youngster.id - Luxembourg House of Financial Technology (LHoFT) mengumumkan evolusi besar program Catapult: Inclusion SE Asia dengan meluncurkan dana investasi khusus pertamanya bernama NextFin Asia Fund. Program ini dijalankan melalui NextFin Asia dan bermitra dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Luksemburg (MFA) serta ADB Ventures, unit modal ventura dari Asian Development Bank (ADB).
Peluncuran Catapult: Inclusion SE Asia 3.0 menandai perubahan signifikan dari program akselerator murni menjadi platform regional yang menggabungkan pendanaan, keahlian, dan akses pasar untuk mendukung startup fintech yang berfokus pada inklusi keuangan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Pada edisi ketiga ini, startup fintech terpilih tidak hanya mendapatkan pendampingan akselerasi, mentoring, serta kemitraan institusional, tetapi juga memperoleh akses langsung ke investasi melalui NextFin Asia Fund. Dana tersebut dirancang untuk membantu founder mempercepat ekspansi bisnis secara lebih berkelanjutan.
Selain pendanaan, peserta program akan memperoleh panduan strategi bisnis, dukungan implementasi pasar, peningkatan visibilitas merek, serta penguatan pengukuran dampak sosial guna memastikan pertumbuhan yang efektif.
Program Catapult: Inclusion SE Asia 3.0 akan digelar melalui dua agenda utama global dan regional pada 2026, yakni: Juni 2026 di Luxembourg, sebagai peluncuran global dan fase keterlibatan institusional, dan November 2026 di Singapore FinTech Festival (Singapore FinTech Festival), sebagai pusat interaksi dengan ekosistem fintech Asia Tenggara.
Kolaborasi antara MFA Luxembourg, ADB, dan LHoFT mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, tangguh, dan inovatif di Asia Tenggara. ADB membawa pengalaman regional dan fokus pada inovasi berdampak, sementara Luxembourg dikenal sebagai pusat global keuangan berkelanjutan dan investasi mikro.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luksemburg, Xavier Bettel, menyatakan bahwa kemitraan ini menggabungkan keahlian finansial Luxembourg dengan kapasitas investasi ADB untuk mendorong inovasi inklusif di Asia Tenggara.
“Melalui program NextFin Asia, kami mendukung para wirausaha dan startup lokal sekaligus memanfaatkan investasi publik secara strategis untuk menarik modal swasta. Inilah cara kemitraan yang kuat dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat di Asia Tenggara,” ujar Bettel, Senin (23/2/2026).
Sejak diluncurkan, program Catapult telah mendukung 115 startup fintech dari Afrika dan Asia untuk mengembangkan solusi bagi masyarakat unbanked dan underbanked.
Direktur Jenderal Departemen Operasi Sektor Swasta ADB, Isabel Chatterton, menambahkan bahwa NextFin Asia memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan komunitas yang kurang terlayani.
Sementara itu, Deputy CEO LHoFT, Alex Panican, menyebut inisiatif ini sebagai yang pertama di dunia karena mempertemukan bank pembangunan dengan akselerator fintech untuk berinvestasi langsung pada startup inovatif demi dampak sosial.
Catapult SE Asia 3.0 menawarkan sejumlah manfaat bagi peserta, antara lain: program akselerasi dan mentoring yang disesuaikan, akses langsung ke mitra institusi dan pemangku kepentingan regional, eksposur kepada investor dan calon co-investor, dan kesempatan investasi melalui NextFin Asia Fund.
Program ini juga berperan sebagai jembatan kolaborasi antara Asia Tenggara dan Eropa untuk mendorong solusi fintech yang menjawab kebutuhan masyarakat kurang terlayani.
Startup fintech yang beroperasi atau menargetkan pasar Asia Tenggara diundang untuk mendaftar. Sektor yang dapat mengikuti program ini meliputi pembayaran digital, inklusi keuangan, pembiayaan hijau dan iklim, InsurTech, AgriTech, pembiayaan UMKM, RegTech, serta infrastruktur digital.
Startup harus berbasis atau aktif di negara ASEAN, dengan tahap bisnis mulai dari MVP hingga growth stage. Tahap pendanaan dari pre-seed hingga Seri A dapat mengikuti program ini. (*AMBS)

















Discussion about this post