youngster.id - Dengan meningkatnya adopsi teknologi AI, cara orang belajar dan beribadah pun ikut berubah. Hal ini mendorong Vokal.ai, startup edukasi digital melakukan transformasi pada aplikasi ngaji.ai. Aplikasi ini berubah dari layanan belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian.
Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, Fara Abdullah mengatakan, antusiasme dari pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang kontekstual itu nyata. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pengguna ngaji.ai yang mencapai 403 ribu, dengan 39 ribu diantaranya berlangganan premium.
“Angka ini bukan semata pencapaian, melainkan cerminan kebutuhan akan cara beribadah yang terasa lebih dekat, terarah, dan relevan dengan kehidupan modern. Untuk itu, Ngaji.ai ingin tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman,” ucapnya pada jumpa pers, Rabu (11/2/2026) di Jakarta.
Berbekal pengalamannya mengelola aplikasi panduan gaya hidup Muslim berskala global, Fara optimistis ngaji.ai siap melangkah lebih jauh. penggunanya. Bukan hanya dari jumlah, tetapi dari cara aplikasi ini digunakan. Rata-rata waktu penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna.
“Angka yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar karena menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar hadir dalam rutinitas ibadah sehari-hari,” ujarnya.
Sementara COO Vokal.ai Vanya Sunanto mengatakan, bagi banyak pengguna, kehadiran ngaji.ai membuat ajaran Al-Qur’an terasa lebih membumi. Semua terstruktur dengan rapi, sehingga pengguna tidak perlu merasa kewalahan menghadapi banyaknya amalan dan tuntunan. Satu aplikasi, satu fokus, satu ikhtiar dalam satu waktu.
“Ini bukan aplikasi yang dibuka sekali lalu ditinggalkan,” ujarnya.
Transformasi aplikasi paling terasa hadir lewat pengembangan tampilan homepage serta fitur-fitur baru. Seperti Sholat, untuk bantu pengguna ‘absen’ ibadah wajib lima kali seharinya; Doa, Dzikir, dan yang paling menarik, Ikhtiar.
Melalui fitur Ikhtiar, pengguna tidak dihadapkan pada daftar Panjang amalan yang melelahkan, tetapi diajak memilih satu fokus ikhtiar. Bisa sesederhana menjaga lisan, lebih disiplin salat tepat waktu, atau meluangkan waktu untuk dzikir harian. Setiap ikhtiar dibagi ke dalam tugas-tugas kecil selama tujuh hari, membuat prosesnya terasa ringan dan realistis.
“Pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani,” kata Adithya Zulfan, Head of Marketing Vokal.ai menambahkan.
Transformasi ini juga menjadi fondasi bagi ngaji.ai melangkah ke depan. Untuk jangka lebih panjang lagi ngaji.ai juga tidak menutup kemungkinan untuk melirik pasarAsia Tenggara, wilayah dengan sekitar 290 juta populasi Muslim.
“Dengan meningkatnya adopsi teknologi AI, cara orang belajar dan beribadah pun ikut berubah. Kami percaya teknologi ini akan sangat berguna untuk banyak individu dan institusi yang kami akan bangun kerja samanya. Kami juga melihat peluang besar di masa depan untuk menghadirkan pendamping ibadah yang memahami konteks budaya, ritme hidup dan kebutuhan Muslim masa kini di mana pun mereka berada,” pungkas Fara.
STEVY WIDIA















Discussion about this post