.
“Literasi pengelolaan kredit jangka panjang seperti KPR menjadi hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, JULO dan Ringkas tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga nilai tambah bagi pengguna,” ungkap Poppy, dikutip Selasa (3/3/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, JULO juga menghadirkan program khusus berupa kesempatan memenangkan perjalanan umrah bagi pengguna yang mengajukan KPR melalui jalur kolaborasi ini.
“Saat mencicil KPR, jangan khawatir ketika memasuki fase floating rate. Ada solusi untuk mengembalikan lagi ke suku bunga seperti awal melalui KPR take over,” ujar Devie Fibtarica, Business Development & Mortgage Strategist Ringkas. Menurutnya, strategi ini sangat krusial untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat di tengah fluktuasi pasar.
Sebagai perusahaan fintech lending yang berizin dan diawasi oleh OJK, JULO mencatatkan performa bisnis yang solid. Hingga saat ini, JULO telah dipercaya oleh lebih dari 3,27 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan total penyaluran kredit mencapai Rp27 triliun.
Dana tersebut mayoritas digunakan masyarakat untuk modal usaha, pendidikan, kesehatan, hingga renovasi rumah. Berkat pengelolaan risiko berbasis teknologi AI, JULO berhasil mempertahankan tingkat kesehatan kredit dengan TKB90 sebesar 99% pada periode Januari 2026.
Melalui pendekatan edukasi berkelanjutan seperti NGOPLING, JULO berharap masyarakat tidak hanya memiliki akses ke pendanaan digital, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan demi keberlanjutan masa depan yang lebih sejahtera.
.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post