youngster.id - Living Lab Ventures (LLV) memperkuat strategi investasi dan kemitraan global guna mendorong penciptaan nilai ekonomi baru di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan bisnis berbasis inovasi, kolaborasi lintas negara, serta penciptaan lapangan kerja yang terintegrasi dalam ekosistem BSD City.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto mengungkapkan, peran LLV tidak sebatas sebagai investor, tetapi sebagai penggerak ekosistem inovasi yang terhubung langsung dengan pengembangan kota.
“LLV bukan hanya sebagai investor tradisional, melainkan sebagai ecosystem builder yang memiliki akses langsung ke ekosistem kota,” tutur Bayu Seto kepada media, Rabu (11/2/2026) di Jakarta.
Bayu memaparkan, berbeda dengan banyak perusahaan modal ventura yang berfokus pada tahapan pendanaan startup, LLV mengusung strategi investasi berbasis tema dan kebutuhan kota.
“Pendekatan ini memastikan setiap investasi memiliki implementasi nyata sekaligus pasar yang jelas, ” ujarnya.
Bayu juga menjelaskan tiga strategi utama LLV. Pertama, investasi diprioritaskan pada solusi yang memberi dampak langsung bagi ekosistem BSD City sekaligus menyediakan captive market bagi startup.
Kedua, pengembangan closed-loop ecosystem di BSD City menjadi pembeda utama yang ditawarkan kepada mitra global. Terakhir, LLV aktif membangun kemitraan internasional, termasuk dengan Jepang, Australia, dan Singapura, untuk memperluas kolaborasi bisnis lintas negara.
“Saat ini LLV mengelola empat kendaraan investasi utama, yakni Balance Sheet Fund untuk investasi strategis internal, City-Centric Fund atau Urban Gateway Fund yang berfokus pada solusi perkotaan, Healthcare Fund untuk pengembangan layanan kesehatan, serta Japan Thematic Fund yang didukung pemerintah dan investor Jepang guna memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia – Jepang, ” ujarnya.
Untuk mempercepat masuknya perusahaan global ke pasar Indonesia, kata Bayu, LLV menghadirkan dua program utama, yakni International Landing Pad dan Innovation Lab.
“Program International Landing Pad memberikan fasilitas kantor gratis selama enam bulan di BSD City bagi perusahaan asing untuk menjajaki peluang bisnis tanpa harus langsung membentuk entitas di Indonesia. Peserta juga mendapat akses jaringan bisnis Sinar Mas Group serta forum business matchmaking,” katanya.
Sementara itu, Innovation Lab memungkinkan perusahaan melakukan proof of concept (PoC) langsung di lingkungan nyata BSD City, mulai dari solusi transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga layanan konsumen.
Ia menambahkan, banyak investor asing memilih investasi langsung agar memiliki keterlibatan strategis terhadap aset yang mereka kembangkan di Indonesia.
“Dalam strategic collaboration-nya, kami akan langsung kolaborasikan antara investor dan juga asetnya. Jadi, mereka punya relationship yang secara langsung bekerja sama dengan aset-aset yang dimiliki,” ujarnya.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post