Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline STARTUP

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
in STARTUP
Reading Time: 2 mins read
Startup Travel AI SPUN

(ki-ka) Co-founder SPUN Christa Sabathaly dan Dilla Anindita (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Startup travel ancillary berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membangun infrastruktur visa digital, SPUN menutup pendanaan tahap awal (seed funding) dengan total nilai US$1,8 juta atau sekitar Rp30,4 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh Genesia Ventures, dengan partisipasi dari Antler, Spiral Ventures, Iterative, Kopital Ventures, serta investor individu Kum Hong Siew, mantan Managing Director Airbnb China.

Chief Executive Officer dan Co-Founder SPUN, Christa Sabathaly, mengatakan dana segar tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas operasi SPUN di Asia Tenggara, memperdalam kemampuan otomatisasi berbasis AI, serta memperkuat integrasi dengan platform perjalanan dan mitra business-to-business (B2B), di tengah proses visa lintas negara yang masih dinilai kompleks dan terfragmentasi di kawasan tersebut.

Menurutnya, visa merupakan layanan pendukung perjalanan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, meskipun menjadi komponen penting dalam mobilitas lintas negara.

“Inefisiensinya sama, baik bagi individu yang mengajukan visa sendiri maupun perusahaan yang mengelola visa dalam skala besar. Dalam waktu kurang dari satu tahun, kami telah membantu lebih dari 200 perusahaan dan ribuan pemohon individu,” ujar Sabathaly, seperti dilansir TN Global, Senin (19/1/2026).

Baca juga :   DBS Indonesia Gandeng Startup Duitin, Sisihkan 0,5% Transaksi untuk Inisiatif Keberlanjutan

SPUN merupakan platform travel ancillary yang berfokus pada pengurusan visa masuk dan keluar sebagai lapisan dasar mobilitas lintas negara. Berbeda dengan agen visa tradisional, SPUN menggunakan agen AI yang dirancang khusus untuk menghadirkan struktur, prediktabilitas, dan keandalan di tengah aturan visa yang kerap berubah.

Dalam 12 bulan pertama operasinya, SPUN mengklaim telah memproses ribuan aplikasi visa dengan tingkat persetujuan mencapai 99%. Seluruh layanan diberikan kepada pelanggan berbayar dengan harga pasar, tanpa model subsidi besar-besaran.

Saat ini, platform SPUN mendukung lebih dari 300 jenis visa di 90 negara, melayani pemohon individu serta pelanggan B2B, termasuk lebih dari 200 agen perjalanan dan reseller. Layanan SPUN juga telah terintegrasi dengan sejumlah platform perjalanan utama di Asia Tenggara, seperti Klook, Traveloka, Tiket, dan Nusatrip.

Baca juga :   Living Lab Ventures Berinvestasi di Sektor Contract Research Organization

Dari sisi investor, SPUN dinilai menjawab masalah struktural di Asia Tenggara, di mana proses visa dan perizinan masih terfragmentasi meski kebutuhan mobilitas terus meningkat. General Partner Genesia Ventures, Takahiro Suzuki, menilai visa bukan sekadar layanan manual, melainkan persoalan infrastruktur.

“Proses visa memang semakin digital, tetapi pengalamannya masih sangat kompleks. SPUN membangun lapisan kecerdasan dan alur kerja yang membantu standarisasi proses visa di Asia Tenggara,” kata Suzuki.

Partner Antler Indonesia, Agung Hadinegoro, menambahkan bahwa sejak awal tim SPUN menunjukkan ambisi global dengan pendekatan eksekusi yang pragmatis. Menurutnya, permintaan lintas pasar membuktikan bahwa hambatan visa bukan hanya persoalan Indonesia.

Pemulihan perjalanan luar negeri dari Indonesia turut mempertegas tantangan tersebut. Lebih dari 20 juta penumpang terhubung ke destinasi global melalui sekitar 100.000 penerbangan internasional setiap tahun. Namun, persyaratan visa yang tidak konsisten dan sering berubah masih menjadi hambatan utama.

Baca juga :   Perluas Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia, VinFast Investasikan US$1 Miliar

Berdasarkan Henley Passport Index, pemegang paspor Indonesia masih memerlukan visa untuk 106 dari 195 negara, yang menciptakan ketidakpastian bagi individu maupun pelaku bisnis.

SPUN didirikan oleh Christa Sabathaly dan Dilla Anindita, yang sebelumnya bekerja di LINE Indonesia. Sabathaly memiliki latar belakang ekonomi dan pemasaran digital dengan pengalaman di Google, sementara Anindita pernah menjabat sebagai product lead di Grab dan Cookpad.

Ke depan, SPUN menargetkan untuk menjadi platform pendukung perjalanan utama di Asia Tenggara, dimulai dari layanan visa, dengan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan kejelasan, efisiensi, dan prediktabilitas dalam mobilitas lintas negara. (*AMBS)

Tags: Genesia Venturespengurusan visa digitalStartup Travel AI SPUN
Previous Post

OpenAI Beri Iklan Bagi Pengguna ChatGPT

Next Post

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

Related Posts

Cofounders Runchise
Headline

Startup Runchise Peroleh Pendanaan Baru Sebesar Rp16 Miliar dari East Ventures dan Genesia Ventures

7 Mei 2024
0
Startup Open Finance Finantier Raih Pendanaan Baru
Headline

Startup Open Finance Finantier Raih Pendanaan Baru

23 November 2020
0
Load More
Next Post
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

Discussion about this post

Recent Updates

Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

19 Januari 2026
Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

19 Januari 2026
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
Startup Travel AI SPUN

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Smart City Command Center

Sinar Mas Land Gandeng NEC Bangun Smart City Command Center di Kota Deltamas

19 Januari 2026
Privy

Kasus Penipuan Digital Capai Rp9 Triliun, Privy Perkuat Keamanan dengan Sertifikasi Internasional

19 Januari 2026
penipuan digital

Ancaman AI Kian Nyata, Phishing dan Penipuan Digital Mengintai Indonesia

19 Januari 2026
Startup Travel AI SPUN

Startup Travel AI SPUN Raih Pendanaan Awal US$1,8 Juta untuk Ekspansi Asia Tenggara

19 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version