youngster.id - Platform fintech asal Indonesia, UangCermat, mengumumkan perolehan pendanaan total sebesar US$26 juta. Pendanaan ini terdiri dari US$6,4 juta pendanaan ekuitas Seri A dan fasilitas kredit terstruktur sebesar US$20 juta.
Putaran pendanaan Seri A dipimpin bersama oleh Cocoon Capital, NP Consulting, dan IFP Securities, sementara fasilitas kredit disediakan oleh SixPoint Capital, perusahaan investasi private credit asal Amerika Serikat. Pendanaan gabungan ekuitas dan utang ini akan mendukung fase pertumbuhan berikutnya UangCermat.
Co-Founder dan Chief Executive Officer UangCermat, Shaiful Mustaafa, menyatakan pendanaan ini akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam meningkatkan kualitas teknologi dan layanan keuangan inklusif.
“Pendanaan ini memungkinkan kami tidak hanya memperluas operasi internal, tetapi juga membantu bank kecil dan lembaga mikro yang memiliki keterbatasan teknologi untuk meningkatkan layanan digital mereka,” kata Shaiful, seperti dilansir Cocoon, Senin (26/1/2026).
Chief Financial Officer UangCermat, Mark Kim, menambahkan bahwa struktur pendanaan ini mencerminkan strategi permodalan yang seimbang.
“Pendanaan ekuitas memberikan stabilitas jangka panjang dan penguatan tata kelola, sementara kredit institusional memungkinkan kami melakukan skala bisnis secara efisien tanpa mengorbankan disiplin risiko,” ujarnya.
Investor lama sekaligus co-lead pendanaan, Cocoon Capital, menyebut pihaknya terus percaya pada potensi UangCermat sejak investasi awal pada 2019.
“Kami melihat peluang besar di industri fintech Indonesia dan percaya UangCermat berada di jalur yang tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” demikian pernyataan Cocoon Capital.
Kesepakatan ini juga menjadi langkah pertama SixPoint Capital masuk ke pasar Asia Tenggara. CEO dan Co-Founder SixPoint Capital, A.J. Davidson, menyatakan optimisme terhadap model bisnis UangCermat.
“UangCermat menjawab kebutuhan penting di sektor keuangan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia,” ujarnya.
Didirikan pada 2019, UangCermat mengoperasikan model pinjaman berbasis payroll dengan pendekatan phygital (fisik dan digital), yang saat ini berfokus pada pekerja underbanked, terutama pekerja kerah biru di sektor manufaktur dan outsourcing. Selain itu, UangCermat juga menyediakan layanan Fintech-as-a-Service (FaaS) bagi lembaga keuangan teregulasi yang ingin mendigitalisasi infrastruktur dan memperluas penyaluran kredit konsumer berbasis payroll.
Saat ini, UangCermat telah melayani lebih dari 100.000 pengguna terdaftar. Dana ekuitas akan digunakan untuk memperkuat aspek tata kelola, kepatuhan, dan teknologi, sementara fasilitas kredit akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan portofolio pinjaman melalui struktur berbasis piutang dengan pemantauan independen pihak ketiga. (*AMBS)



















Discussion about this post