youngster.id - PhotoBebaz, startup teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, mengumumkan perolehan pendanaan pertamanya di awal tahun 2026, namun besaran nominalnya tidak disebutkan. Pendanaan strategis yang difasilitasi oleh Fundhub ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi titik operasional dan memperkuat ekosistem digital perusahaan.
Founder PhotoBebaz, Reyno Anggoro, menyatakan bahwa pendanaan ini merupakan validasi atas model bisnis inovatif yang menghubungkan pengguna, pemilik merek (brand), dan komunitas secara personal.
“PhotoBebaz dirancang bukan hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga ruang interaksi. Dukungan investor memberi kami akselerasi untuk scale-up lebih cepat di tengah tren kebangkitan photobox di Indonesia,” ujar Reyno, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan internal yang merancang perangkat lunak secara mandiri. Teknologi ini memungkinkan integrasi iklan digital yang interaktif di dalam booth, fitur loyalitas, hingga gamification untuk membangun retensi pengguna.
Hingga akhir 2025, PhotoBebaz telah hadir di titik-titik strategis dengan mobilitas tinggi, seperti: Ruang Publik: Taman Ismail Marzuki (TIM), GBK, dan Jakarta International Velodrome, Transportasi Publik: Stasiun MRT, LRT Jakarta, hingga Whoosh Halim, Lifestyle: Berbagai jaringan coffee shop ternama.
Dengan harga layanan berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000, PhotoBebaz sukses menyasar segmen Gen Z dan Gen Alpha yang aktif berbagi pengalaman secara organik di media sosial.
Berkat suntikan dana baru, PhotoBebaz menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth pada tahun 2026. Fokus ekspansi akan menyasar jaringan rumah makan populer seperti Mie Gacoan, stasiun KAI, bandara, serta area publik lainnya di kota-kota besar Indonesia.
Selain ekspansi lokasi, perusahaan juga akan mengembangkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Augmented Reality (AR) untuk memberikan pengalaman foto yang lebih terpersonalisasi.
Bukan sekadar penyedia jasa foto, PhotoBebaz memposisikan diri sebagai platform creative-tech yang mengintegrasikan hiburan, iklan digital (DOOH), dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem.
“Kami ingin menjadi bagian dari evolusi industri kreatif Indonesia. Kreativitas harus berjalan berdampingan dengan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan,” tutup Reyno. (*AMBS)

















Discussion about this post