Transformasi Strategis 2025: Xurya Perkuat Posisi Sebagai Raksasa Energi Surya Indonesia

startup Xurya

Transformasi Strategis 2025: Xurya Perkuat Posisi Sebagai Raksasa Energi Surya Indonesia (Foto: Istimewa)

youngster.id - Startup energi baru terbarukan (EBT), Xurya, menutup tahun 2025 dengan capaian transformasi strategis yang signifikan. Xurya kini memantapkan posisinya bukan lagi sekadar startup, melainkan perusahaan energi terbarukan lokal yang mapan dengan fokus pada profitabilitas jangka panjang dan penguatan ekosistem industri nasional.

Managing Director Xurya, Eka Himawan, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir telah bergeser pada pembangunan fondasi yang berkelanjutan. Hal ini meliputi pengembangan proyek yang bankable, peningkatan kualitas instalasi berstandar global, serta penguatan layanan pasca-pemasangan.

“Kami melihat penggunaan PLTS telah menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan di Indonesia. Oleh karena itu, kami bertransformasi menjadi perusahaan energi terbarukan lokal yang mapan dan bertaraf global,” ujar Eka, Selasa (3/3/2026).

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Xurya untuk melakukan diversifikasi aset, terutama merambah ke sektor hybrid off-grid dan Independent Power Producer (IPP). Langkah ini didukung oleh terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2025 yang memberikan kepastian hukum bagi proyek PLTS skala besar.

Eka menambahkan bahwa permintaan dari sektor industri kritis terhadap kepastian pasokan listrik dan efisiensi biaya terus meningkat. Kehadiran institusi finansial lokal dan regional yang semakin memahami pola pasar PLTS di Indonesia turut mempermudah penyediaan fasilitas pendanaan yang relevan.

Selain aspek bisnis, Xurya secara aktif mengatasi tantangan kesenjangan kompetensi tenaga kerja di industri surya. Melalui Solar Academy Indonesia (SAI) yang diluncurkan pada 2024, Xurya telah melatih ratusan tenaga teknis dari mitra Engineering, Procurement, and Construction (EPC) lokal.

“Kami percaya transisi energi harus dipimpin oleh para talenta lokal. Tanpa talenta yang kompeten, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan,” tegas Philip Effendy, VP Operations Xurya.

Pada tahun 2026, SAI direncanakan akan diperluas menjadi tiga sesi pelatihan guna mengakselerasi kesiapan industri lokal dalam menghadapi proyek berskala kompleks. Selain itu, memasuki tahun 2026, Xurya berkomitmen untuk terus menjadi katalis transisi energi nasional. Dengan fondasi struktural yang telah terbangun di tahun 2025, perusahaan siap memperluas adopsi energi surya dan memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi rendah karbon.

Sejak didirikan pada tahun 2018, pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal ini telah berhasil merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS, baik dalam bentuk on-grid maupun hybrid off-grid, di berbagai wilayah Indonesia.

STEVY WIDIA

 

Exit mobile version